(Business Lounge – Manage Your Finance) – Perusahaan seringkali dihadapkan pada situasi pengambilan keputusan mengenai perubahan. Salah satu metode yang umum digunakan adalah analisa cost & benefit.

Analisa cost & benefit adalah teknik sederhana yang banyak digunakan untuk mengambil keputusan mengenai perubahan. Analisa cost dan benefit memungkinkan perusahaan untuk mencari tahu apakah sebuah keputusan mampu memberikan tambahan nilai.

Analisa cost & benefit dilakukan dengan membandingkan biaya dan benefit financial dari suatu keputusan. Misalnya, perbandingan cost benefit dari pembangunan jalan yang mengukur biaya dalam membangun jalan dan menguranginya dari pendapatan yang diperoleh dari membangun jalan.

Cost & benefit analysis mempunyai beberapa keunggulan tersendiri, diantaranya:

Teknik cost & benefit analysis ini memungkinkan Anda untuk membandingkan antar proyek secara cepat dan akurat, sehingga menghemat waktu serta usaha. Dengan ini, maka akan tampak proyek mana yang feasible dan tidak, sehingga Anda bisa langsung mengeliminasi proyek yang tidak feasible.

Menguasai teknik ini juga memberikan banyak keuntungan bagi Anda, karena Anda bisa mengaplikasikan teknik ini kapan saja, misalnya: melatih skill ini kepada pihak internal/eksternal lainnya, melakukan kajian proyek dengan teknik ini sebelum dikaji oleh manajemen senior.

Skill ini juga tidak hanya berlaku di proyek kecil, melainkan bisa juga proyek besar. Oleh karena itu, skill ini akan sangat bermanfaat bila Anda mempunyai tanggung jawab dalam suatu proyek besar.

Yang jelas, jika skill ini Anda implementasikan dengan baik, maka bisa menghemat waktu secara signifikan. Sehingga mengurangi rasa frustasi Anda.

Pilihan proyek yang Anda ambil adalah yang paling rasio benefit costnya paling besar dibandingkan dengan lainnya.

Namun ada beberapa item yang perlu Anda perhatikan, karena item-item ini tidak bisa dimasukkan dalam perhitungan analisa cost & benefit:
1. Sunk cost, karena ini merupakan uang kas yang terjadi sebelum evaluasi proyek, bukan biaya/benefit yang terjadi sekarang

2. Depresiasi & Accrual, karena depresiasi adalah item non-kas dan hanya menunjukkan berkurangnya nilai asset. Sementara accrual juga tidak bisa digunakan karena analisa cost&benefit hanya melibatkan transaksi kas saja.

Perubahan harga karena inflasi, karena discount rate yang digunakan pada model sudah memperhitungkan efek inflasi. Maka jika harga memperhitungkan inflasi, maka akan terjadi double count

3. Gain atau Loss yang dibukukan
Akuntan umumnya menggunakan metode ini karena nilai asset pada saat dijual tidak sama dengan nilai buku. Hal ini dikarenakan sulit memprediksi harga jual atau nilai disposal ketika umur asset baru dua tahun atau lebih. Namun, dalam analisa cost & benefit, harga jual dan beli sudah jelas, sehingga tidak perlu penyesuaian lagi.

4. Loan Repayment, karena discount rate sudah memperhitungkan biaya pendanaan baik bunga pinjaman maupun return on equity.

iin3Endah Caratri/VMN/BL/Managing Partner Property Division

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.