Maskapai Penerbangan Eropa dan AS Tarik Pelanggan Kembali ke Websitenya

(Business Lounge – Global News) Maskapai penerbangan Eropa dan Amerika mencoba untuk menarik penumpang mereka dari situs penjualan tiket penerbangan yang menawarkan harga rendah, untuk kembali ke website penjualan mereka sendiri. Upaya untuk meningkatkan keuntungan adalah dengan menjual layanan tambahan seperti tambahan ruang kaki atau akses ke lounge bandara demikian seperti dilansir oleh WSJ.

Maskapai di seluruh Eropa dan Amerika Serikat sedang bereksperimen dengan strategi untuk membawa wisatawan kembali ke situs web mereka sendiri. Upaya-upaya yang dilakukan berkisar dari meningkatkan proses pemesanan untuk menambahkan biaya bila tiket dipesan menggunakan distributor pihak ketiga, dengan mereka sendiri mengenakan biaya kepada maskapai penerbangan untuk layanan mereka.

Penambahan Fasilitas untuk Menarik Pelanggan

Banyak penerbangan yang merencanakan untuk menyesuaikan paket wisata dengan akses lounge, tambahan ruang kaki atau hotel untuk menginap, dan pemesanan restoran karena daerah maskapai penerbangan merupakan tempat di mana pendapatan memiliki lingkup terbesar untuk tumbuh. Model tersebut dapat menekan situs penjualan online lain yang memasarkan tiket dengan tarif dasar.

Maskapai Jerman─Lufthansa hanya mendapat kenaikan sebesar 10% dari pendapatannya melalui penjualan tambahan tersebut dan ingin menumbuhkan pendapatan tersebut dengan jumlah yang tidak ditentukan. Ryanair, yang telah memimpin dalam metode penjualan seperti itu, telah mendapatkan kenaikan pendapatan lebih dari 30% dari usaha tambahannya.

Ryanair merombak situsnya untuk menawarkan harga penerbangan 100 juta penumpang tahunannya, serta kamar hotel yang murah dan diskon restoran di lokasi tertentu. CEO Ryanair Michael O’Leary mengatakan bahwa ia ingin para saingan penerbangan lainnya berbagi harga mereka di situs penerbangan dengan harga rendah, meskipun gagasan itu belum dianut oleh para pesaingnya.

Pelanggan Cenderung Membandingkan Harga Maskapai dan Distributor

Masing-masing maskapai besar menghabiskan ratusan juta dolar per tahun untuk mendistribusikan tarif mereka melalui Global Distribution System (GDS), yang disediakan oleh Amadeus IT Holding, Sabre Corp., dan Travelport yang memungkinkan pelanggan untuk dengan mudah dapat langsung membandingkan tarif perjalanan dari perusahaan dan dari pihak ketiga.

Bertujuan untuk menutup biaya, Lufthansa telah memperkenalkan biaya 16 euro untuk pemesanan melalui perusahaan GDS, sebuah langkah yang telah dikritisi oleh sesama bisnis maskapai lainnya dan oleh manajer perjalanan. Lufthansa mengatakan biaya GDS tahunan lebih dari 100 juta euro (USD 113 juta) dan biaya GDS beberapa kali lebih tinggi dibandingkan saluran pemesanan lainnya.

CEO Lufthansa─Carsten Spohr mengatakan bahwa maskapainya telah melihat perbedaan harga yang besar melalui berbagai saluran penjualan dan telah menerima lebih banyak permintaan dari penumpang untuk layanan yang lebih personal.

Gerakan terbaru dalam kompetisi menarik pelanggan antara maskapai penerbangan dan distributor pihak ketiga telah mendorong beberapa pendukung konsumen dan perusahaan teknologi perjalanan untuk memperingatkan bahwa operator justru membuat para wisatawan kesulitan untuk membandingkan harga. Sehingga Departemen Transportasi AS sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan aturan yang mewajibkan maskapai untuk mengungkapkan biaya tambahan pada semua titik penjualan.

Maskapai mengatakan mereka merupakan salah satu industri yang paling transparan di dunia ketika menyangkut harga, meskipun perbedaan antara produk mereka dan pengisian untuk layanan seperti bagasi dan kursi pilihan menjadi penyebab yang menyulitkan perbandingan harga.

Tidak akan Mudah untuk Mendapatkan Pelanggan Kembali

Hampir setengah dari wisatawan yang melakukan pemesanan secara online menggunakan agen perjalanan online seperti Expedia Inc. atau situs metasearch seperti Kayak milik Priceline Group Inc., atau TripAdvisor Inc.

Tidak peduli seberapa bagus website yang dibuat, pelanggan telah terbiasa untuk menggunakan aggregator. Tidak hanya tiket penerbangan, bahkan untuk asuransi rumah, asuransi kendaraan bermotor, hipotek, apa pun yang dicari, mereka akan membandingkan harga.

Untuk menggambarkan kenaikan cepat dari perusahaan perjalanan online, Lufthansa memiliki kapitalisasi pasar yang sama seperti Priceline sejak pertengahan 2009, tetapi sejak itu nilai Priceline telah melonjak menjadi USD 63 miliar, 10 kali dari Lufthansa.

Carsten Schaeffer, kepala Eropa tengah dan Nordics di Sabre Travel Network, mengatakan sulit untuk maskapai untuk mencocokkan layanan yang ditawarkan oleh distributor. Situs pihak ketiga menawarkan penerbangan akses ke konsumen yang lebih luas tetapi juga mengenakan biaya dan juga dengan mengorbankan kontrol penjualan.

Alvin Wiryo Limanjaya/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana
Image:Antara