(Business Lounge – Global News) Perlambatan perekonomian Tiongkok memang tidak menggentarkan Boeing. (Baca: Gejolak Ekonomi Tidak Menyurutkan Keyakinan Boeing Atas Tiongkok). Bahkan memantapkan perusahaan penghasil pesawat itu untuk berbisnis di sana, demikianlah CEO Boeing Co., Dennis Muilenburg mengatakannya pada minggu ini bahwa ia melihat ruang lingkup tambahan untuk pekerjaan 737 di Tiongkok. Hal ini berkaitan dengan perusahaan yang terus meningkatkan tingkat produksi pesawat jet yang berlorong tunggal. Muilenburg mengatakan bahwa penambahan pekerjaan 737 tersebut merupakan tindakan yang juga akan memungkinkan untuk menumbuhkan pekerjaan di AS.

Dalam memonya kepada karyawan pada hari Selasa (22/9), CEO Boeing Commercial Airplanes, Ray Conner mengatakan perusahaan sedang menegosiasikan kemitraan dan penjualan strategis dengan Tiongkok.

Menjalin Kerja Sama dengan Tiongkok

Corner mengatakan bahwa diskusi ini berada pada tahap yang sensitif. Ia berharap diskusi tersebut akan menjadi kemenangan bagi Boeing, kemenangan untuk Puget Sound, dan kemenangan bagi para pemangku kepentingan Boeing. Ia ingin meyakinkan publik bahwa jika perjanjian Boeing dapat mencapai kesepakatan kemitraan dengan Tiongkok, hal tersebut tidak akan menghasilkan PHK atau mengurangi pekerjaan untuk program 737 di negara bagian Washington.

Conner dan Muilenburg tidak membahas secara spesifik mengenai proposal Boeing untuk menyelesaikan fasilitas 737 di Tiongkok, langkah yang diharapkan akan diumumkan selama kunjungan Presiden Xi Jinping ke Seattle minggu ini.

Muilenburg, yang menjadi CEO Boeing pada 1 Juli lalu mengatakan Boeing telah memiliki operasional di Tiongkok selama 42 tahun dan terus berinvestasi untuk memperluas kemampuannya. Menurutnya, Boeing berinvestasi dengan cara yang memungkinkan untuk menumbuhkan pekerjaan di seluruh dunia. Ia berpikir bahwa kolaborasi tersebut sangatlah penting, jika dilihat sebagai salah satu gerakan yang menguntungkan bagi kedua negara.

Proyek Terbesar Boeing Membutuhkan Kemitraan yang Besar

Rencana Boeing untuk mendirikan fasilitas di Tiongkok, yang akan menciptakan pabrik pembuat pesawat jet 737 yang dibangun di dekat Seattle, telah menimbulkan persatuan terbesar, yang mewakili sekitar 35.000 karyawan Boeing. International Association of Machinists mengatakan Boeing telah membahas keinginannya untuk memperluas kerjasama dengan Tiongkok tetapi tidak memberikan rincian.

Dalam sambutan yang disiapkannya, Muilenburg mengajak Apple Inc., Amazon.com Inc., Facebook Inc., dan Google Inc., yang merupakan pesaing pada dunia pertahanan “nontradisional” untuk usaha mereka dalam ruang angkasa, satelit, dan pesawat.

Boeing telah bermitra dengan Blue Origin milik CEO Amazon, Jeff Bezos, untuk membangun sebuah kendaraan angkasa berawak yang mampu mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional. Muilenburg juga menyampaikan bahwa Boeing telah bekerja dengan kemitraan lainnya. Ia mengatakan bahwa sedang bermunculan pesaing dan kolaborator baru, dan bila ingin tujuannya tercapai, Boeing harus bisa memanfaatkan kemitraan dengan mereka.

Menurut Muilenburg, Boeing tidak akan dapat bersaing kecuali jika bermain dalam skala global, strategi diversifikasi global, strategi yang menyumbang untuk kolaborasi di semua bagian dunia, Boeing harus terus berkembang ke arah global.

Alvin Wiryo Limanjaya/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana
Image: Business Lounge

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.