(Business Lounge – Global News) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 27.000 orang telah terjangkit penyakit Ebola sejak Desember 2013, dan lebih dari 11.000 orang penderita telah meninggal. Gejala penyakit ini meliputi perdarahan dari beberapa lubang, penurunan berat badan yang drastis dan mata merah. Sampai saat ini belum ada obat untuk penyakit ini.

Sebagian besar korban berasal dari tiga negara di pusat epidemi di Afrika Barat, yaitu, Sierra Leone, Guinea dan Liberia. Tiga puluh kasus berita dilaporkan secara total di negara-negara ini di minggu ini pada tanggal 12 Juli 2015, dimana Sierra Leone memiliki penderita tinggi dalam satu bulan ada 14 penderita baru.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kent Brantly, seorang dokter Amerika yang selamat Ebola setelah tertular dari pasien di Afrika Barat pada Kamis (23/07), yang menyatakan masih melihat 20 sampai 30 kasus baru penyakit di Sierra Leone Guinea dan Liberia setiap minggu.

ebola in west africa

Meskipun epidemi telah berkurang dari puncaknya pada akhir tahun lalu, ketika ratusan kasus baru didiagnosis setiap minggu, namun sejauh ini ternyata sangat sulit diberantas sepenuhnya.

Ebola muncul kembali di Liberia pada akhir Juni, dengan enam kasus yang dilaporkan dalam dua minggu pada 12 Juli..

Epidemi Ebola ini terjadi di negara-negara miskin di Afrika Barat, yang diperkirakan tidak siap untuk menangani penderita penyakit ini dengan cepat, sehingga penularan terjadi dan penderitaan terus berlanjut.

Epidemi semakin memburuk akibat kesenjangan dalam sistem kesehatan antara negara kaya dan miskin di Afrika. Salah satu contoh negara yang lebih kaya pulih dengan cepat dari wabah adalah Nigeria.

Meski ada kekhawatiran kasus berkembang biak di daerah padat Lagos, pihak berwenang di Nigeria dengan cepat mengidentifikasi orang-oranmg yang telah kontak fisik dengan korban dan dipantau setiap hari untuk masa inkubasi 21 hari. Hasilnya adalah bahwa hanya 20 orang Nigeria yang terkena virus.

Nigeria dan Ghana dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah ke bawah oleh Bank Dunia, dengan pendapatan nasional bruto per kapita $ 2.950 dan $ 1.620 masing-masing pada tahun 2014. Sebagai perbandingan, tiga negara terburuk yang terkena Ebola, yaitu Liberia, Guinea atau Sierra Leone-memiliki pendapatan nasional bruto per kapita antara $ 400 dan $ 720 pada tahun 2014-membuat negara-negara ini berada di antara negara-negara termiskin di dunia.

Pada bulan April, Bank Dunia memperkirakan bahwa Ebola akan mengetuk total $ 2,2 miliar dari produk domestik bruto (PDB) dari Sierra Leone, Guinea dan Liberia pada tahun 2015. Ini adalah pukulan mengejutkan mengingat bahwa ekonomi tiga negara hanya senilai masing-masing $ 4,1miliar, $ 6,1 miliar dan $ 2,0 miliar pada tahun 2013.

Sierra Leone dipandang sebagai negara dengan ekonomi yang terburuk, dimana Bank Dunia memperkirakan akibat Ebola ini akan terkena $ 1,4 miliar terhadap PDB.

Terkait hal ini maka ekonomi Sierra Leone diperkirakan akan menyusut hampir seperempat pada tahun 2015, apalagi dengan sektor pertambangan yang sebagian besar ditutup.

Sebaliknya, ekonomi Guinea terlihat di kontraksi jauh lebih ringan dari 0,2 persen, sementara ekonomi Liberia ini diperkirakan tumbuh sebesar 3,0 persen.

Menurut Bank Dunia, pekembangan ekonomi ketiga negara berkembang tersebut, Liberia secara bertahap kembali ke normal, ekonomi Guinea stagnan, dan Sierra Leone menderita resesi yang parah.

dodo/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : catholicherald

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.