Tiga Gaya Steve Jobs Untuk Meeting yang Produktif

(Business Lounge – Do You Know?) Ada banyak orang yang senang sekali mengadakan meeting, mengumpulkan banyak orang, membicarakan banyak hal tetapi kemudian tidak satu pun yang terealisasi. Atau, andaikata pun terealisasi, membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengeksekusinya. Pertemuan yang seperti ini dapat dikatakan tidak efektif dan tidak produktif.

Steve Job, pendiri Apple bukan orang yang demikian. Ia selalu menyukai pertemuan-pertemuan yang produktif. Berikut adalah 3 cara bagaimana Steve Job mengadakan pertemuan yang produktif yang diungkapkan Ken Segall dalam bukunya yang berjudul “Insanely Simple, berdasarkan pengalaman saat ia pernah bekerja dengan Steve Job di masa hidupnya.

1. Pertemuan diadakan dalam kelompok yang sekecil mungkin.

Dalam satu cerita yang dituliskan Segall, suatu kali Jobs akan memulai pertemuan mingguan dengan biro iklan Apple. Kemudian Jobs melihat seseorang yang baru. Sejenak Job berhenti dan menatap seorang baru tersebut sambil bertanya, “Siapa Anda?” Orang tersebut kemudian dengan tenang menjelaskan bahwa ia diminta untuk ikut dalam pertemuan tersebut karena dia adalah bagian dari proyek pemasaran terkait. Job sejenak mendengarkannya lalu kemudian dengan sopan menyuruhnya keluar.

Hal ini juga diterapkan pada dirinya sendiri, yaitu ketika suatu kali Presiden Barack Obama memintanya untuk bergabung dalam pertemuan kecil para pembesar teknologi dan Jobs menolak. Menurutnya Presiden mengundang terlalu banyak orang.

2. Ia memastikan seseorang akan bertanggung jawab untuk setiap item dalam agenda.

Inti dari mentalitas Job adalah “accountability mindset” yang berarti bahwa proses dilakukan sesuai dengan yang seharusnya sehingga semua orang tahu siapa yang bertanggung jawab untuk apa.

Pada tahun 2011, Adam Lashinsky pernah menceritakan bahwa selalu ada “DRI,” or directly responsible individual yang akan muncul dalam agenda meeting. Sehingga setiap orang tahu siapa yang akan bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, kemudian akan ada action list yang disertai dengan DRI.  Hal ini terutama sangat berguna saat Apple masih menjadi startup.

3. Dia tidak akan membiarkan orang-orang bersembunyi di balik PowerPoint.

Walter Isaacson, penulis biografi “Steve Jobs” mengatakan bahwa Jobs benci presentasi formal, tapi dia menyukai pertemuan tatap muka yang bebas.

Setiap Rabu sore, ia memiliki agenda pertemuan dengan tim pemasaran dan iklan. Jobs akan melarang slideshow karena Jobs ingin timnya untuk berdebat dengan penuh semangat dan berpikir kritis, semua tanpa bersandar pada teknologi.

Jobs mengatakan bahwa orang-orang yang tahu apa yang mereka bicarakan tidak memerlukan PowerPoint.

Dengan 3 cara inilah Steve Jobs menghasilkan ide-ide briliannya dan sanggup membawa Apple menjadi sebuah perusahaan raksasa dunia.

nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana