Kilas Peristiwa Jelang Kemerdekaan RI: 11 Agustus 1945

(Business Lounge – Jelang Kemerdekaan RI ke-70) Setiap hari dan setiap saat yang berlalu sebelum tiba pada kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, merupakan waktu-waktu yang sangat penting.

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu oleh karena dibomnya Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945, para pemuda Indonesia pun bangkit untuk merencanakan kemerdekaan Indonesia serta menolak pemberiaan kemerdekaan sebagai hadiah dari pemerintah Jepang. (Baca: Kilas Peristiwa Jelang Kemerdekaan RI: 10 Agustus 1945).

Satu hari setelah Sutan Syahrir mendengar berita yang dikumandangkan sebuah stasiun radio asing bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, berita kekalahan Jepang ini pun langsung tersebar di kalangan para pemuda Indonesia.

Pada saat itu sebenarnya Bung Karno, Bung Hatta, dan RadjimanWediodiningrat sedang tidak berada di Indonesia. Pada 8 Agustus 1945, pada pukul 5 pagi, mereka memulai sebuah penerbangan yang berbahaya dan sangat rahasia. Diantar oleh Letnan Kolonel Nomura juga didampingi oleh Miyosi sebagai penterjemah, ketiga tokoh beserta lebih dari 20 perwira Jepang mengudara. Penerbangan ini sangat rahasia bahkan pada keluarga terdekat sekali pun sebab sewaktu-waktu pesawat ini dapat disergap atau ditembak oleh pesawat-pesawat pemburu milik sekutu yang saat itu sudah menguasai wilayah Burma dan sebagian dari Semenanjung Malaya.

Pada tanggal 9 Agustus 1945, rombongan tiba di Singapuran dan menginap semalam di sana untuk menghindari penerbangan malam. Pada waktu itu intelijen sekutu mengira bahwa Bung Karno bekerja sama dengan Jepang karena itu sekutu pun memburu Bung Karno. Itulah sebabnya perjalanan ketiga tokoh ini sangat dirahasiakan.

Pada 10 Agustus 1945, dalam guncangan hebat, pesawat yang ditumpangi Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Radjiman mendarat di Saigon pukul tujuh malam. Bung Karno mengaku bahwa semua barang-barang di dalam pesawat berserakan. Ia pun belum tahu mengapa dipanggil oleh Panglima Tertinggi Jepang di Asia Tenggara itu. Malam itu, mereka diinapkan di Istana Saigon dalam pengawalan ketat.

Pada 11 Agustus 1945, siang hari, ketiga tokoh kemerdekaan ini diterbangkan ke Dalat. Sesampai di sana, mereka menginap lagi semalam. Ketiganya masih bertanya-tanya, apa yang akan terjadi keesokan harinya.

Pada waktu itu, Jepang memang mengundang ketiga tokoh bangsa ini, untuk mengadakan pembicaraan bahwa Jepang berencana untuk memberikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945. Namun hal ini bukanlah hal yang mudah untuk langsung diterima oleh ketiga tokoh nasional tersebut.

Bersambung: Kilas Peristiwa Jelang Kemerdekaan RI: 12 Agustus 1945

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : wikipedia