Penampakan bulan yang terlihat dari kota Gorontalo, Sabtu (1/8). Bulan biru adalah fenomena alam yang terjadi dalam periode 2,5 tahun sekali. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin.

Fenomena Bulan Biru

(Business Lounge – Do You Know?) Ada yang spesial dengan kemunculan bulan purnama malam kemarin (31/7). Sebab bulan bulat penuh yang muncul kemarin hanya terjadi 2,5 tahun sekali. Pada umumnya bulan purnama terjadi setiap bulan dan dua belas kali setahun. Namun tahun ini terjadi 13 kali bulan purnama.

Fenomena ini dinamakan fenomena bulan biru, namun tidak berarti bahwa bulan yang nampak kemudian berwarna biru tetapi merupakan sebutan untuk bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan (bulan purnama pertama terjadi pada 2 Juli lalu dan terjadi setiap 30 bulan, menurut astronom. Disebut bulan biru hanya untuk menamai peristiwa langka ini.

Jika Anda tidak memperhatikan bulan yang muncul kemarin malam, maka Anda baru akan dapat menyaksikannya lagi pada tahun 2018.

Definisi modern bulan biru hanya berarti bulan ekstra penuh, apakah satu bulan memiliki dua bulan penuh atau seperempat setahun, atau satu musim, memiliki empat bulan purnama dan bukan tiga.

Tapi sebelum tahun 1940-an, berkembang penjelasan yang lebih rumit tentang fenomena alam ini.

Beberapa kali pernah juga bulan terlihat berwarna biru, namun bukan karena fenomena bulan biru tetapi karena material dari gunung berapi yang terlempar ke udara. Partikel-partikel ini kemudian menyaring cahaya matahari sehingga yang tersaring hanyalah cahaya biru, demikian menurut NASA. Seperti yang terjadi pada 9 desember 1992, saat bulan muncul dengan warna kebiruan disebabkan letusan Gunung Pinatubo di Filipina pada tahun yang sama. Peristiwa lainnya lagi yang tercatat di NASA adalah ketika Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Antara