(Business Lounge – Lead and Follow) Indonesia Leadership Model meletakan humility sebagai salah atribut dalam leadership capability. Lazlo Bock SVP People Operations dari Google juga melakukan hal yang sama dalam merekrut karyawan, meletakan kerendahan hati sebagai salah satu kriteria untuk lolos sebagai karyawan Google. Lazlo menyatakan pada akhirnya yang harus dilakukan oleh organisasi adalah memecahkan masalah bersama bukan sendirian, karena di tengah kondisi sat ini tidak satu orang pun memiliki seluruh jawaban dari persoalan yang timbul oleh karena itu diperlukan kerendahan hati. Tulisan ini hendak membahas tentang bagaimana sebuah penelitian mendukung teori tersebut. Humility menjadi faktor yang kritikal untuk seorang pemimpin menciptakan lingkungan tempat karyawan merasa dilibatkan.

Penelitian yang dilakukan oleh catalyst group ini dilakukan melalui metode survei kepada lebih dari 1500 karyawan  dari enam negara Australia, Tiongkok, Jerman, India, India, Meksiko, dan Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa seorang karyawan akan merasa menjadi bagian dalam kelompok ketika melihat perilaku manajer mereka yang rendah hati dan tidak egois seperti sikap mau belajar dari kritik dan mengakui kesalahan, memberikan kesempatan karyawan untuk belajar dan berkembang, atau sikap berani bertindak dalam menanggung resiko kerja. Karyawan yang menerima perlakukan manajer yang tidak egois dilaporkan juga lebih inovatif, memiliki komitmen sebagai bagian dari sebuah divisi, mengerjakan lebih dari pekerjaan yang diberikan, mengambil alih tanggung jawab karyawan lain yang sedang berhalangan hadir dan semua ini dihasilkan karena merasa dilibatkan dalam kelompok kerja.

Ada empat dimensi yang membuat seorang pemimpin tidak egois atau dalam penelitian ini disebut Altruistic Leader. Sikap yang pertama Empowerment – memberikan kesempatan untuk karyawan melaporkan langsung membuat dia berkembang dan menjadi lebih mampu, bila karyawan mendapatkan perlakuan seperti ini maka dia akan memiliki loyalitas dan merasakan keterlibatan dalam kelompok. Sikap yang kedua adalah Humility – mengakui kesalahan dan belajar dari kritik atau menerima pandangan yang berbeda. Mengakui dan mencari kontribusi dari yang lain untuk menutupi kekurangan seorang karyawan. Courage – mengenyampingkan kepentingan pribadi untuk menyelesaikan persoalan yang harus dihadapi, juga bertindak sebagai penanggung jawab saat ada resiko pribadi dalam pekerjaan. Accountability – memperlihatkan tanggung jawab kinerja dari anggota timnya.

altruistic leadership

Penelitian ini menyimpulkan pemimpin yang memiliki hati yang tidak egois akan mendorong keunikan karyawan, uniqueness dan sikap memiliki dalam kelompok/ belonging. Kedua akibat ini diperlukan dalam membawa karyawan merasa dilibatkan dalam kelompok dan terakhir berujung pada karyawan yang inovatif dan memiliki karakteristik keanggotaan kelompok yang dominan. Siklus ini membuka pemahaman bahwa seorang pemimpin memang wajib untuk bersikap rendah hati, itulah sebabnya kajian Vibiz Research menghasilkan atribut Humility sebagai hal yang utama dalam Indonesia Leadership Model.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/Regional Head-Vibiz Research Center

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.