Amerika Upayakan Berikan Sambungan Internet Gratis ke Rumah-rumah

(Business Lounge – News) Amerika memberikan akses internet kepada sekolah-sekolah dasar secara cuma-cuma. Sekolah di negara Paman Sam ini memang sekarang lebih fokus untuk menggunakan kekuatan internet untuk mendidik anak-anak. Itulah sebabnya Amerika menghabiskan jutaan dolar pada teknologi untuk membantu menghubungkan mereka dengan internet di dalam kelas.

Memang ketika pulang ke rumah, saat anak-anak tersebut kembali ke rumah maka mereka tidak memiliki akses ke Internet di rumah. Bahkan, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Dewan Penasihat Ekonomi pada Rabu (15/7), sekitar setengah dari anak-anak berpenghasilan rendah di AS tidak memiliki akses internet di rumah.

Fenomena ini sering disebut sebagai “homework gap.” Namun saat ini, berkat kemitraan antara Google, Gedung Putih, dan para pemimpin industri teknologi lainnya, gap yang ada akan mulai menutup.

Pada Rabu (15/7), Presiden Amerika, Obama mengumumkan adanya program percontohan baru yang disebut ConnectHome, yaitu Google dan penyedia layanan Internet lainnya akan memberikan akses internet gratis atau murah untuk 275.000 rumah di 27 kota di seluruh negeri. Program ini merupakan pelengkap dari program sebelumnya yang disebut ConnectEd program , yang bertujuan untuk menghubungkan 99 persen dari sekolah K-12 di seluruh negeri untuk Internet kecepatan tinggi. Gedung Putih juga telah meminta bantuan dari Best Buy, GitHub, Khan Academy, dan lain-lain untuk menyediakan program keaksaraan digital untuk komunitas ini.

“Sementara banyak siswa AS kelas menengah pulang dan tetap dapat mengakses Internet, maka akan memungkinkan mereka untuk melakukan penelitian, menulis makalah, dan berkomunikasi secara digital dengan guru dan siswa lainnya, terlalu banyak anak berpenghasilan rendah tidak dapat akses internet setiap sore ketika sekolah berakhir,” demikian pernyataan gedung putih. “‘Homework gap’ ini telah menimbulkan risiko memperlebar jurang prestasi.”

Dalam masyarakat yang begitu tergantung pada teknologi, masih sangat sulit untuk memahami bahwa masih ada mereka yang terputus dengan dunia internet terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Namun, laporan Gedung Putih, yang berjudul “Mapping the Digital Divide,” menunjukkan betapa eratnya akses Internet dan penggunaannya berkorelasi dengan hal-hal seperti ras, pendapatan, dan tingkat pendidikan.

Pada tahun 2013, sekitar 77 persen rumah dengan kepala rumah tangga kulit putih memiliki akses Internet. Sedangkan rumah-rumah dengan kepala rumah tangga kulit hitam, jumlahnya mendekati 61 persen. Demikian pula, sekitar 90 persen rumah dengan kepala rumah tangga memiliki gelar sarjana memiliki akses ke web, sedangkan hanya sekitar 60 persen rumah dengan kepala rumah tangga tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dapat memiliki akses ke internet. Google dan Facebook terus bekerja untuk dapat memperluas akses internet ke seluruh dunia, program-program seperti ConnectEd dan ConnectHome diharapkan dapat melakukan hal yang sama baik di sekolah maupun di rumah.

nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana