(Business Lounge – Operate Efficiently) Menurut laporan Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2013 yang berjudul ”Food Wastage Foodprint: Impacts on Natural Resources”, sebanyak 1,3 miliar ton makanan terbuang per tahun. Jika dikalkulasi, limbah makanan sebesar ini mengkonsumsi air setara dengan 250 kilometer kubik per tahun atau setara dengan volume air Danau Jenewa.

FAO juga menyebutkan bahwa limbah makanan ini merupakan masalah yang serius. Limbah ini penyumbang gas emisi rumah kaca ketiga terbesar di dunia atau setara dengan 3,3 miliar ton karbondioksida per tahun. Ironisnya lagi, saat limbah makanan itu terbuang, di beberapa negara belahan dunia masih terdapat 870 juta penduduk yang kelaparan setiap harinya. Masih menurut FAO, 54% limbah makanan terbuang saat pangan tersebut diproduksi, dipanen dan disimpan, sedangkan 46% limbah terjadi saat pangan tersebut diolah, dikirim dan dikonsumsi.

Berdasarkan hasil studi University of Arizona, jumlah limbah makanan yang terbuang di restoran mencapai 11% dari jumlah makanan yang dibeli. Maka, bagi pemilik restoran penting untuk cara menerapkan manajemen limbah makanan yang efektif. Bagi Anda yang memiliki bisnis restoran atau bisnis kuliner, berikut tips untuk mengelola dan mereduksi limbah makanan.

Pertama, bentuk tim yang bertugas mengelola limbah makanan. Anda dapat merekrut tim profesional atau pekerja internal yang ada. Pilih pekerja yang terbiasa mempersiapkan makanan atau membersihkan makanan, karena mereka lebih tahu komposisi makanan dan makanan yang terbuang. Bekali mereka dengan pemahaman tentang metode monitoring, penyimpan, dan daur ulang.

Kedua, monitor dan analisa limbah makanan. Pada dasarnya ada dua jenis limbah restoran, yaitu limbah makanan yang disisakan sebelum orang memakan makanan tersebut, dan limbah sisa setelah orang makan. Limbah makanan yang disisakan sebelum orang makan umumnya karena persiapan makanan yang kurang baik, seperti makanan belum matang, mutu tidak bagus, dan lain lain. Solusi untuk ini adalah daur ulang atau donasikan ke bank makanan di sekitar Anda.

Sementara limbah sisa setelah orang makan terjadi di saat restoran Anda menggunakan piring atau gelas plastik yang siap dibuang. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa limbah yang akan memberi Anda informasi seberapa banyak limbah yang restoran Anda hasilkan dan seberapa besar reduksi limbah yang bisa dilakukan melalui manajemen limbah, daur ulang, dan penggunaan ulang.

Ketiga, identifikasi jumlah dari masing-masing limbah dan lakukan inventarisasi lebih sering untuk membandingkan pembelian dan jumlah sampah/limbah. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

  1. Lakukan pendekatan dengan berbicara kepada pekerja Anda mengenai limbah yang dihasilkan
  2. Pisahkan tempat pembuangan limbah sesuai dengan jenis limbahnya
  3. Catat jenis dan jumlah limbah yang dihasilkan.
  4. Dokumentasikan nota pembelian dan dokumen lainnya

Keempat, ciptakan ide untuk mereduksi jumlah limbah makanan. Misalnya, dengan mengubah porsi makanan. Identifikasi menu jenis apa yang sering meninggalkan banyak sisa dan cari tahu juga apakah ukuran piring makan mempengaruhi porsi makanan, sehingga Anda bisa melakukan pengurangan porsi pada menu makanan tersebut. Dalam hal ini, Anda tidak hanya mereduksi limbah makanan, tapi juga bisa mengurangi biaya produksi.

Lalu, lakukan pembelian bahan makanan secara bijak. Telusuri bahan makanan apa yang sering Anda beli, namun masih tersisa meskipun masa berlakunya sudah habis.

Edukasi para pekerja. Berikan pekerja Anda pengetahuan tentang manajemen limbah dan keuntungannya. Selain itu berikan pelatihan mengenai pergerakan yang efektif ketika berada di dapur.

Kemudian, ciptakan sistem penyimpanan yang efektif. Simpan bahan makanan, buah, dan sayuran secara layak pada tempatnya untuk menambah umur simpan bahan. Terapkan juga sistem inventori yang relevan dengan restoran Anda guna menghindari kerusakan bahan atau pembuangan bahan yang sia-sia.

Kelima, daur ulang apapun yang bisa didaur ulang. Di sini penting bagi Anda untuk menciptakan sistem daur ulang. Pada dasarnya limbah makanan merupakan limbah organik yang dapat sepenuhnya didaur ulang, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai kompos dan sumber energi alternatif lainnya.

Botol plastik, kaleng, palet kayu dan kertas juga bisa digunakan ulang atau didaur ulang. Buat kerja sama dengan perusahaan daur ulang. Dengan cara ini Anda akan memperoleh tambahan penghasilan dari sampah dan servis gratis pengangkutan sampah tersebut.

Usahakan untuk selalu membeli produk yang terbuat dari bahan daur ulang. Dengan demikian Anda telah membantu program daur ulang dan keberlanjutan hidup di planet bumi ini.

Selamat bertugas.

Banguning Asgha/VMN/BL/Podomoro University
Editor: Ruth Berliana

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.