Menjadi Pemimpin yang Kreatif, Siap Lakukan Perubahan

(Business Lounge – Lead & Follow) Menjadi seorang pemimpin belum tentu menjadi hal yang luar biasa, tetapi pemimpin seperti apa tentu hal itu yang menjadi hal yang tidak berhenti untuk dapat dibahas. Sebagai seorang pemimpin dituntut supaya memiliki kemampuan untuk bekerja melampaui kemampuan biasa. Untuk hal tersebut faktor kreatifitas adalah penting yaitu untuk menerobos kebiasaaan dan tradisi yang mungkin tidak efektif selama ini.

Ya, faktor kreatifitas tidak hanya bagi seorang pemimpin tapi juga bagi setiap orang yang ingin maju. Juga pada masa sekarang ini ketika kompetisi begitu ketat maka kreatifitas menjadi aspek penting dalam dunia bisnis. Daya kreatifitas bagi tiap-tiap orang memang berbeda. Meskipun tanpa membahas faktor ini maka setiap unit bisnis dapat pula memperoleh keuntungan. Namun pada masa kini dalam dunia bisnis tidak dapat diabaikan faktor kreatifitas. Atau dengan kata lain tingkat kreatifitas makin menentukan berhasil atau tidaknya seorang pemimpin. Karena lewat kreativitas yang tanpa batas maka seorang pemimpin akan menemukan banyak nilai-nilai baru yang dapat menjadi keunggulan usahanya.

Bayangkan dalam sebuah bidang usaha yang menerapkan suatu standard prosedur operasional, ketika seorang pemimpin dapat menelaah kembali suatu aturan yang sudah berjalan namun ternyata dapat ditemukan hal-hal untuk dapat dilakukan perbaikan. Pemimpin dapat menemukan suatu nilai-nilai baru ketika dapat secara kritis memperhatikan SOP yang sudah berjalan. Jadi dari suatu aktifitas pekerjaan yang sudah berjalan dengan wajar, namun dapat ditemukan suatu nilai-nilai baru yang positif untuk diterapkan dalam SOP. Bahkan pemimpin menemukan hal yang lebih jauh lagi, yaitu adanya kebutuhan yang mendesak untuk segera mengubak SOP. Mengapa? Karena mulai banyak ditemukan keluhan atau pertanyaan para pelanggan oleh karena sudah terjadi perubahan suatu tren di masyarakat yang juga telah mengubah pola pikir dari para konsumen.

Kita bisa menemukan contoh-contoh lainnya seperti kondisi di atas. Bahkan masih banyak lagi hal serupa yang ditemukan. Namun hal yang penting yang perlu ditekankan adalah bahwa kepemimpinan harus bersifat kreatif. Contoh kepemimpinan kreatif dapat ditemukan di berbagai bidang industri. Mulai dari suatu keberhasilan dengan membuat suatu terobosan dari status quo atau hal yang sudah berjalan lama, namun tidak lagi cocok dengan kondisi sekarang, sampai dengan gerakan perubahan ekstrim yang bisa disebut perubahan secara revolusioner. Jika Anda cari referensi orang-orang yang melakukan hal ini, tentu banyak tokoh-tokoh perubahan yang bisa anda temukan yang juga sudah terkenal.

Namun ketahuilah bahwa jika Anda ingin menjadi pemimpin yang lebih baik, yang punya kreatifitas tinggi, Anda tidak perlu hanya berpatokan pada tokoh-tokoh tersebut. Ada banyak orang yang tidak dikenal bahkan kurang diketahui namun memilki keberhasilan dalam bidang usahanya dan telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan perusahaannya dan bahkan terus mengalami pertumbuhan.

Suatu Contoh Keberhasilan

Max Zanardi, General Manager Ritz-Carlton Hotel Istanbul, Turki dengan daya kreatifitas yang dimilikinya ia telah mengubah mindset dari suatu bentuk kemewahan yang identik dengan fasilitas hotel bintang 5. Apa yang dilakukannya? Ornamen ataupun dekorasi mewah berupa bunga-bunga yang mahal yang mendominasi hotel diganti menjadi tanaman sayur mayor dan rempah-rempah dari produksi lokal. Tanaman ini dapat langsung dikonsumsi. Luar biasanya terobosan ini ternyata berhasil menuai feedback positif dan pujian dari para tamu hotel mewah itu. Mereka sangat menyukai bagaimana tomat dan sayuran yang tersaji di piring mereka terasa sangat segar karena baru 15 menit sebelumnya dipetik langsung dari alam. Bukanlah hal yang mudah bagi hotel sekelas Ritz-Carlton dapat begitu saja memberikan ruang bagi suatu perubahan yang menabrak batas kewajaran ataupun hal-hal yang sudah berlaku karena dipandang sebagai suatu yang baik atau sudah menjadi standard.

Jadi apa yang dapat dipetik dari cerita di atas, adalah bagi setiap pemimpin diharapkan dapat mengeksporasi kreativitas. Namun bukan kreatifitas namanya jika tidak ada perubahan yang positif atau kemajuan dalam perusahaan. Seperti halnya konteks Ritz-Carlton, kreatifitas yang dilakukan oleh Max Zanardi adalah ditujukan untuk meningkatkan kepuasan para tamu hotel.

Berikut 3 hal penting yang bisa kita disimpulkan:

– Setiap perusahaan memang memerlukan proses dan prosedur kerja yang terstandarisasi.

– Sebuah organisasi bisnis juga harus menyadari bahwa seiring perkembangan dunia, dapat mengubah mindset pelanggan atau konsumen yang akan memiliki kebutuhan ataupun keinginan yang dinamis juga.

– Untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya haruslah diambil langkah-langkah yang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan emosional para pelanggannya.

P. Adi/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana