Bayangkan! 90% Burung Laut Telah Mengkonsumsi Plastik

(Business Lounge – Do You Know?) Pada Senin lalu (31/8), sebuah laporan yang dirilis oleh National Academy of Sciences menyatakan bahwa sebesar sembilan puluh persen dari semua burung laut telah mengkonsumsi plastik.

Burung Laut Mengandung Plastik

Para peneliti yang berasal dari National Academy of Sciences mengatakan bahwa mereka telah menemukan segala macam barang-barang plastik di dalam burung laut, termasuk balon, glowsticks, pemantik api, mainan mobil, dan berbagai mainan lainnya. Berdasdarkan penemuan dan penelitian yang dilakukan inilah disimpulkan bahwa hal ini telah terjadi 90% burung laut.

Selain itu juga diprediksikan bahwa pada tahun 2050, kemungkinan besar semua tubuh burung telah mengandung plastik oleh karena semua akan pernah mengkonsumsi plastik.

Pelaporan yang disebut dengan Proceedings of the National Academy of Sciences ini juga menyajikan data sebagai perbandingan bahwa pada awal 1960-an persentase burung laut yang mengkonsumsi plastik adalah kurang dari lima persen. Namun hal ini bertambah dengan pesat setelah terjadinya ledakan pada dunia industri manufaktur plastik.

Burung Camar dan Penguin yang Menjadi Korbannya

Dalam pelaporan tersebut dituliskan juga bahwa burung albatros, penguin, shearwaters, dan burung-burung camar merupakan jenis yang paling mungkin untuk makan plastik dan ini dapat mendatangkan penyakit yang parah bahkan kematian.

Mengapa burung-burung tersebut dapat mengkonsumsi plastik? Karena mereka mengira plastik tersebut adalah telur ikan atau makanan yang memang dapat mereka makan.

Studi ini juga menjelaskan bahwa kandungan plastik itu telah terjadi di sekitar Amerika Serikat dan perairan Eropa karena kandungan dari butiran plastik. Kondisi yang buruk juga terjadi di Pasifik dekat Australia dan Selandia Baru tempat sejumlah besar spesies burung hidup.

Masalah Polusi Plastik

Polusi plastik di laut merupakan masalah lingkungan global yang muncul dengan cepat, dengan konsentrasi tinggi (hingga 580.000 buah per km2) dan distribusi global, didorong oleh peningkatan produksi secara eksponensial. Burung laut sangat rentan terhadap jenis polusi dan secara luas diamati dapat menelan plastik mengambang. NAS menggunakan campuran survei literatur, pemodelan oseanografi, dan model ekologi untuk memprediksi risiko menelan plastik untuk 186 spesies burung laut secara global. Dampak yang paling besar di batas selatan India, Pasifik, dan Samudra Atlantik, sebuah wilayah dianggap relatif murni. Meskipun bukti dampak tingkat populasi dari polusi plastik masih muncul, hasil menunjukkan bahwa ancaman ini secara geografis tersebar luas, luas, dan meningkat pesat.

NAS berharap ada jalan keluar untuk menolong mahluk hidup ini dengan pengelolaan sampah yang efektif.

Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)

Laporan yang dirilis dalam bentuk jurnal yang disebut Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) ini merupakan jurnal ilmiah resmi ilmiah yang diterbitkan oleh National Academy of Sciences sejak tahun 1915. Adapun yang menjadi studinya adalah mencakup ilmu-ilmu biologi, fisika, dan sosial dan menerbitkan “penelitian asli dari kepentingan yang luar biasa” didukungoleh ulasan ilmiah, komentar-komentar, dan surat-surat.

Pada tahun 1999 sampai tahun 2009, PNAS merupakan jurnal kedua yang paling banyak dikutip di semua bidang ilmu pengetahuan. PNAS cetak diterbitkan mingguan sedangkan dapat diakses harian secara online melalui PNAS Early Edition.

PNAS didirikan oleh National Academy of Sciences (NAS) pada tahun 1914, dengan edisi pertama diterbitkan pada tahun 1915. NAS itu sendiri telah didirikan pada tahun 1863 sebagai lembaga swasta, tetapi disewa oleh Kongres Amerika Serikat, dengan tujuan untuk “menyelidiki , memeriksa, melakukan percobaan, dan melaporkan atas subjek ilmu atau seni “. Pada tahun 1914 NAS telah mapan.

Sebelum dimulainya PNAS, National Academy of Sciences menerbitkan tiga volume transaksi organisasi, sebagian besar terdiri dari risalah rapat dan laporan tahunan. Sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh astronom George Ellery Hale, menteri luar negeri dari NAS pada tahun 1914, PNAS menerbitkan pengumuman singkat untuk pertama kali tentang anggota Academynya dan kerja samanya di luar negeri.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : wikimedia