Tiongkok Bangun Jalan Raya di Liberia untuk Bantu Pulihkan Perdagangan

(Business Lounge – Global News) Untuk pertama kalinya dalam hampir 10 bulan, tidak ada satu orang terinfeksi virus di setiap unit perawatan darurat di Liberia walaupun masih ada sejumlah pasien yang menunjukkan gejala yang sama yang masih dalam pengawasan. Hal ini memberikan kegembiraan tersendiri bagi pemerintah dan rakyat di sana. Walaupun Liberia masih bersiaga mengingat kondisi Sierra Leone dan Guinea masih tetap bersiaga.

Memulihkan Kembali Liberia

Namun masih ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh pemerintah yaitu bagaimana memulihkan kembali perekonomian negara yang sempat terganggu oleh karena mengamuknya virus mematikan Ebola di Afrika Barat. Hal ini membuat negara-negara lain di dunia mengulurkan tangan untuk ikut membantu, termasuk Tiongkok.

Tiongkok akan membangun sebuah jalan raya baru di pesisir pantai di Liberia sebagai bagian dari bantuan untuk mendukung pemulihan Liberia dari epidemi Ebola, demikian dikatakan menteri luar negeri Liberia pada Minggu (9/8) seperti dilansir oleh Reuters. Hal ini merupakan hasil pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi yang mengunjungi Liberia, Guinea, dan Sierra Leone, tiga negara yang mejnadi pusat epidemi Ebola.

Jalur pantai yang dimiliki Liberia memang memiliki fungsi sangat penting dalam kegiatan perdagangan di negara itu. Jalan ini sebenarnya dibangun kembali setelah negara mengakhiri perang saudara pada tahun 2003. Jalan ini menghubungkan ibukota ke perbatasan dengan Pantai Gading melalui kota pelabuhan Buchanan, yang dilewati oleh kegiatan ekspor besi dan kayu, namun kebanyakan jalan tidak beraspal.

Upaya Tiongkok untuk Membantu

“Tiongkok telah setuju untuk membantu Liberia dengan pembangunan kompleks menteri yang akan menjadi tuan rumah sekitar 10 kementerian. Juga, Tiongkok akan membangun jalan raya pantai,” demikian dikatakan Augustine Kpehe Ngafuan selaku menteri luar negeri Liberia.

Untuk pendanaannya, Tiongkok akan menggunakan dana global untuk Afrika untuk membiayai proyek juga akan mencari mitra. Sedangkan pembangunan kompleks kementerian sudah diumumkan.

“Tiongkok terbuka untuk kerjasama di semua bidang dan kita tahu bahwa Liberia telah menarik negara-negara di seluruh dunia untuk berinvestasi di sana. Kami tahu tentang hubungan bersejarah antara Liberia dan Amerika Serikat, tetapi Tiongkok memiliki kekuatan sendiri,” demikian dikatakan Wang sebagai alasan mengapa Tiongkok berinvestasi di Liberia. “Hubungan kami dengan Liberia telah menikmati pertumbuhan yang cepat,” demikian dikatakannya lagi. Seperti telah diketahui, Liberia memang berdiri didirikan mereka yang semula menjadi budak di Amerika namun kemudian dibebaskan. Itulah sebabnya ada ikatan yang dekat antara Liberia dan Amerika Serikat.

Perkembangan Ebola di Afrika Barat

Ebola telah menewaskan lebih dari 4.800 orang di Liberia dan hampir 11.300 orang di tiga negara sejak wabah dimulai pada Desember 2013, tapi jumlah kasus baru telah jauh menurun bahkan mendekati nol dalam beberapa pekan terakhir.

Semula Tiongkok mendapat kritik dari banyak sumber sebab Tiongkok dianggap tidak berbuat sesuatu yang significant bagi Liberia dan beberapa negara lainnya. Padahal Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Afrika. Namun kemudian Tiongkok mengirimkan ratusan tenaga medis ke Afrika dan memberikan kontribusi bantuan lebih dari USD 120 juta kepada badan anti Ebola. Hingga kini banyak perusahaan besar di Tiongkok telah berinvestasi di Afrika selama beberapa dekade.

Nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana