(Business Lounge – Global News) Industri perfilman di Tiongkok sedang booming. Orang-orang berbondong-bondong pergi ke bioskop untuk menonton film, namun hingga saat ini pemerintah masih sangat membatasi film-film berbahasa asing yang dapat ditayangkan di bioskop-bioskop di Tiongkok, sehingga film-film berbahasa lokal saja yang mendominasi industri perfilman di Tiongkok.

Melirik Pasar Perfilman Tiongkok

Warner Bros pun melirik pasar industri perfilman di Tiongkok menjadi ladang yang luas untuk mendulang keuntungan. Pembuat film American Sniper dan Batman ini pun akan segera memproduksi film berbahasa Tionghoa untuk memasuki pasar perfilman Tiongkok. Hal ini dikatakan Time Warner Inc yang memiliki studio pada Minggu (20/9), bahwa perusahaan membuat kesepakatan dengan perusahaan ekuitas swasta China Media Capital untuk membuat film berbahasa Tionghoa untuk pasar yang sedang berkembang pesat. Usaha gabungan ini akan disebut Flagship Entertainment Group Ltd dan akan berbasis di Hong Kong. Warner Bros akan memiliki 49% dari usaha bersama tersebut.

Dengan kesepakatan itu, Warner Bros akan “mendapatkan wawasan tambahan ke dalam industri film Tiongkok,” demikian dikatakan Kevin Tsujihara, Chairman dan CEO Warner Bros, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir oleh WSJ. Pada bulan lalu, WSJ juga sudah melaporkan bahwa kedua belah pihak memang sudah memulai proses pembicaraan ini.

Posisi Pasar Film Tiongkok

Pasar film Tiongkok adalah nomor 2 di dunia setelah AS dan akan masih akan terus berkembang. Awal bulan ini, media resmi melaporkan bahwa bioskop Tiongkok mendapatkan keuntungan senilai USD 4,71 milyar untuk penjualan tiket, melebihi 29,6 milyar yuan yang telah diperoleh sepanjang tahun lalu.

Semakin banyak, produksi film berbahasa Tiongkok makan semakin banyak uang yang dihasilkan. “Monster Hunt,” sebuah film live-action yang menceritakan tentang bayi raksasa dan dibuat secara lokal, baru-baru ini menjadi top di Tiongkok bahkan menjadi film terlaris dengan penjualan tiket mencapai 2,43 miliar yuan. Film ini merupakan film yang diproduksi pertama secara domestik yang memegang posisi teratas setelah lebih dari dua dekade.

Sebuah Kesepakatan yang Menarik

Selain itu, kesepakatan dengan studio lokal juga terlihat menarik bagi para pembuat film asing karena Tiongkok masih membatasi jumlah film asing yang dapat ditampilkan di bioskop mereka.

Flagship Entertainment ditargetkan akan merilis film pertamanya paling cepat pada tahun depan, demikian dikatakan kedua perusahaan dalam pernyataan mereka seperti dilansir oleh WSJ. Dikatakan kemitraan akan memanfaatkan keahlian distribusi Warner Bros dan melihat apa yang industri sebutkan sebagai tentpole films, atau film-film dengan anggaran besar guna menuai penjualan tiket yang besar juga.

Anggota tim kesepakatan Warner Bros, Li Ruigang, pendiri China Media Capital dan chairman perusahaan media besar milik negara Shanghai Media Group. Dari posisi pada kedua perusahaan tersebut, Li juga telah mengajukan penawaran bisnis dalam beberapa tahun terakhir dengan DreamWorks Animation SKG dan Walt Disney Co.

nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.