(Business Lounge – Global News) Hasil kuartalan terbaru milik perusahaan internet Tiongkok – Tencent Holdings Ltd. – menunjukkan adanya perlambatan bisnis dalam industri game online. Hal ini menandai diperlukannya perubahan strategi bisnis Tencent dalam memenuhi kebutuhan konsumen di negeri tirai bambu tersebut. Oleh karena itu Tencent mengambil berbagai langkah dalam mengatasi penurunan penghasilan mulai dari memaksimalkan strategi lama hingga melakukan hal yang tidak terduga.

Melambatnya Industri game di Tiongkok

Selama ini Tencent telah membangun bisnis yang menguntungkan dengan menawarkan game online kepada para pengguna jasa layanan pengiriman pesan dan jaringan sosial Tencent yang populer. Tetapi usaha untuk game yang dimainkan pada komputer pribadi menjadi semakin jenuh, sementara persaingan meningkat pada permainan melalui smartphone. Angka yang keluar pada hari Rabu (12/8) menunjukkan laju pertumbuhan game online melambat menjadi 17% pada kuartal kedua dari 28% pada kuartal pertama.

Memanfaatkan Iklan Online

Akibat melambatnya pendapatan dalam usaha games, Tencent mulai melihat pentingnya iklan online sebagai pendorong utama pertumbuhan masa depan Tencent. Pada kuartal kedua, pendapatan iklan online Tencent meningkat sebanyak 97% menjadi 4,07 milyar yuan atau sekitar IDR 8,7 triliun. Pendapatan video melalui iklan online di kuartal kedua lebih dari dua kali lipatnya penghasilan pada tahun sebelumnya, dengan lebih dari setengah dari pendapatan ini berasal dari mobile video.

Sekitar 17% dari pendapatan keseluruhan Tencent pada kuartal kedua merupakan hasil dari iklan online. Angka ini lebih besar dibandingkan dengan pendapatan dari iklan online pada tahun sebelumnya yang sebesar 10%.

Kesempatan Melalui mobile

Selain iklan online, Tencent melihat mobile phone sebagai sarana yang baik untuk menyalurkan iklannya. Seperti aplikasi mobile-message WeChat milik Tencent, sebagai platform iklan mobile yang menguntungkan. Pada bulan Januari, bagian “section” WeChat, halaman tempat pengguna dapat berbagi foto dan meng-update status lainnya – sama halnya dengan newsfeed milik Facebook – mulai menjalankan posting yang disponsori oleh para pengiklan.

Pada bulan Juni, aplikasi smartphone messaging milik Tencent─Mobile QQ dan WeChat, memiliki 627 juta dan 600 juta pengguna aktif. Sebelumnya pada bulan Maret, Mobile QQ memiliki 603 juta pengguna sementara WeChat memiliki 549 juta pengguna.

Sementara iklan mobile diharapkan menjadi mesin pertumbuhan Tencent selama beberapa tahun ke depan, pembayaran mobile adalah bidang lain yang Tencent menaruh harapannya.

Tencent mengoperasikan sistem pembayaran online-nya sendiri yang disebut Tenpay. Pada kuartal pertama, Transaksi Tenpay terhitung sebanyak 11% dari transaksi melalui mobile payment di Tiongkok, sementara saingannya Alibaba Group Holding Ltd.– memiliki sistem pembayaran Alipay yang mendominasi transaksi dengan angka 79%.

Sejak tahun lalu, Tencent telah menuangkan sumber dayanya untuk mendapatkan lebih banyak orang untuk menggunakan Tenpay. Perusahaan ini diharapkan dapat meningkatkan kehadirannya di industri pembayaran ponsel berkat popularitas berbagai layanan e-commerce yang terintegrasi dalam layanan aplikasi pengirim pesan Tencent.

Usaha Lainnya

Awal bulan ini, Tencent berencana untuk membeli perusahaan perjalanan online Tiongkok – eLong Inc. dan pada bulan Januari, Tencent berpartisipasi dalam investasi sebesar USD 350 juta untuk startup aplikasi pengiriman makanan Tiongkok – Ele.me. Rencana ini merupakan bagian dari strategi untuk menghubungkan pengguna online dengan layanan offline.

Tidak hanya kedua perusahaan di atas, Tencent juga berencana untuk menjalin kerja sama dengan Alibaba Group Holding Ltd. yang merupakan saingan berat dari Tencent sendiri.

Kerja Sama antara Rival

Alibaba dan Tencent berencana untuk berinvestasi di startup TV Internet milik China Media Capital, hal ini merupakan sebuah kolaborasi yang langka antara kedua perusahaan internet milik Tiongkok tersebut.

Li Ruigang, ketua dana ekuitas swasta dukungan negara CMC, mendirikan sebuah startup bernama Whaley Technology pada awal tahun ini untuk membuat televisi cerdas, dengan produk pertama yang akan diresmikan pada hari Kamis. Alibaba dan Tencent, berencana untuk menempatkan modal, teknologi dan konten kepada Whaley.

Selain menyediakan modal, Alibaba dan Tencent juga akan membantu Whaley dengan konten, yang merupakan bidang tempat kedua perusahaan ini telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Alibaba telah berinvestasi di perusahaan online-video Youku Tudou dan tahun lalu membeli saham mayoritas di studio produksi film Cina─ChinaVision Media Group. Tencent telah menandatangani kesepakatan distribusi dengan National Basketball Association dan produsen hiburan global seperti Warner Music, HBO dan Sony Music.

Tujuan dari bisnis Whaley adalah untuk menyediakan segala sesuatu dari konten dan manufaktur hingga distribusi. Model bisnis Whaley melibatkan pengumpulan data viewer untuk membantu menentukan produk dan layanan yang mungkin diinginkan pelanggan. TV pintar yang direncanakan akan dirancang oleh tim Tiongkok dan dibuat oleh TPV Technology Ltd., sebuah produsen monitor PC dan LCD TV dengan lima pabrik di Tiongkok.

Melalui investasi yang direncanakan tersebut, Alibaba dan Tencent berharap bahwa TV pintar akan menjadi gadget pilihan berikutnya bagi konsumen di Tiongkok.

Alvin Wiryo Limanjaya/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana
Image: Tescent

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.