Berkshire Hathaway – Dimulai dari Bisnis Tekstil

 

 

SpecialReportBL-berkshire (1)

(Business Lounge – Company Profile) Mendengar nama Berkshire Hathaway Inc maka dengan cepat orang akan mengaitkannya dengan Warren Buffet. Perusahaan ini memang dipimpin oleh Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia.

Berkshire Hathaway Inc merupakan perusahaan induk konglomerat multinasional Amerika yang berkantor pusat di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, dan mengawasi serta mengelola sejumlah anak perusahaan. Berkshire kini memiliki beragam usaha termasuk gula, ritel, kereta api, perabot rumah, ensiklopedi, produsen penyedot debu, penjualan perhiasan, penerbitan surat kabar, pembuatan dan distribusi seragam, dan beberapa utilitas listrik dan gas regional.

Menurut daftar dan formula Forbes Global 2000, Berkshire Hathaway adalah perusahaan publik terbesar kelima di dunia.

Pada tanggal 14 Agustus 2014, harga saham ‘A’ perusahaan untuk pertama kalinya dalam sejarah mencapai harga $ 200.000 atau setara dengan 2,6 miliar per saham.

Bermula dari Perusahaan Tekstil

Berkshire Hathaway bermula dari sebuah perusahaan manufaktur tekstil yang didirikan oleh Oliver Chace pada tahun 1839 dengan mana Valley Falls Company di Valley Falls, Rhode Island. Pada tahun 1929 Valley Falls Company bergabung dengan Berkshire Cotton Manufacturing Company didirikan pada tahun 1889, di Adams, Massachusetts. Perusahaan gabungan itu dikenal sebagai Berkshire Fine Spinning Associates. Pada tahun 1955 perusahaan ini bergabung dengan Hathaway Manufacturing Company yang didirikan pada tahun 1888 di New Bedford, Massachusetts oleh Horatio Hathaway dengan keuntungan dari perburuan paus dan Perdagangan Cina.

Pasang Surut Berkshire Hathaway

Pada dekade pertama perusahaan ini menuai keberhasilan namun kemudian menderita kerugian dalam industri tekstil setelah Perang Dunia I. Berkshire Hathaway yang berkantor pusat di New Bedford memiliki 15 pabrik yang mempekerjakan lebih dari 12.000 pekerja dengan pendapatan lebih dari $ 120 juta. Namun, tujuh dari pabrik tersebut ditutup pada akhir dekade pertama ini, disertai dengan PHK besar-besaran.

Membelinya Karena Kemarahan

Pada tahun 1962, Warren Buffett mulai membeli saham di Berkshire Hathaway. Namun akhirnya, Buffett mengakui bahwa bisnis tekstil mulai memudar dan situasi keuangan perusahaan tidak akan membaik. Pada tahun 1964 saham milik Buffet ditawar untuk dibeli namun dengan harga yang lebih murah. Merasa diremehkan Buffet pun marah dan memutuskan untuk membeli lebih banyak saham untuk mengambil alih perusahaan. Hal ini membuat Buffett dalam situasi menjadi pemilik mayoritas dari bisnis tekstil yang gagal. Pada tahun 1967, Buffett memutuskan untuk melakukan ekspansi ke industri asuransi dan investasi lainnya.

Pada akhir 1970-an, Berkshire mengakuisisi saham ekuitas di Government Employees Insurance Company (GEICO), yang membentuk inti dari bisnis asuransi hari ini (dan merupakan sumber utama modal untuk investasi lain Berkshire Hathaway). Pada tahun 1985, bisnis tekstil pun berakhir, ini merupakan bagian bersejarah dari Hathaway. Pada tahun 2010, Buffett menyatakan bahwa pembelian Berkshire Hathaway adalah kesalahan investasi terbesar yang pernah dibuat.

Memegang Saham Banyak Perusahaan Besar

Pada tahun 2014, Berkshire melaporkan investasi saham terbesarnya berdasarkan nilai pasar, sebagai berikut:

1. American Express Co (14,8%)
2. The Coca-Cola Company (9,2%)
3. DaVita (8.6%)
4. John Deere (4,5%)
5. DirecTV (4.9%)
6. Goldman Sachs (3.0%)
7. IBM (7,8%)
8. Moody Corporation, pemilik Moody Analytics (12,1%)
9. Munich Re (11,8%)
10. The Procter & Gamble Company (1,9%)
11. Sanofi (1,7%)
12. AS Bancorp (5,4%)
13. USG Corporation (30.0%)
14. Wal-Mart (2.1%)
15. Wells Fargo (9,4%)

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana