The Next Dev 2015, Kompetisi Aplikasi Mobile

(Business Lounge – News) Telkomsel menyelenggarakan kembali sebuah kompetisi digital yang di beri nama “The Next Dev” yang roadshow kompetisinya akan dilaksanakan di 10 kota di Indonesia, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Denpasar, Balik Papan, dan Makasar. Akan tetapi kompetisi ini dapat diikuti untuk seluruh Indonesia, bukan untuk 10 kota tersebut saja. Ini adalah untuk kedua kalinya The Next Dev diadakan, sebelumnya pada tahun 2013. Adapun tema yang diangkat kali ini adalah “Smart City”, yang merupakan bentuk dukungan Telkomsel terhadap perwujudan Smart City.

Smart city sebuah konsep penataan kota yang dapat meningkatkan kualitas hidup bagi warganya melalui pengintegrasian teknologi dalam kehidupan. Melalui kompetisi ini, para peserta diajak untuk dapat menciptakan aplikasi mobile yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan perkotaan (seperti macet atau polusi) sehingga kota tersebut dapat menjadi smart city. Vice president Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati menyebutkan ada enam bidang  dalam kompetisi ini yaitu pemerintahan, kesehatan, pendidikan, usaha kecil menengah (UKM), pariwisata, dan transportasi publik.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan bahwa kompetisi ini sesuai dengan ekosistem DNA (Device, Network, Application) yang dimiliki Telkomsel. Menurut Ririek, untuk bersaing dengan Tiongkok dalam ekosistem mobile, Indonesia tidak akan bisa mengejar Tiongkok dalam hal manufaktur, yang bisa kita kejar adalah aplikasi. Menurutnya orang Indonesia punya kreatifitas dan otak untuk membuat aplikasi.

Kompetisi yang ditujukan untuk para pengembang aplikasi muda dengan usia 18 – 30 tahun, baik individual maupun tim (maksimum 3 orang) ini, membuka pendaftaran dari Mei sampai Juni 2015. Pendaftaran dapat dilakukan melalui website www.telkomsel.com/nextdev. Sebanyak 20 peserta pemenang dari kompetisi ini akan mendapatkan hadiah berupa pelatihan, publisitas, dan akses pasar dari Telkomsel. Tiga tim terbaik akan mendapatkan hadiah utama berupa uang tunai dan kesempatan melakukan study visit ke pelaku industri telekomunikasi besar di luar negeri.

Dalam pengumuman resmi kompetisi ini, Telkomsel juga mengundang para pengembang yang sudah berhasil membuat aplikasi yang berhubungan dengan smart city. Tujuannya adalah supaya mereka dapat berbagi pengalaman dan memberikan tips mengenai aplikasi seperti apa yang perlu dibangun untuk pengembangan Smart city. Salah satunya adalah Andreas Senjaya, CEO dari Badr Interactive, yang memberikan tips untuk mengadakan refleksi terlebih dahulu untuk menemukan ide aplikasi apa yang harus dikembangkan. Andreas menyarankan untuk memperhatikan masalah yang ada di sekitar kita dan pikirkan apa yang bisa anda lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Andreas Senjaya adalah pengembang iGrow, aplikasi yang ditujukan untuk membangun infrastruktur hijau, sebagai pemenang pertama kompetisi Startup Asia Jakarta 2014.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana