Mengenal Lebih Jauh G-20

(Business Lounge – Do You Know?) Pertemuan negara-negara kelompok G-20 baru saja usai. Utusan dari Indonesia adalah Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, yang menyatakan hasil pertemuan tersebut memberikan gambaran soal perekonomian‎ hingga akhir tahun 2015 dan 2016, yang disimpulkan bahwa hampir semua negara sepakat bahwa tahun ini menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah.

Apa itu G-20? Tidak ada salahnya kita melihat dan mengenal lebih jauh kelomok G-20 ini.

G-20 didirikan secara resmi  pada 26 September 1999

G-20 merupakan forum internasional untuk pemerintah dan gubernur bank sentral dari 20 negara, yang terdiri dari 19 negara individu yaitu Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Cina, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan , Turki, Inggris dan Amerika Serikat, ditambah dengan Uni Eropa (UE)yang diwakili oleh Komisi Eropa dan Bank Sentral Eropa.

G-20 didirikan sebagai inisiatif pasca-Perang Dunia II yang bertujuan untuk melakukan koordinasi internasional tentang kebijakan ekonomi

Pertemuan perdana G-20, berlangsung pada 15-16 Desember 1999 di Berlin. Menteri Keuangan Kanada Paul Martin terpilih menjadi ketua dan menteri keuangan Jerman Hans Eichel menjadi tuan rumah pertemuan perdana

G-20 memiliki fokus utama pada pengelolaan ekonomi global, namun tema pertemuan bisa bervariasi dari tahun ke tahun.

Pertemuan G-20 diadakan sebagai respon terhadap krisis keuangan 2007-2010 dan pengakuan yang berkembang bahwa negara-negara berkembang (emerging countries) perlu dilibatkan dalam pembahasan ekonomi global dan pemerintahan.

Setelah KTT perdana tahun 2008 di Washington, DC, para pemimpin G-20 bertemu dua kali setahun di London dan Pittsburgh pada 2009, Toronto dan Seoul pada tahun 2010.

Setelah itu, sejak 2011, KTT G-20 diadakan setiap tahun. Tahun 2011 di Perancis, 2012 di Mexico, 2013 di Rusia, 2014 di Australia dan 2015 di Turki. Untuk tahun 2016 rencananya akan diadakan di China.

G-20 beroperasi tanpa sekretariat tetap atau staf. Kursi kelompok berputar setiap tahun antara anggota dan dipilih dari kelompok regional yang berbeda dari tiap negara.

Pada tahun 2010, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pernah mengusulkan pembentukan secretariat permanen G-20, mirip dengan PBB. Seoul dan Paris yang diusulkan sebagai lokasi kantor pusat. Brazil dan China mendukung pembentukan sekretariat, namun Italia dan Jepang menolak usulan tersebut. Korea Selatan mengusulkan ” sekretariat secara maya” sebagai alternatif.

Secara kolektif, ekonomi G-20 ekonomi sekitar 85% dari produk bruto dunia (GWP), 80% dari perdagangan dunia, dan dua-pertiga dari populasi dunia.

Dodo/BL/VMN/Journalist
Editor : Ruth Berliana
image : wikimedia