(Business Lounge – Lead & Follow) Berhasil atau tidaknya sebuah perusahaan sudah pasti berada di tangan pemimpinnya. Mengapa demikian? Ibarat sebuah kapal maka seorang nahkoda akan berperan penting untuk menentukan arah, sementara semua penumpang yang ikut dalam kapal hanya akan mengkuti dengan sebuah kepercayaan bahwa sang nahkoda pastilah akan membawa mereka sampai kepada tujuan.

Demikianlah seorang pemimpin tertinggi perusahaan atau biasanya dikenal dengan sebutan CEO, dalam memimpin sebuah perusahaan. Penting baginya untuk dapat menentukan arah (visi) sehingga semua anggota dapat bergerak pada arah yang sama. Tetapi, seorang CEO dikatakan berhasil memimpin bukan hanya ketika ia dapat menentukan arah (visi) tetapi juga ketika ia berhasil menggerakkan semua pengikutnya untuk bergerak ke arah yang sama. Karena itu penting baginya untuk dapat menciptakan suatu budaya yang kuat di antara tim sehingga semua memiliki satu semangat yang sama untuk dapat mencapai visi. Jadi bukan hanya sampai pada visi yang jelas namun juga bagaimana jalan untuk mencapai visi tersebut sehingga semua termotivasi dalam melakukan pekerjaannya masing-masing demi pencapaian sebuah visi.

Kesuksesan seorang CEO bukanlah hanya keberhasilan tunggal namun sebuah kesuksesan bersama oleh karena nilai-nilai yang sama yang berhasil ditanamkannya. Ada beberapa tokoh CEO dunia yang dapat kita pelajari kesuksesannya oleh karena kekuatan visinya.

Steve Job (Apple): “Jadilah seorang visioner”

Suksesnya Apple hampir seluruhnya disebabkan oleh visinya yang sudah popular yaitu “Jadilah seorang visioner”. Dalam sejarahnya, Steve Jobs pernah digulingkan dari Apple, namun John Sculley, Michael Spindler, Gil Amelio yang meneruskan kepemimpinannya pada waktu itu, gagal mengangkat perusahaan tersebut. Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1997, dan tiba-tiba saja Apple berkembang sangat cepat. Jobs memperlihatkan kemampuannya yang sangat luar biasa dalam menciptakan visi ke depan. Jobs membuat ekosistem yang membawahi produk-produk Apple, termasuk aksesori dan layanan Apple seperti iTunes dan App Store. Ia menciptakan produk-produk yang diimpikan oleh para pengguna dan menghasilkan apa yang tidak dimiliki oleh kompetitor.

Mark Zuckerberg (Facebook): Percaya pada Potensi

Siapa yang tidak kenal Mark Zuckerberg? Ia adalah founder dan CEO perusahaan media sosial Facebook. Sudah banyak orang yang ingin membeli perusahaannya itu dengan harga yang sangat tinggi. Tapi sayangnya Zuckerberg tidak tergoda untuk menjual Facebook. Ia bertahan karena ia yakin bahwa Facebook memiliki potensi yang sangat besar dan lebih baik di masa depan. Sampai saat ini, analis bisnis memperkirakan nilai Facebook mencapai 100 milyar dollar atau sekitar 1,300 triliun rupiah sampai saat ini.

Jeff Bezos (Amazon): Fokus

Pernah mendengar Amazon.com ? Jeff Bezos merupakan pendiri dan CEO dari Amazon yang merupakan toko buku online yang dibuka sejak 1994. Sejak saat itu, Bezos menjadi satu-satunya pengusaha dot-com tersukses dengan penghasilan milyaran Dollar Amerika. Merupakan sebuah prestasi bagi Bezos, ia mengembangkan situs Amazon.com dengan model bisnis yang luar biasa efisien. Jeff Bezos mengadaptasikan konsep pertama toko buku yang tidak memiliki toko secara fisik untuk semua barang dan ia sangat fokus dengan konspenya menjadi toko buku online. Saat ini, Amazon.com mempunyai kapasitas pasar sebesar US $ 96 milyar atau setara dengan 1,248 triliun rupiah dan membuat Amazon.com menjadi perusahaan retail online terbesar di dunia.

Bill Gates (Microsoft): Empower others

Microsoft berdiri pada pertengahan 1970-an. Dia mendirikan perusahaan tersebut bersama rekannya Paul Allen. Perusahaan ini merupakan pemain kunci yang berpengaruh pada pertumbuhan untuk menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia. Ada beberapa produk dari Microsoft yang telah dikembangkan di bawah pengawasan Bill Gates yaitu Microsoft Windows dan Microsoft Office. Dalam kepemimpinannya, penting baginya untuk memberdayakan timnya. Kemudian Bill Gates mundur dari CEO Microsoft pada tahun 2000. Setelah itu Bill dan istrinya Melinda lebih memilih untuk fokus pada kegiatan sosial yang berada di bawah naungan Bill & Melinda Foundation.

Dave Morin (Path): Memiliki passion dan misi yang jelas

Ia merupakan pengusaha asal Amerika dan juga menjadi CEO dan pendiri dari jejaring sosial yang sedang booming sekarang yaitu Path. Dave Morin ternyata adalah mantan eksekutif dari facebook yang pernah menciptakan Platform Facebook dan Facebook Connect. Awal karir Morin yaitu dari Apple,Inc. pada  tahun 2003 pada posisi pemasaran. Pada tahun 2006 dia meninggalkan Apple dan beralih ke Facebok sebagai seorang eksekutif. Pada tahun 2010 dirinya meninggalkan Facebook dan kemudian mendirikan Path. Misi dari Path adalah membuat jejaring sosial yang lebih pribadi. Dengan pengalaman premium, penghargaan desain pemenang, dan fokus yang intens pada kualitas, Path melayani jutaan orang setiap hari di seluruh dunia.

Dave telah memiliki gairah seumur hidup untuk berwirausaha, teknologi, budaya, desain, alam, dan meningkatkan masyarakat. Ia menjabat baik Apple dan Facebook selama beberapa tahun selama periode inovasi yang cepat dan pertumbuhan.

Itu  adalah 5 CEO yang paling terkenal karena kesuksesan yang mereka raih  dalam bidang teknologi.  Hanya sedikit CEO yang piawai dalam pekerjaan mereka. Pada kenyataanya hanya beberapa CEO yang berhasil dalam dunia persaingan dan sebagian lain belum tentu mengetahui benar apa sebenarnya pekerjaan mereka dan yang dapat melakukannya dengan baik.

Melisa Ngangi/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.