Ternyata si Millennial Cinta Keluarga loh

(Business Lounge – Empower People) Kita pernah membahas bagaimana berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Ernst & Young baru-baru ini mengenai work-life balance maka didapati bahwa sepertiga dari jumlah responden yang berjumlah 9.700 orang mengatakan bahwa mereka mengalami kesulitan yang bertambah dalam mengelola keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan mereka, terutama generasi muda yang telah berstatus sebagai orang tua.

Namun menarik sekali untuk melihat bagaimana survey yang diadakan kepada responden dengan usia antara 18-67 tahun yang adalah karyawan penuh waktu di delapan Negara (US, UK, India, Jepang, Tiongkok, Jerman, Meksiko, dan Brasil) ternyata mendeteksi bahwa para millennials cenderung berani untuk mengambil resiko.

EY Survey - Sacrifice Sejumlah 77% dari millennial didapati berani untuk mengubah pekerjaannya dan 76% berani untuk mengubah karirnya demi untuk me-manage hal-hal yang penting baik bagi dirinya, keluarga, maupun pekerjaannya. Dibandingkan dengan golongan boomer yang hanya 49% yang berani untuk mengubah pekerjaan serta 44% yang berani mengubah karir. Sedangkan gen x tidak terlalu berbeda jauh presentasenya dari si millenial (71%) dan (62%).

Sebagai pertimbangan, tentu saja faktor usia sangat menentukan. Seorang millennial tentulah berusia lebih muda dan masih memiliki perjalanan yang panjang untuk dapat bereksperimen dibandingkan para seniornya.

Namun hal yang perlu disoroti dari para millenial adalah bagaimana mereka memiliki tanggung jawab serta kepedulian yang besar kepada keluarga, anak-anak, atau anggota keluarga lainnya. Sebanyak 53% dari responden millenial berani untuk berhenti bekerja (baik responden atau pasangannya) untuk dapat menjaga anggota keluarganya. Sebanyak 65% berani mengurangi waktu baik untuk dirinya ataupun pasangannya untuk dapat me-manage dirinya atau keluarganya. Bahkan sejumlah 59% berani untuk berhenti bekerja demi merawat anaknya.

Dibandingkan dengan dua generasi yang lebih senior darinya, millennial memang terbilang lebih berani untuk mengambil resiko dengan mengorbankan apa yang dimiliki atau pasangannya miliki demi mengambil tanggung jawabnya.

Mengorbankan pekerjaan maupun karir adalah bentuk pengorbanan yang paling tinggi bagi millennial di dalam mengambil tanggung jawabnya. Selain itu mengorbankan kesempatan untuk mendapatkan promosi juga merupakan pilihan yang berani untuk ditempuh dalam menunaikan tanggung jawabnya.

Bahkan untuk keberanian pindah ke negara lain untuk memperoleh parental leave yang lebih baik, tetap lebih banyak dimiliki oleh kaum millennial dibandingkan oleh gen X dan boomer. Dalam berbagai sisi, nampaknya millenial lebih berani untuk mengorbankan kepentingannya walaupun harus mengambil resiko yang cukup besar demi kepentingan keluarga, pekerjaan, dirinya, atau anggota keluarga lainnya.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Ernst & Young