Seorang Pemimpin Akan Hidup dari Komunikasi

(Business Lounge – Lead & Follow) Bagi sebagian orang, memberikan apresiasi merupakan sebuah yang ‘gombal’ dan tidak pantas untuk diumbar. Sebab hanya akan menjadi suatu yang sia-sia belaka. Benarkah demikian? Bagi mereka yang tidak memiliki ketulusan hati, sudahlah tentu demikian. Namun bagi mereka yang bersungguh-sungguh maka hal ini merupakan sebuah penghargaan yang tulus sebagai bentuk apresiasi. Namun tahukah Anda bahwa hal ini sangat dibutuhkan untuk menjalin sebuah hubungan? Terutama antara atasan dan bawahan.

Interact, sebuah badan survei pernah mengadakan sebuah survei pada 1000 tenaga kerja di Amerika, dan mendapatkan bahwa masalah komunikasi antara atasan dan bawahan merupakan sebuah permasalahan yang banyak terjadi.

communication IssuesJika disimpulkan maka permasalahan yang timbul di atas adalah bagaimana sang atasan tidak berperan pada saat-saat penting sang bawahan. Atau dapat dikatakan sang atasan ‘tidak ada’ saat si bawahan membutuhkannya. Tidak adanya pemberian apresiasi, tidak adanya pemberian arahan arahan yang jelas, dan tidak adanya komunikasi yang benar.

Jika ingin disimpulkan lebih jauh maka semua permasalahan di atas bersumber pada masalah komunikasi.

Bangunlah Komunikasi dan Hiduplah di Dalamnya

Anda tidak akan dapat menjadi seorang pemimpin tanpa adanya komunikasi di antara Anda dan siapa yang Anda pimpin. Mungkin Anda bukan seorang yang pandai berbicara. Mungkin Anda pun bukan seorang yang dapat memberikan perhatian begitu rupa, tetapi bukankah pada dasarnya manusia adalah seorang mahluk sosial yang tidak akan dapat hidup seorang diri? Bukankah manusia akan selalu membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya? Sehingga tidak mungkin Anda dapat hidup tanpa komunikasi.

Taruhlah pada pemikiran Anda, bahwa Anda harus hidup dalam sebuah komunikasi dan komunikasi akan menghidupkan Anda.

Pemberian Apresiasi dan Ucapan Terimakasih

Memberikan apresiasi bukanlah sebuah hal yang sangat sulit sebenarnya. Tidak harus meluangkan waktu khusus untuk kemudian memanggil anak buah Anda dan secara khusus memberikan penghargaan atas achievement yang ia peroleh, walaupun hal itu pun dapat Anda lakukan. (Baca: Kiat-kiat Memberikan Penghargaan pada Karyawan Anda). Misalnya pada pencapaian performance tahunan. Tetapi memberikan apresiasi dalam kehidupan pekerjaan sehari-hari akan menjadi sesuatu yang memberikan nafas di dalam keseharian pekerjaan Anda.

Sebagai contoh, di tengah-tengah suatu rapat dan anak buah Anda memberikan saran yang sangat membantu, maka selintas Anda dapat menimpali bahwa itu adalah ide yang baik. Tidak perlu juga Anda mengatakannya dengan berlebihan, seperti memberikan komentar seperti bahwa itu merupakan ide yang jenius dan sepertinya Anda tidak pernah menemukan solusi seperti itu, dan bla bla bla. Hal ini tentu saja hanya akan menimbulkan kesan ‘tidak tulus’.

Selain itu, jangan lupakan bahwa ucapan terimakasih merupakan sebuah bagian dari memberikan apresiasi. Lakukanlah dengan ‘murah hati’ dalam arti kata jangan gengsi untuk mengucapkan terimakasih. Misalnya saja ketika anak buah Anda mendatangi Anda untuk berpamitan ketikan hendak pulang, maka tidak ada salahnya Anda mengatakan terimakasih sebab telah menerima pelaporannya tepat waktu. Memang adalah kewajiban bagi sang anak buah untuk melakukannya dengan tepat waktu, namun bukankah oleh karena dia menjalankan kewajibannya sehingga pekerjaan Anda pun akan sangat terbantu? Karena itu mengapa tidak mengucapkan terimakasih?

Bersambung

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development