Google Mau Membantu Menurunkan Berat Badan Anda

(Business Lounge – Technology) Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AL) semakin populer khususnya di kalangan industri internet atau online seperti Facebook, Apple dan tidak ketinggalan perusahaan raksasa internet Google. Kali ini Google menerapkannya dalam sebuah aplikasi yang diciptakan untuk menghitung jumlah kalori makanan melalui gambar, aplikasi ini dinamakan Im2Calories.

Im2Calories adalah sebuah aplikasi penghitung kalori makanan dari Google yang ingin membantu Anda menurunkan berat badan. Aplikasi yang diresmikan baru-baru ini pada acara konferensi teknologi Re-Work Deep Learning Summit di Boston, menggunakan algoritma yang dibangun untuk menghitung  jumlah kalori dalam foto makanan yang diupload ke Instagram. Aplikasi ini akan mengidentifikasi gambar makanan di-posting ke Instagram, dan memberitahu pengguna jumlah kalori dari makanan mereka. Selain itu, aplikasi ini juga akan perkiraan kalori yang Anda butuhkan, atau memberitahu olahraga seberapa keras untuk membakar kalori tersebut. Aplikasi ini juga dapat memberikan masukan apakah makanan yang hendak dikonsumsi tergolong sehat atau tidak. Dengan demikian diharapkan dengan penggunaan aplikasi ini, pengguna dapat mengatur jumlah makanan yang dikosumsi sesuai dengan kalori yang dibutuhkan. Hal ini tentunya sangat penting bagi pengguna yang sedang menjalankan diet.  Teknologi yang digunakan dalam aplikasi ini dikenal dengan nama tmarries visual analysis. Teknologi milik DeepMind ini dapat digunakan untuk menentukan setiap piksel dalam sebuah gambar. DeepMind sendiri adalah sebuah perusahaan yang sudah diakuisisi Google tahun lalu senilai $ 400 juta atau setara dengan 5,2 triliun rupiah.

Banyaknya pengguna instagram yang mengunggah foto makanan mereka sebelum di makan, memberikan ide bagi Google untuk mengembangkan aplikasi ini. Dengan menggunakan aplikasi ini, maka pengguna tidak perlu lagi memasukkan data makanan yang dikonsumsi melalui table, seperti yang ditetapkan pada aplikasi penghitung kalori yang sudah ada. Pengguna hanya tinggal memotret makanan yang akan dikonsumsi, maka aplikasi ini akan memunculkan jenis-jenis makanan yang ada dalam makanan tersebut, beserta kalorinya masing-masing.

Aplikasi yang masih dalam proses pengembangan ini, sayangnya masih memiliki tingkat akurasi yang jauh dari akurat. Karena itu pengguna yang merasa bahwa makanan yang dianalisa salah, pengguna bisa mengubahnya secara manual. Kevin P Murphy, salah seorang peneliti Google yang terlibat dalam proyek ini, mengakui bahwa sistem mereka masih kesulitan dalam mengidentifikasi makanan dalam foto, dan juga hitungan kalorinya belum akurat. Dalam sebuah wawancara, Jason Freiden selaku juru bicara Google mengatakan bahwa algoritma Im2Calories masih dalam proses penelitian. Belum direncanakan aplikasi ini akan digunakan dalam produk apa nantinya, tapi mungkin akan digunakan untuk aplikasi yang berhubungan dengan kesehatan. Belum diketahui kapan tepatnya aplikasi ini akan diluncurkan untuk umum. Kabarnya pihak Google sedang mengajukan hak paten untuk teknologi barunya ini.

Rebecca Hayati/VMN/BL/Managing Partner E-Commerce
Editor: Ruth Berliana