WANTED! CEO Twitter Selanjutnya.

(Business Lounge – Business Insight) Twitter Inc., perusahaan jejaring sosial dan mikroblog yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang sering disebut Tweet ini sedang mencari pimpinan baru pasca pengunduran diri Chief Executive Director (CEO), Dick Costolo, pada pekan lalu akibat gagal dalam meyakinkan Wall Street dan investor yang tidak senang dengan strategi pertumbuhan Twitter. Indeks Twitter (TWTR) sempat turun -0,03 persen tetapi kembali melonjak 5,8 persen setelah pengunduran diri Dick Costolo diumumkan.

Untuk sementara Jack Dorsey yang merupakan co-founder Twitter Inc. akan mengambil alih jabatan CEO sampai menemukan kandidat yang tepat untuk menggantikan Costolo yang efektif berhenti pada awal Juli mendatang.

Sejak Dick Costolo meninggalkan kursi top eksekutif perusahaan berlambang burung ini, banyak yang mulai berspekulasi siapa kira-kira yang nantinya akan menduduki kursi tersebut? “Kami mecari seseorang yang menggunakan dan mencintai Twitter, karena di atas semua yang telah kami capai, perusahaan masih memiliki banyak potensi yang belum dimaksimalkan,” demikian dikatakan oleh Jack Dorsey.

CEO berikutnya harus berjuang dalam mengembangkan pertumbuhan pengguna dan membangun bisnis periklanan yang mampu membawa keuntungan bagi perusahaan. Para pakar berpendapat bahwa suksesor Dick Costolo haruslah seseorang yang fokus pada efisiensi produk dibandingkan seseorang yang berpengalaman dalam bidang keuangan. Beberapa pakar di bidang venture capitalist dan analyst tracking juga menyebutkan beberapa nama kandidat yang berpotensi menggantikan Dick selain Jack Dorsey, seperti:

1. Vic Gundotra

Pernah bekerja di Microsoft Corp. yang kemudian bekerja untuk Google namun mengundurkan diri dari Google pada 2014 silam setelah memimpin bagian Social-Marketing perusahaan tersebut. Gundotra tercatat sebagai satu dari 100 inovator terbaik dibawah usia 35 tahun dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan tidak bergabung dengan perusahaan lain, membuatnya lebih berpotensi karena lebih available daripada kandidat lain.

2. Marissa Mayer

Hampir tiga tahun menjabat sebagai CEO Yahoo, Mayer yang sebelumnya juga adalah salah satu eksekutif Google dan tercatat menempati peringkat 16 dalam Fortune’s 40 Most Powerful Businesswoman dipercaya mampu memberikan pandangan dan ide segar untuk Twitter dalam masa transisi dan dalam pengembangan produk Twitter.

3. Sundar Pichai

Wakil Presiden Senior di Google ini adalah salah satu individu dengan ranking yang cukup baik dalam pengembangan search provider yang  bertugas mengawasi bidang Android, Chrome, dan Google Apps serta menjadi juru bicara perusahaan raksasa ini, menjadikan Pichai yang juga pernah memimpin manajemen usaha pengembangan produk dan inovasi Google, sebagai kandidat yang memiliki portofolio yang sangat sempurna untuk memimpin Twitter.

4. Anthony Noto

Mantan Managing Director Goldman Sachs Bank dan Chief Financial Officer (CFO) National Football League (NFL) Amerika Serikat ini bergabung sebagai CFO Twitter tahun lalu setelah memimpin Twitter dalam Initial Public Offering (IPO) perusahaan ketika ia berada dalam bank investasi. Walaupun memiliki latar belakang keuangan, Noto telah berperan aktif dalam berbagai bidang lainnya di Twitter seperti pemasaran dan dikabarkan sedang dipersiapkan untuk tempat yang lebih tinggi.

5. Christopher Cox

Cox adalah Chief Product Officer (CPO) Facebook, memang susah untuk didapatkan karena loyalitasnya pada CEO Mark Zuckerberg di Facebook. Chris yang telah bekerja di Facebook sejak tahun 2005 di bidang manejemen, desain, dan pengembangan produk Facebook diyakini mampu membawa perubahan yang signifikan bagi pengembangan Twitter, jika pihak Twitter bisa membujuk Cox dengan penawaran yang bagus untuk memimpin Twitter kedepannya.

Siapapun yang nantinya akan menggantikan Dick Costolo sebagai CEO Twitter diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik dalam pengembangan dan penyederhanaan jejaring sosial ini sehingga dapat menambah jumlah pengguna dan tentunya dapat mengembangkan penghasilan perusahaan.

Dianra Sinewe/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana