Sekelompok burung terbang di atas kota Wuhan, Hubei, Tiongkok, yang diselimuti polusi, Senin (16/1). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer.

Peringati Kekalahan Jepang pada PDII, Beijing Batasi Jumlah Kendaraan dan Operasional Pabrik

(Business Lounge – Global News) Beijing akan membatasi jumlah kendaraan yang akan beroperasi di jalan-jalan serta menutup pabrik-pabrik untuk memastikan udara bersih selama peringatan ulang tahun ke-70 berakhirnya Perang Dunia II, demikian dikatakan pemerintah dan media pada Senin (3/8) seperti dilansir oleh Reuters.

Ibukota Tiongkok memang sedang tercemar berat, bahkan sering kali nampak berselimut kabut abu-abu yang membuat banyak orang tersedak. Beijing akan mengadakan parade militer pada 3 September, yang kemungkinan akan berpusat di sekitar Lapangan Tiananmen di jantung ibu kota.

Parade tersebut akan menjadi puncak rangkaian acara yang diadakan pemerintah dan yang telah direncanakan untuk memperingati saat Jepang resmi menyerah pada 2 September 1945.

Itulah sebabnya mulai 20 Agustus hingga 3 September, kota ini akan mengurangi jumlah kendaraan yang diperbolehkan beroperasi di jalan-jalan hingga setengahnya dengan cara membatasi mobil menurut nomor plat mereka, demikian dikatakan Harian Rakyat yang merupakan surat kabar resmi Partai Komunis yang berkuasa, seperti yang dilansir pada microblog-nya.

Kota ini juga akan memberlakukan kontrol untuk sementara waktu pada industri, pembakaran batu bara boiler, dan konstruksi, serta memaksa mereka baik untuk menghentikan atau membatasi operasional selama periode tersebut, demikian dikatakan pemerintah pada akun microblog pada Weibo.

Pembatasan seperti ini bukanlah untuk yang pertama kali diberlakukan oleh pemerintah Tiongkok. Ibukota, yang telah diselimuti oleh kabut asap selama beberapa minggu terakhir, sering memberlakukan kontrol polusi menjelang peristiwa besar seperti Olimpiade dan pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pemimpin forum tahun 2008 lalu.

Pemerintah kota mengatakan bahwa banyak hal yang menarik dari pengalaman Olimpiade 2008 dan pertemuan APEC untuk memastikan “perlindungan penuh atas kualitas udara selama peringatan tersebut”.

Pada hari Sabtu (1/8), kantor berita Xinhua mengatakan bahwa pihak berwenang negara akan memberlakukan pembatasan lalu lintas udara sementara selama Beijing menyelenggarakan parade militer. Para pekerja juga akan diberikan tiga hari libur selama ulang tahun, sehingga kemacetan pun dapat dikurangi.

Peristiwa ini memang sangat penting bagi Tiongkok mengingat pasukan komunis dan nasionalis Tiongkok mengalami bentrok dengan pasukan Jepang yang menduduki wilayah Tiongkok selama Perang Dunia Kedua dan kemudian Jepang pun mengalami kekalahan secara global pada Perang Dunia kedua tersebut.

Pasukan Tiongkok kemudian berjuang dalam sebuah perang saudara yang dimenangkan oleh pasukan komunis pada tahun 1949.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Antara