Supermarket dan Perkembangannya Hingga Kini

(Business Lounge – Manage Your Business) Saat ini konsep supermarket menjadi sesuatu yang familiar dan nyaman bagi pelanggan sebab konsep ini memungkinkan setiap pelanggan dapat melihat produ dan harganya, lalu dapat mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya sebelum akhirnya memutuskan untuk membelinya dan membayar di kasir.

Kisah munculnya supermarket dimulai sejak tahun 1916, ketika seorang bernama Claurence Saunders memiliki ide self service bagi tokonya Piggly Willy. Pada awal abad ke-20, pelanggan sangat dilayani. Pelayan toko akan mencarikan barang yang diminta pelanggan dan bila cocok maka akan terjadi tawar menawar. Namun karena belum menggunakan sistem yang canggih, proses hingga selesainya transaksi dapat memakan waktu cukup lama.  Itulah sebabnya pada tahun 1920 seorang bernama Michael Cullen memiliki ide untuk menghilangkan proses tawar menawar. Dia ingin mencari cara baru untuk menghilangkan permasalahan mencari dan menawar ini. Bagi banyak orang, ide ini dianggap aneh pada jaman itu.

Pertama, ia mendiskusikan idenya dengan para pegawainya dan bertanya “Bagaimana kalau kita atur semua barang di toko, kita cantumkan harganya dan biarkan saja pelanggan mencari sendiri apa yang mereka butuhkan. Mereka baru membayar waktu mau keluar.”

Keberatan demi keberatan dari para pegawainya pun muncul. “Pelanggan maunya dilayani, mana mau mereka mencari sendiri.” “Semua barang harus dipasangi harga, repot!” “Pelanggan pasti bingung kalau tidak dicarikan.” “Apa??? Bapak mau membiarkan orang berkeliaran di dalam toko kita?” Namun, Cullen terus melanjutkan idenya dan terciptalah supermarket pertama di dunia, the King Kullen store di New Jersey.

Inovasi terjadi dari sebuah pikiran yang dianggap “melawan arus” saat itu. Cullen semakin mengembangkannya dengan membuat diskon khusus untuk produk tertentu, menambahkan tempat parkir, makanan segar dan sebagainya.

Contoh lainnya adalah Great Atlantic & Pacific Tea Company yang juga menjadi supermarket yang sukses pada tahun 1920 di Kanada dan Amerika Utara. Keunikan sistem baru ini adalah para pegawai akan mengisi rak dengan persediaan barang setiap pagi dan para konsumer dapat memilih dan membawa barang belanja mereka ke kasir.

Sistem Supermarket memang memiliki resiko terjadinya pencurian namun biaya mencegah pencurian sebanding dengan pengurangan biaya tenaga kerja karena pegawai yang diperlukan lebih sedikit daripada sistem konvensional.

Pada tahun 1950, akhirnya Michael Cullen diikuti oleh para pemilik toko kelontong lainnya seperti toko Kroger dan Safeway. Pada saat itu kondisi perekonomian sedang menurun dan Kroger akhirnya membangun sebuah supermarket yang keempat sisinya dikelilingi oleh tempat parkir.

Setelah perang dunia II, Supermarket semakin berkembang di semua kota seperti di Kanada dan Amerika Serikat dan merambah ke seluruh dunia. Sampai hari ini supermarket telah berkembang bukan hanya menjual makanan tapi menjual segala sesuatu yang Anda butuhkan. Beberapa diatur tersegmen dengan baik dan ditampilkan dengan menarik.

Supermarket yang hanya menjual barang pada bidang tertentu juga bertebaran di mana-mana seperti supermarket elektronik, supermarket bahan bangunan, supermarket furniture dan lain sebagainya.

Vera Herlina Vera Herlina/VMN/BL/CEO of Management Soft Skill Academies Vibiz Consulting Group