Microsoft Terapkan Pemberian Signing Bonus

(Business Lounge – Empower People) Microsoft membayar USD 7,8 juta atau sekitar IDR 106 miliar untuk meminang Peggy Johnson dari Qualcomm. Sebuah angka yang tidak kecil, namun Satya Nadella selaku CEO Microsoft rela untuk mengeluarkannya demi menarik Johnson untuk bekerja padanya sebagai VP of business development, demikian seperti dilansir oleh Business Insider.

Johnson sebenarnya telah bekerja untuk perusahaan telekomunikasi itu selama 24 tahun, itulah sebabnya Nadella meyakini kemampuan Johnson sehingga berani menawarkan signing bonus walaupun angka tersebut merupakan total dari uang tunai dan kepemilikan saham yang baru akan cair pada tahun 2018.

Sedangkan gaji tahunan Johnson untuk tahun fiskal 2015 bertambah hingga USD 14,53 juta atau sekitar IDR 197 miliar. Angka ini telah menempatkan Johnson berada satu tingkat di bawah Nadella dalam hal pendapatan. Nadella memperoleh pembayaran tahunan mencapai USD 18,3 juta atau sekitar IDR 248 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Juni 2015. Sedangkan di tempat ketiga adalah Kevin Turner dengan pendapatan hampir USD 12.2 juta atau sekitar IDR 165.9 miliar.

Signing Bonus

Signing bonus atau dikenal juga sebagai sign on bonus merupakan sejumlah uang yang ditawarkan pemberi kerja pada calon karyawannya untuk menarik si calon untuk mau bergabung. Hal ini biasanya ditawarkan pada para atlit untuk bergabung dengan klub tertentu, namun tidak hanya berlaku bagi para atlit melainkan berlaku juga untuk merekrut karyawan dengan keahlian khusus, atau keterampilan yang sulit ditemukan. Signing bonus juga dapat ditawarkan untuk merekrut siswa berpotensi tinggi dari perguruan tinggi tertentu.

Hal ini biasanya ditawarkan untuk memenangkan persaingan guna memperoleh tenaga-tenaga potensil. Selain itu bonus yang bersifat satu kali pembayaran ini dapat menjembatani kesenjangan antara standar gaji di pasaran dengan gaji yang diinginkan. Misalnya saja, gaji di pasaran untuk posisi seorang marketing manager adalah 30 juta, namun si calon karyawan hanya mau bergabung apabila ia dapat memperoleh gaji 40 juta, maka selisih 10 juta yang disetahunkan (dihitung 12 kali gaji, satu kali THR, dan misalnya bonus dua kali gaji) dibayarkan sebagai signing bonus  dengan juga memperhitungkan lama kerja sebelum ia akan dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam kasus ini maka si calon karyawan diperkirakan dapat memberoleh signing bonus sekitar IDR 300 juta, dengan perhitungan setelah 2 tahun masa kerja, si calon karyawan akan mendapatkan promosi ke jenjang yang lebih tinggi lagi dan akan memperoleh penghasilan yang lebih banyak lagi. Hal ini pada umumnya dibayarkan satu kali.

Cara ini biasanya ditempuh apabila perusahaan benar-benar mengalami kesulitan untuk mencari tenaga kerja yang cocok dengan kebutuhan. Cara ini pun biasa ditawarkan ketika pemilik usaha ingin mem-“bajak” tenaga kerja lain dari perusahaan lain.

Persyaratan Signing Bonus

Sehubungan dengan pembayaran di muka yang sering kali dalam angka yang tidak kecil, maka penting untuk memberlakukan persyaratan di dalam pembayaran, yaitu memberikan persyaratan bahwa si calon karyawan wajib bekerja untuk jangka waktu tertentu. Apabila sebelum jangka waktu tersebut ia mengundurkan diri, maka ia diwajibkan untuk mengembalikan signing bonus-nya secara pro rata.

Kelemahan Signing Bonus

Pemberian signing bonus tetap perlu dicermati bagaimana hal ini dapat mematahkan semangat karyawan yang ada. Adanya rasa ‘cemburu’ dapat saja terjadi sehingga bisa berdampak pada berkurangnya semangat, merasa dinomerduakan, dan sebagainya. Apalagi pada internal rekrutmen yang tidak membutuhkan signing bonus. Sehingga penting untuk merahasikan pemberian signing bonus.

Bijaksana dengan Signing Bonus

Untuk memutuskan pemberian signing bonus maka Anda perlu mengkalkulasikan bahwa apa yang dibayarkan di muka sebanding dengan apa yang dihasilkan kemudian. Karena itu pemberian signing bonus juga dapat merupakan kombinasi antara uang tunai dengan pemberian saham yang kemudian akan cair secara berkala. Sebuah studi yang dirilis pada bulan Juni tahun lalu menemukan bahwa sekitar 66 persen dari lebih dari 700 manajer yang disurvei oleh World at Work ditawarkan signing bonus sebagai pembayaran satu kali.

Pemberian signing bonus juga dapat dipertimbangkan sebagai pengikat antara pemberi kerja dan si kandidat yang dapat memberikan beban moral dan jaminan bahwa si kandidat akan bekerja keras sesuai yang diharapkan pemberi kerja.

Namun tidak selalu pemberian signing bonus akan sangat menggiurkan si kandidat, Anda juga dapat menawarkan bentuk pemberian insentif sebagai gantinya.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development