Kalkulator Senilai USD 220 vs Tablet Seharga USD 50, Terbalik?

(Business Lounge – Global News) Casio telah merilis kalkulator baru dan Amazon juga merilis tablet baru minggu ini, yang satunya senilai USD 220 (sekitar 3,1 juta rupiah) dan yang lainnya seharga USD 50 (sekitar 720ribu rupiah). Ya, kalkulator yang berharga USD 220 adalah kalkulator Casio S100. Kalkulator tersebut bukan kalkulator grafik, atau aplikasi kalkulator di hardware mahal ataupun berkelas. Kalkulator ini adalah kalkulator berbentuk, persegi dengan 12-digit, yang biasa anda gunakan ketika bersekolah dulu.

Sementara tablet seharga USD 50 adalah keluaran terbaru Amazon, yaitu tablet Fire. Berukuran 7-inch, 8-gig, quad-core, baterai tahan lama, aplikasi untuk menonton dan men-download film, berukuran mini, serta touchscreen. Tidak hanya itu, selain menawarkan pilihan di antara sekian banyak hal-hal lain, tablet ini juga memberikan akses kepada lebih dari 3.000 aplikasi kalkulator gratis.

Perbedaan di antara kedua produk baru yang murah dan mahal ini mungkin tampaknya mencengangkan, tapi ternyata tidak. Hal ini akan mengingatkan kita bagaimana teknologi dapat menjadi indah melalui banyak cara.

Tablet Canggih yang Murah

Tablet Fire bukanlah tablet senilai USD 50 yang pertama. Walmart telah menjual papan tulis Android dari perusahaan ternama seperti Visual Land, Ematic, JLab dan RCA selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Secara teknis papan tersebut adalah tablet, meskipun bukan sesuatu yang Anda ingin gunakan untuk menghabiskan waktu. Melainkan suatu penanda dari bentuk paling terbelakang dengan semua orang sedang berlomba-lomba.

Akan tetapi, tablet Fire terbaru milik Amazon sama sekali berbeda. Tablet ini lebih ringan, dengan baterai tahan lama, sementara tampilannya seharusnya telah meningkat berkat teknologi in-plane switching (IPS), meskipun tablet ini tidak akan memenangkan penghargaan, atau berada di posisi setara dengan iPad Air 2 atau 10-inch Kindle HD.

Alasan Amazon menjual Tablet dengan Harga yang Sangat Murah

Amazon tidak membuang keuntungan lebih hanya dengan menjual tablet murah, bagaimanapun juga Amazon adalah bisnis yang mencari keuntungan lebih. Ada alasan sederhana mengapa Amazon mampu menawarkan Fire dengan harga yang sangat murah, selain dari penurunan peringkat dibandingkan dengan tablet yang lebih mahal. Hardware Amazon dijual dengan biaya untuk mendorong penjualan konten dan keanggotaan Prime, yang menyebabkan peningkatan penjualan melalui operasi ritel Amazon. Anggap tablet Fire sebagai jembatan penghubung dengan sisi lain dari tablet penghubung ini terletak sebuah keranjang belanja Amazon.

Tidak Tertinggal Sejauh yang Dibayangkan

Kebanyakan orang pada akhirnya akan meninggalkan produk murah mereka dan membayar untuk yang lebih mahal, seperti iPad, namun tidak semua orang sanggup membelinya, sementara smartphone dengan tingkat kualitas setara dan komputer tetap bernilai ratusan dolar. Meskipun tablet Fire tidak akan dapat mengalahkan para saingannya itu, tablet ini akan lebih dapat dijangkau kebanyakan orang.

Selain itu, daripada membandingan Fire dengan tablet kuno dari Walmart, ada produk lain yang lebih layak untuk dibandingkan dengan tablet Fire. Kurang dari tiga tahun yang lalu, Apple merilis iPad mini 7,9-inch. Tablet Fire yang baru memiliki layar lebih besar dengan pixel per inci dari tablet iPad mini itu. Tablet Fire juga memiliki prosesor yang lebih cepat, dan RAM yang dua kali lipatnya iPad mini. Penyimpanan juga diperluas. Hal ini dapat mengakses Amazon Underground, yang menyediakan game gratis yang pada platform lainnya yang mengandalkan pembelian aplikasi. IPad Mini, pada saat peluncuran, dimulai pada harga USD 330.

Tablet Fire baru Amazon belum tentu lebih baik dari iPad mini pertama, dan perbandingan selama tiga tahun mungkin menjadikan table Fire sebagai ketinggalan jaman. Bagaimanapun juga, fakta bahwa keduanya sebanding merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Tablet Fire masih menjadi bagian dari perlombaan pada tingkat bawah, tapi setidaknya tidak terlalu rendah. Bahkan, sebenarnya tablet Fire cukup dekat dengan posisi atas, dimana Nexus 7 berada pada beberapa tahun yang lalu.

Kalkulator Primitif nan Mewah

Selanjutnya adalah Cassio S100. Untuk kalkulator senilai USD mungkin anda merasa curiga dan bila melakukan pencarian melalui Google, mungkin akan muncul yang lebih mampu dari S100. Tidak ada update firmware yang dapat diharapkan dari kalkulator ini; bahkan tidak bisa terhubung ke internet.

Lalu apa yang membuat kalkulator ini sebegitu mahal? Simpel saja, kalkulator itu indah. Paduan tubuh aluminium yang akan membuat pemiliknya merasa mewah. Casio juga menambah beberapa inovasi teknologi kalkulator. Display yang memiliki dua sisi lapisan anti-reflektif untuk membaca dengan mudah, sementara kunci yang “berbentuk V” yang merupakan inovasi pertama bagi kalkulator meja, membangkitkan kunci inovatif “mekanisme kupu-kupu” di Apple MacBook. Angka-angka dan kata-kata pada tombol yang diintegrasikan sebagai bagian dari proses pencetakan, yang berarti mereka tidak akan pudar meskipun telah ditekan berulang kali.

Fungsi itu saja masih tidak membenarkan harganya yang mahal. Kelangkaan adalah salah satu faktor. Casio mengatakan akan memproduksi hanya 5.000 unit pada tahun ini. Nostalgia adalah alasan lain; S100 menandai peringatan 50 tahun pertama kalkulator meja elektronik.

Perbedaan Fungsi dari S100 dan Tablet Fire

S100 bukanlah sesuatu yang ada untuk digunakan, melainkan sesuatu yang ditampilkan atau setidaknya, S100 ada jika Anda memiliki cukup uang dan cukup minat terhadap kalkulator untuk melakukannya.

Sementara tablet Fire secara eksplisit dirancang untuk dijual sebanyak mungkin, S100 ada secara eksklusif untuk orang-orang tertentu. S100 merupakan barang untuk para kolektor, sebuah piala untuk penggemar kalkulator dan penggemar Casio.

Merupakan Barang Koleksi Bukan Antik

Gary Piattoni, penilai barang antik yang memperhitungkan gadget dan teknologi dalam bidang keahliannya, mengatakan bahwa terdapat perbedaan yang jelas antara “koleksi” dan “barang antik”. Anda harus melakukan pembelian terhadap S100 karena mereka sesuatu yang benar-benar Anda inginkan, bukan karena berpikir dalam hal potensi investasi.

Sebuah tablet senilai USD 50 yang mungkin cukup baik. Sebuah kalkulator seharga USD 220 yang tidak bisa berbuat banyak. Dalam sudut pandang tertentu, mungkin keduanya tampaknya sedikit ‘gila’. Meskipun begitu, kegilaan ini menunjukkan janji teknologi yang terlalu mencolok. Keduanya merupakan jendela dari gadget masa depan.

Alvin Wiryo Limanjaya/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana