(Business Lounge – Operate Efficiently) Dalam berbagai hal sering kali dihimbau supaya bisnis dan SDM haruslah bersinergi. SDM mendukung jalannya bisnis dan bisnis pun memberikan keuntungan bagi SDM, dan demikian selanjutnya. Namun pada kenyataannya SDM dan bisnis sering kali berada pada sisi yang berlawanan. Misalnya saja mereka para pelaku bisnis yang mendahulukan keberhasilan bisnis daripada kepentingan karyawannya tanpa menyadari bahwa SDM merupakan sebuah investasi jangka panjang yang harusnya ditanamkan sedini mungkin.

The Chevron Way

Chevron mungkin salah satu yang dapat menjadi contoh bagaimana perusahaan berupaya untuk menyeimbangkan antara kepentingan bisnis dan kepentingan SDM-nya. Chevron menyadari bahwa sesuai dengan bisnisnya maka ia bertanggung jawab untuk mensuplai energi yang dibutuhkan manusia serta kemajuan ekonomi di seluruh dunia. Namun pada sisi yang lain, Chevron menyadari bahwa ada sebuah risiko yang akan selalu dihadapinya saat memanfaatkan bahan bakar fosil. Dalam official website-nya dikatakan bahwa Chevron telah melakukan proses ini di seluruh dunia, hari demi hari, tahun demi tahun, sambil terus memperhatikan bagaimana bersama dengan 64.700 karyawan (termasuk lebih dari 3.200 karyawan bengkel) dan 200.000 kontraktor dapat tetap sehat dan aman setiap harinya. Tetapi juga tidak hanya masalah karyawan, perusahaan terus memikirkan bagaimana menjaga lingkungan dan masyarakat di sekitarnya pada saat Chevron terus beroperasi.

Tujuan Lahirnya Operational Excellence ala Chevron

Chevron mengerti benar bagaimana bisnis yang digelutinya berbatasan tipis dengan segala risiko fisik yang dapat menimpa SDM-nya. Oleh karena SDM merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari bisnis-nya, maka Chevron pun memutuskan untuk melindunginya. Chevron telah memutuskan bahwa perusahaan tidak dapat lebih mendahulukan bisnisnya daripada SDM yang dimilikinya.

Untuk memenuhi tantangan yang selalu ditemukan Chevron dalam menjalankan bisnisnya, maka Chevron pun menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk mengembangkan sistem yang mendukung budaya keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan. Chevron semaksimal mungkin berupaya untuk menghindari segala jenis risiko yang dapat menimpa SDM, baik itu risiko kecelakaan bahkan risiko kematian. Karena itu terciptalah Operational Excellence (OE), sebuah sistem yang akan menolong perusahaan untuk dapat mencapai kinerja yang tak tertandingi sambil tetap mencegah semua insiden yang serius yang dapat terjadi.

Chevron bersama dengan SDM-nya percaya bahwa semua insiden akan dapat dicegah, sehingga dibuatlah kebijakan dan sistematika yang menyangkut proses, peralatan dan perilaku yang diharapkan untuk diberlakukan di setiap tempat untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuan tersebut.

Operational Excellence ala Chevron

Operational Excellence ala Chevron memiliki lima tujuan:

1. Mewujudkan tempat kerja yang bebas incident dan bebas cedera.
2. Mempromosikan tenaga kerja yang sehat dan mengurangi risiko kesehatan kerja yang signifikan.
3. Mengidentifikasi dan mengurangi risiko keamanan lingkungan.
4. Beroperasi dengan integritas dan reliabilitas untuk tetap terkemuuka di industrinya.
5. Efisien menggunakan sumber daya alam dan aset.

Bukan Pencapaian dalam Semalam
Apa yang Chevron terapkan sebagai prosedur, sistematika, dan peraturan-peraturan bukanlah sesuatu yang diperoleh dalam satu malam. Melainkan melalui berbagai research yang tentu saja dilakukannya tiap-tiap hari, bulan, tahun, hingga mencapai 20 tahun. Dibutuhkan adanya upaya yang konsisten untuk menciptakan budaya kerja yang ada dari waktu ke waktu.
Chevron telah mengambil banyak tindakan untuk mencapai kinerja yang bebas insiden dengan mewujudkan Operational Excellence.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.