Rahasia CEO Twitter untuk Membagi Waktu, Mungkin Dapat Anda Tiru

(Business Lounge – Lead and Follow) Jack Dorsey telah ditetapkan untuk kembali menjadi CEO Twitter pada pekan lalu, dan ia akan terus memegang gelar yang sama pada pra-IPO Square. Hal ini sebelumnya telah menjadi pro dan kontra oleh karena dewan direksi Twitter tidak menginginkan memiliki CEO yang memegang dua perusahaan. Namun telah berbagai cara dilakukan bahkan Twitter pun telah memakai jasa konsultan rekrutmen namun perusahaan tidak kunjung menemukan CEO-nya (Baca: Bukan Dorsey, Twitter Gunakan Executive Search Temukan CEO-nya). Hal ini sempat meresahkan para pemegang saham dan memberikan dampak juga kepada turunnya nilai saham perusahaan berlambang burung ini (Baca: Sudah Lebih dari 100 Hari, Twitter Belum Dapatkan CEO-nya). Hingga kemudian Twitter pun memantapkan hati untuk menunjuk Dorsey kembali.

Dalam sebuah wawancara pada tahun 2011 untuk Techonomy Dorsey sendiri menjelaskan rahasianya untuk menjadi produktif ketika bekerja delapan jam sehari di masing-masing perusahaan, yaitu dengan memberi tema pada setiap harinya. Sebagai contoh yang ia berikan pada hari Senin, di kedua perusahaan, ia fokus pada manajemen dan menjalankan perusahaan, pada Selasa difokuskan pada produk. Rabu difokuskan pada pemasaran dan komunikasi dan pertumbuhan. Kamis difokuskan pada pengembang dan kemitraan. Jumat difokuskan pada perusahaan dan budaya dan merekrut. Sabtu ia akan melepas sejenak. Minggu adalah saat untuk melakukan refleksi, umpan balik, strategi, dan bersiap-siap untuk seminggu ke depan.

Gagasan untuk membuat tema harian sangatlah kuat karena dua alasan. Pertama, menetapkan irama untuk dapat fokus dan memberikan perhatian. Anggota divisi produk di kedua Twitter dan Square tahu bahwa mereka hanya memiliki tujuh hari sebelum Dorsey menindaklanjuti pertanyaan ia bertanya minggu sebelumnya, dan hanya tujuh hari sebelum mereka akan harus menunjukkan maju kemajuan. Kedua, tema harian menjadi kuat karena efisiensi terkait dengan pengelompokan tugas secara bersama-sama.

Ternyata tidak hanya Dorsey yang juga mengatur hari-harinya sesuai subject tertentu. Misalnya John Lee Dumas, pengusaha ultra-produktif yang juga telah mendapatkan manfaat dari tema sehari-hari. Dumas membangun bisnis multijuta dolar dalam beberapa tahun saja pada keberhasilan podcast sehari-hari, EntrepreneurOnFire. Rekannya, Kate Erickson, menulis pada tahun 2014 dalam sebuah tinjauan posting blog dengan menggambarkan dampak tema harian pada bisnis mereka. John podcast menjadwalkan pada hari Selasa untuk melakukan semua wawancara podcast-nya untuk EntrepreneurOnFire. Pada Rabu adalah hari webinar, yaitu Podcast Lokakarya Live, Webinar Lokakarya, dan webinar komunitas eksklusif kami, dan semikian selanjutnya.

Lain lagi dengan Steve Jobs yang dikenal sebagai sang legendaris untuk jadwal yang konsisten. Senin adalah untuk pertemuan tim eksekutif, Rabu adalah untuk iklan dan pemasaran. Sedangkan untuk sore hari kebanyakannya akan diisi dengan mengunjungi Jony Ive dalam kunjungan desain.

Kelihatannya menentukan fokus tertentu untuk hari tertentu banyak dilakukan oleh para pemimpin dunia.

Bila Anda memiliki kesulitan untuk mengatur waktu Anda sebagai seorang pemimpin tertinggi, atau bilama Anda harus dapat menanggungjawabi beberapa tugas sekaligus, maka strategi membagi hari untuk fokus yang berbeda kemungkinan besar akan menjadi solusi yang terbaik bagi Anda.

Semoga menginspirasi.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal