Seorang aktivis lingkungan menunjukan pin yang akan dibagikan pada peringatan "Global Tiger Day" di Medan, Sumatera Utara, Minggu (9/8). Aksi tersebut sebagai bentuk kampanye mengajak masyarakat untuk bersama melindungi Harimau Sumatra dan menjaga kelestarian hutan sebagai habitatnya. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/nz/15

Kilas Peristiwa Jelang Kemerdekaan RI: 10 Agustus 1945

(Business Lounge – Jelang Kemerdekaan RI ke-70) Pada hari ini (10 Augustus) tepat 70 tahun yang lalu, Sutan Syahrir, salah satu penggerak kemerdekaan RI telah mendengar berita yang dikumandangkan sebuah stasiun radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Hal ini menjadi sebuah berita baik oleh karena para tokoh nasional memang sedang menunggu saat yang tepat untuk meraih kemerdekaan.

Kisah Penjajahan Jepang

Kala itu Asia Tenggara memang tengah diduduki Jepang setelah sebelumnya Jepang membom Pearl Harbor, yaitu pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika di Pasifik pada 8 Desember 1941. Sejak dari situlah, Jepang memasuki Tarakan di Kalimantan Timur hingga akhirnya menguasai seluruh Kalimantan. Berlanjut ke Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan hingga 8 Maret 1942, Jepang berhasil melumpuhkan semua kekuatan Belanda yang mengakibatkan dikuasainya seluruh Indonesia oleh Jepang.

Tidak hanya itu, Kekaisaran Jepang kekuatan militer Jepang yang sangat kuat yang bercokol di Asia telah menjadikan negara matahari terbit itu menjadi sebuah kekuatan ‘superpower’ di wilayah Asia. Jepang berhasil menaklukan seluruh pesisir timur Tiongkok serta menguasai Manchuria.

Dibomnya Pearl Harbor, telah berarti dinyatakannya peperangan dengan Amerika sehingga pada saat itu Jepang dapat dikatakan sebagai musuh dari banyak bangsa dan negara.

Pembalasan Amerika – Kesempatan Indonesia Merdeka

Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 melakukan pembalasan kepada Jepang dengan menjatuhkan sebuah bom atom di atas kota Hiroshima, Jepang. (Baca: Fakta-fakta Menarik Tentang Peristiwa Hiroshima dan Nagasaki). Hal ini serta merta memukul mental tentara Jepang di seluruh dunia.

Pada 7 Agustus 1945, sehari setelah Hiroshima dibom, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang semula bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau “Dokuritsu Junbi Cosakai” untuk menegaskan keinginan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Jepang merencanakan untuk menghadiahi Bangsa Indonesia sebuah kemerdekaan.

Setelah Hiroshima, Amerika Serikat ternyata menjatuhkan bom atom kembali di atas Nagasaki, yaitu pada tanggal 9 Agustus 1945, dan Jepang pun menyatakan menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Serta merta Indonesia pun memanfaatkan kesempatan ini untuk memproklamirkan kemerdekaannya.

10 Agustus 1945 – Aksi Para Pejuang Bawah Tanah

Setelah mendengar kekalahan Jepang dari siaran radio luar negeri yang kala itu dilarang, Sutan Syahrir menghubungi penyair Chairil Anwar yang kemudian meneruskan berita tersebut dii lingkungan para pemuda terutama para pendukung Syahrir.

Para pejuang bawah tanah pun bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.

Maka dimulailah persiapan kemerdekaan Indonesia oleh para pejuang bawah tanah.

Bersambung: Kilas Peristiwa Jelang Kemerdekaan RI: 11 Agustus 1945

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : soekarno.net