Apakah Anda Membutuhkan Bantuan untuk Mulai Melakukan Networking?

(Business Lounge – Empower People) Anda mungkin bukan seseorang yang menyukai keramaian bahkan bisa saja cenderung menarik diri sambil berharap tidak ada satu pun yang menyadari keberadaan Anda. Oleh karena Anda merasa bahwa Anda tidak cukup luwes untuk memulai pembicaraan dengan mereka yang tidak Anda kenal. Tetapi saya yakin bahwa pada satu kesempatan Anda pasti pernah memiliki keinginan untuk dapat begitu luwes bertegur sapa dengan orang-orang di sekitar Anda, saling berkenalan, dan kemudian mendapatkan rekan-rekan baru yang siapa tahu dapat menjadi mitra bisnis Anda.

Saya percaya bahwa bertemu dengan banyak orang akan dapat membuka wawasan, peluang, dan mengembangkan kemampuan Anda. Sebab demikian juga dengan apa yang telah saya alami. Menjadi seorang pebisnis akan sangat bergantung denganĀ networking. Kecuali bisnis Anda sudah sangat terkenal dan semua orang membutuhkan Anda, maka dijamin tidak perlu bersusah payah sebab pelanggan akan datang dengan sendirinya. Tetapi saat Anda sedang membangun bisnis maka melakukan networking adalah salah satu yang harus Anda lakukan. Sehingga mulai saat ini berpikirlah dua kali untuk menolak ajakan seorang rekan untuk pergi ke sebuah perkumpulan atau pertemuan rekan-rekan.

Tidak ada salahnya untuk mulai membangun kepercayaan diri dan mulai belajar untuk menjadi orang yang supel. WSJ dalam sebuah artikelnya mencoba untuk mengkategorikan beberapa orang yang dapat Anda identifikasi untuk Anda putuskan apakah Anda akan berbincang dengan mereka atau tidak.

1. Mereka yang nampak berbincang ringan sambil menebar pandang di ruangan dengan wajah tersenyum.
2. Mereka yang sedang tertawa terbahak-bahak dalam sebuah kelompok kecil.
3. Mereka yang tampak bosan dan berbincang sendiri-sendiri.
4. Mereka yang tersenyum ‘sumringah’ dengan menggenggam kartu nama.
5. Mereka dengan wajah yang murah senyum sambil berkeliaran sendiri di antara hidangan makanan.

Namun saya menambahkan dengan beberapa jenis hadirin lainnya seperti:

6. Mereka yang sedang berbincang dengan sangat serius dalam kelompok yang kecil.
7. Dia yang duduk seorang diri sambil memperhatikan sekelilingnya.
8. Dia yang berjalan ke sana ke mari sambil menyapa banyak orang.

Kira-kira siapakah di antara 8 jenis peserta di atas yang akan Anda coba datangi untuk Anda ajak berbincang? Jika Anda adalah seorang yang supel, maka apakah Anda akan menyasar mereka yang termasuk kategori 1, 3, 5, atau 7 terlebih dahulu, pastilah tidak ada masalah. Mereka yang menebar pandangan dengan wajah tersenyum tentu menunjukkan bagaimana mereka terbuka untuk sebuah pembicaraan. Sedangkan mereka yang sedang tampak bosan dan sedang berbincang-bincang sendiri maka kemungkinan besar jika Anda datang dengan topik yang menarik, maka Anda akan menyelamatkan mereka dari kebosanan pada waktu itu. Sedangkan dia yang sedang sibuk menikmati makanan ke sana dan ke mari, maka saya yakin bahwa Anda juga tidak akan menemui kesulitan yang berarti untuk memulai pembicaraan.

Namun bagaimana jika Anda belum cukup supel untuk memulai pembicaraan dan Anda merasa tidak cukup percaya diri untuk memulai? Saya sarankan untuk Anda dapat menyasar mereka yang ada pada kategori 5 dan 7 terlebih dahulu. Makanan akan menjadi topik yang mudah bagi Anda untuk memulai pembicaraan sehingga Anda dapat melanjutkannya dengan berbagai pembicaraan menarik. Menaklukkan si nomer 1 dan 3 dapat Anda lanjutkan kemudian saat kepercayaan diri Anda mulai bangkit.

Bagaimana dengan si nomer 2 dan 6? Lebih baik untuk tidak mendekati mereka oleh karena mereka sedang sangat sibuk menikmati kesempatan tersebut. Akan sangat sulit untuk men-interrupt mereka. Atau mereka sedang ada dalam perbincangan serius atau penting yang mungkin saja harus segera mendapatkan jalan keluar.

Bagaimana dengan si nomer 4? Nah, orang ini kelihatannya sedang mencari apakah klien, pelanggan, pembeli, atau sedang menjajakan dagangannya. Kemungkinan besar bukan keputusan yang tepat untuk berbincang dengan mereka.

Sedangkan si nomer 8, mungkin saja ia adalah si pemilik acara atau orang yang sangat berpengaruh di ruangan itu. Jika memungkinkan Anda dapat meminta rekan yang mengajak Anda untuk berkenalan dengannya.

Percayalah bahwa semakin banyak melakukan networking akan semakin berguna untuk mengembangkan diri Anda bahkan bisnis Anda.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development

Image : Pixabay