(Business Lounge – Global News) Apple Inc. mengatakan bahwa perusahaan berlogo buah apel ini telah merekrut lebih dari 11.000 perempuan secara global dalam satu tahun terakhir ini. Hal ini berarti jumlah pekerja perempuan saat ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya lebih banyak 65 persen. Hal ini dilakukan Apple untuk meningkatkan keragaman karyawannya. Tidak hanya perempuan tetapi juga kaum minoritas. Selain meningkat 65% untuk kaum perempuan, Apple juga merekrut 50% lebih banyak untuk mereka yang berkulit hitam, dan 66% lebih banyak mereka yang berasal dari Amerika Latin. Data ini berdasarkan Annual Diversity Report dari Apple yang baru saja dirilis pada Kamis (13/8). Secara angka maka secara global, Apple telah merekrut 11,000 orang perempuan, 2,200 orang berkulit hitam, dan 2,700 orang ber-ras hispanik, sehingga kini Apple memiliki total karyawan 110,000 orang.

Upaya Diversity dari Apple

“Dalam 6 bulan pertama tahun ini, hampir 50 persen dari orang yang kami rekrut di Amerika Serikat adalah perempuan, berkulit hitam, ras Hispanik, atau penduduk asli Amerika,” demikian dikatakan Chief Executive Tim Cook dalam sebuah pesan yang dituliskannya pada website perusahaan. “Ini merupakan kelompok terbesar karyawan yang pernah kita rekrut dari kelompok yang kurang terwakili dalam satu tahun,” demikian Cook dalam sebuah surat yang menyertainya.

Namun, angka rekrutmen ini sebenarnya hanya mengubah sedikit untuk mengubah komposisi rasial dan jenis kelamin dari perusahaan, yang masih didominasi oleh laki-laki dan kulit putih. Tenaga kerja wanita perusahaan tumbuh 1 persen, menjadi 31 persen, dibandingkan dengan laporan tahun lalu. Jumlah karyawan kulit putih menurun dari 55 persen menjadi 54 persen, sementara jumlah orang Asia tumbuh dari 15 persen tahun lalu menjadi 18 persen pada 2015. Persentase karyawan Hispanik tetap statis di 11 persen, sementara jumlah orang kulit hitam tumbuh dari 7 persen tahun lalu menjadi 8 persen pada tahun 2015.

Cook mempertahankan adanya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Apple telah memiliki 92.600 karyawan penuh waktu pada September 2014.

Laporan keanekaragaman pada masa lalu telah memacu perdebatan nasional tentang kurangnya keragaman di perusahaan teknologi Silicon Valley dan bagaimana meningkatkan rasio jenis kelamin dan ras. Apa yang dialami oleh Apple adalah cerminan dari perusahaan besar lainnya di industri teknologi, yang cenderung memiliki karyawan berkulit putih dan didominasi oleh kaum laki-laki. Hal ini sebagai pengaruh industri teknologi pada isu-isu global yang telah berkembang. Beberapa raksasa Silicon Valley telah ada dalam pengawasan oleh karena adanya perlakuan yang berbeda terhadap wanita dan kaum minoritas, serta beberapa perusahaan lainnya menghadapi tuntutan hukum high-profile dan tuduhan diskriminasi.

Upaya Apple ini menuai pujian dari pejuang hak-hak sipil Jesse Jackson.

Tidak Hanya Apple

Pada hari Rabu (12/8), Intel juga merilis 2015 Mid-Year Inclusion Report, yang menunjukkan bahwa pada akhir 2014, lebih dari tiga-perempat karyawan dari perusahaan produsen pembuat chip ini atau 54.000 orang adalah laki-laki dan 56 persen berkulit putih.

Pada bulan Juni lalu, Facebook juga melaporkan bahwa 68 persen dari karyawannya adalah laki-laki dan bahwa lebih dari setengah karyawan berkulit putih. Google juga merilis diversity report pada bulan Juni yang menunjukkan bahwa hanya 30 persen dari tenaga kerjanya adalah perempuan.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : flickr – JD Hancock

Related Posts

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.