Seberapa Proaktif Anda dalam Bekerja? Part II

Namun, seberapa pun seorang dapat bersikap pro aktif, tentu ada saja kondisi yang timbul atau halangan yang terjadi yang tidak mungkin dihindarkan. Namun setidaknya, sifat proaktif akan mendorong seseorang untuk memiliki sikap antisipatif.

(Business Lounge – Empower People) Setelah Anda mengetahui beberapa poin yang dapat menjadi checklist untuk menilai seberapa proaktif Anda (Baca: Seberapa Proaktif Anda dalam Bekerja? Part I), maka Anda sudah dapat menilai seberapa proaktif Anda sesungguhnya.

Sikap Antisipatif untuk Menghadapi Hambatan

Namun, seberapa pun seorang dapat bersikap pro aktif, tentu ada saja kondisi yang timbul atau halangan yang terjadi yang tidak mungkin dihindarkan. Karena tidak ada yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. Namun setidaknya, sifat proaktif akan mendorong seseorang untuk memiliki sikap antisipatif. Lewat sikap yang antisipatif, sedikit banyak akan membuat penanganan suatu kondisi menjadi lebih baik. Juga bermanfaat bagi perusahaan tempat Anda bekerja karena akan memberikan dampak positif bagi tim atau rekan kerja lainnya.

Jika Anda seorang manajer, apa yang Anda harapkan untuk bawahan Anda? Bagaimana jika bawahan Anda hanya bekerja sesuai instruksi tanpa ada sikap proaktif. Sebaliknya hanya bersikap pasif dan hanya sebagai “doer” saja. Hal ini akan memberikan beban tersendiri bagi Anda karena bisa-bisa Anda menanggung juga tugas yang sudah Anda delegasikan sebelumnya. Mentalitas proaktif penting baik bagi seorang atasan atau bawahan. Karena melalui sikap proaktif dapat memberikan pengaruh kepada lingkungan kerja yaitu untuk bersama-sama bertindak proaktif serta berinisiatif tinggi. Sehingga pada akhirnya dengan mengembangkan sikap proaktif akan memberikan kontiribusi bagi perusahaan.

Mengembangkan Sikap Proaktif

Berikut ini poin penting yang mungkin dapat Anda pikirkan dan lakukan untuk pengembangan sikap proaktif.

1. Prediktif – memandang dan berpikir ke depan
Agar bersikap proaktif, latihlah untuk memiliki pandangan atau pikiran ke depan supaya Anda dapat melakukan perhitungan untuk apa yang dapat atau tidak bisa terjadi di waktu ke depan. Orang yang proaktif bukan orang yang mudah terkejut, sebab sebelumnya sudah melakukan perhitungan tertentu. Seorang proaktif tidak terkejut ketika menghadapai situasi dan kondisi yang kurang baik atau ketika datang halangan. Sikap antisipatif diperlukan untuk menghadapai masalah dan kejadian yang datang secara tiba-tiba maupun bertahap.

Pelajari pola dari kejadian-kejadian yang timbul. Pola tersebut dapat saja sebagai suatu kejadian yang rutin atau biasa terjadi. Kemudian bagaimana tindakan praktis sehari-hari untuk menghadapinya? Bisa saja kejadian yang timbul adalah siklus alami dan berpengaruh kepada pekerjaan Anda.

Kembangkan juga kemampuan yang dimiliki setiap manusia yaitu daya imajinasi. Lewat imajinasi, Anda dapat membayangkan situasi ke depan. Anda tidak dapat hanya mengandalkan pengalaman masa lalu. Anda akan bisa menjadi akurat jika menggunakan juga kekuatan kreatifitas dan logika. Coba Anda pikirkan beberapa skenario untuk sebuah peristiwa terjadi dan perlu pengungkapan apa penyebab peristiwa tersebut. Ketahuilah bahwa seorang yang proaktif harus memiliki kemandirian berpikir. Miliki sikap mau untuk terus belajar, jangan cepat puas.

2. Pencegahan – memperhitungkan potensi adanya hambatan
Bicara masa depan atau waktu ke depan adalah suatu hal yang tidak pasti. Tapi bagi orang yang proaktif akan melakukan prediksi atas potensi yang dapat terjadi. Termasuk potensi suatu hambatan, halangan, atau rintangan yang bisa terjadi. Tidak berhenti hanya pada mengenali potensi hambatan tapi juga bagaimana mengerahkan upaya untuk menemukan solusi atau cara mengatasinya. Anda juga berpacu dengan waktu karena waktu bergerak dan jangan sampai berjalannya waktu hambatan tersebut semakin menguat dan menjadi halangan yang semakin besar. Mungkin saja Anda akan mengalami tekanan dari orang orang yang tidak sependapat dengan Anda. Orang lain berpendapat hal itu sulit atau tidak mungkin sementara Anda tengah mengupayakan masalah untuk dapat dihadapi.

Pesan yang perlu Anda ingat adalah: Jangan biarkan diri Anda terpengaruh dan terhanyut dengan perasaan ketidakberdayaan. Memang Anda perlu lakukan juga langkah-langakah yang mengupayakan untuk mengatasi hambatan seperti pendekatan-pendekatan yang diperlukan. Namun upayakan selalu untuk memegang kendali dan menghadapi sebelum berkembang menjadi masalah besar.

3. Perencanaan – mengganti mindset untuk memandang ke depan
Sebuah perencanaan adalah menunjukan kita telah melakukan perhitungan kondisi dari apa yang mungkin terjadi. Bagi orang proaktif perencanaan adalah masuk ke masa ke depan. Ingat ini, jangan hanya berpikir dalam sebuah konteks masa kini atau “sekarang”. Anda perlu mengubah mindset dan mengganti dengan pandangan ke depan dan melakukan antisipasi atas konsekuensi jangka panjang. Ini adalah suatu yang tidak mudah tapi perlu bagi orang yang proaktif yaitu membawa masa depan menjadi masa kini. Lalu pikiran jika masa depan menjadi suatu persoalan masa sekarang, apa yang dapat Anda lakukan hari ini yang akan berdampak untuk suatu keberhasilan di masa depan? Ingatlah bahwa setiap keputusan tidak akan pernah berdiri sendiri, selalu adan inter relasi atas peristiwa peristiwa lainnya atau memiliki rantai peristiwa tersendiri yang dapat mengarahkan Anda pada suatu kesimpulan. Catatan yang perlu Anda ingat bahwa dalam rangka membuat keputusan yang terbaik, Anda harus kenali di mana Anda saat ini, dan di mana Anda akan mengakhirinya.

4. Berpartisipasi – berinisiatif dan memberikan kontribusi
Ketahuilah bagi orang proaktif bukan saja berdiri hanya menjadi pengamat yang berkomentar atau bahkan tidak melakukan apa-apa. Seorang proaktif adalah seorang yang turun dan aktif. Atau dengan kata lain jika Anda ingin proaktif maka Anda perlu terlibat. Di sini diperlukan inisiatif dan pastikan bahwa Anda menjadi bagian dari solusi. Sadarilah bahwa Anda hanyalah potongan kecil dari keseluruhan sehingga Anda dapat mempengaruhi atau Anda yang dipengaruhi oleh tindakan-tindakan orang lain. Jangan hanya bersikap reaktif terhadap mereka. Namun terlibat bersama-sama dan gunakan pengaruh serta berikan kontribusi.

5. Bertindak – lakukanlah sekarang
Untuk menjadi proaktif, poin yang terakhir adalah bertindak. Manfaatkan waktu yang berharga yang Anda miliki dengan suatu tindakan-tindakan yang efektif. Bersikaplah tegas dan siap sedia untuk melakukannya SEKARANG. Jangan ada kata menunda, karena menunda bukanlah pilihan. Dibutuhkan rasa tanggung jawab yang kuat dan anda adalah pemiliki dari kinerja Anda sendiri. Jadi siapa yang akan memutuskan, yaitu Anda sendiri.

Berdasarkan uraian di atas jelas bahwa untuk menjadi pribadi yang pro aktif dalam bekerja maka Anda perlu kerajinan untuk mengubah perilaku lama menjadi seorang yang akan efektif sebagai orang yang proaktif. Ingatlah bahwa untuk menjadi proaktif berarti Anda telah mengambil langkah-langkah dengan suatu sikap yang hati-hati dan bijaksana. Dengan demikian Anda melatih untuk jalan di jalan yang tepat atas keputusan Anda yang bertanggung jawag. Sekali lagi hindari sikap yang reaktif terhadap lingkukngan kerja Anda.

P. Adi/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana