Penawaran Investasi Obligasi

(Business Lounge – Manage Your Finances) Obligasi adalah bentuk investasi yang biasa diperdagangkan, namun bagi kebanyakan orang masih sering menjadi misteri, jadi mari kita selidiki bagaimana obligasi dapat menguntungkan seorang investor dan meningkatkan portfolio investasi mereka. Obligasi adalah hutang yang diberikan kepada sebuah perusahaan oleh investor.  Dengan mengeluarkan obligasi, perusahaan mendapatkan pinjaman dari seorang investor dan sebagai imbal balik perusahaan membayar bunga kepada investor. Perusahaan atau negara mengeluarkan obligasi biasanya untuk membiayai proyek baru atau pembiayaan jangka panjang. Investor mau membeli obligasi karena motif mengamankan uang mereka dengan tambahan bunga yang didapatkan. Obligasi sering dilihat sebagai alternatif investasi yang lebih tidak beresiko dibandingkan dengan saham, dan biasa digunakan untuk melakukan diversifikasi dalam portfolio.

Contoh obligasi yang dikeluarkan oleh RI adalah surat utang negara (SUN). Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan SUN dengan tujuan menutupi defisit APBN dan menawarkannya kepada investor. Tentunya obligasi dalam rupiah mengalami tekanan karena penguatan dolar Amerika terhadap nilai rupiah, yang menyebabkan investasi dalam rupiah kurang menarik. Obligasi juga dikeluarkan oleh perusahaan, contohnya Adhi Karya pernah mengeluarkan obligasi sebesar Rp125 miliar untuk seri A dengan bunga 8,1 persen untuk jangka waktu 5 tahun dan Rp500 miliar untuk seri B dengan bunga 8,5 persen untuk jangka waktu 7 tahun.  Pada saat jatuh tempo (maturity date) maka perusahaan harus mengembalikan besarnya obligasi sedangkan setiap tahunnya pembayaran bunga atau kupon dilakukan oleh perusahaan atau negara. Kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan, investor mendapatkan pengembalian yang menarik, sedangkan negara atau perusahaan berhasil membangun proyek-proyek, atau mengatasi pembiayaan jangka panjang.

Kinerja Obligasi Negara

Hasil Lelang Obligasi Negara

sumber : kementerian keuangan

Bila dibandingkan dengan investasi pada saham yang karakteristiknya tergantung pada permintaan dan penawaran pasar, maka obligasi lebih stabil. Obligasi dapat memberikan penghasilan yang karakteristiknya regular dan modal dijamin akan dikembalikan dalam jumlah yang sama.

Perbandingan Investasi Obligasi Dan Saham

obligasi vs saham

sumber:youtube

Meskipun sifatnya stabil, namun seperti investasi lainnya obligasi juga memiliki risiko. Risiko pertama yang mungkin terjadi adalah apabila pihak yang mengeluarkan hutang tidak dapat membayar pokok pinjaman yang dikenal dengan default risk. Semakin tinggi risiko kemungkinan bahwa sebuah perusahaan atau negara tidak dapat mengembalikan pokok pinjaman semakin tinggi tingkat bunga pengembaliannya. Issuer dalam hal ini yang paling dilihat adalah kondisi keuangannya, kalau negara biasanya dinilai  memiliki risiko yang lebih rendah  dibandingkan perusahaan karena faktor kebangkrutannya. Karena alasan ini diperlukan perusahaan independen yang melakukan rating seperti Pefindo. Risiko yang kedua adalah interest risk, terjadi saat ada penawaran investasi lain yang memiliki penawaran bunga yang lebih tinggi sehingga investor. Biasanya yang dilakukan untuk kondisi seperti ini adalah memberikan diskon terhadap harga obligasi yang dijual.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/Regional Head-Vibiz Research Center