Hal Paling Mendasar dari Komunikasi

(Business Lounge – Empower People)

Sering mengalami kesulitan untuk berkomunikasi? Ataukah Anda sering kali keliru dalam menyampaikan pesan dan maksud? Hal ini bisa saja dikarenakan Anda belum mengerti benar dasar-dasar untuk berkomunikasi. Seni berbicara adalah hal yang terkesan mudah, padahal sebenarnya ‘gampang-gampang susah’! Tapi untuk ‘gampang’-nya, Anda dapat mulai dari hal dasar.

Komunikasi, jika digambarkan dengan diagram, akan berbentuk seperti ini:

komunikasi

Sender: Individu yang berusaha berkomunikasi dengan orang lain. Bisa jadi Anda atau lawan bicara Anda. Kali ini, Anda menjadi contohnya. Ketika Anda berbicara, maka apa yang ada dalam pikiran Anda akan melewati proses yang disebut Encoding. Maksudnya, ide Anda akan diubah menjadi pesan dalam bentuk verbal, tertulis, simbol-simbol, gambar, ataupun kombinasi dari semuanya. Ini terjadi ketika anda men-translate apa yang ada dalam pikiran Anda ke bentuk yang dapat dipahami.

Communication Channels: Metode dalam penyampaian pesan, yaitu dapat melalui face-to-face, phone-call, surel, atau sebagainya.

Receiver: Pendengar Anda atau mungkin Anda yang sedang mendengarkan. Di sini, pendengar akan melewati fase Decoding.  Ini berarti “menterjemahkan”. Fase inilah yang seringkali jadi pemicu salah paham, konflik, dan sebagainya yang pada akhirnya menimbulkan miskomunikasi.

Feedback: Timbal balik. Seberapa baik Anda membawa berita akan tergantung pada bagaimana receiver melakukan feedback. Dalam bentuk perkataan ataupun performa.

Noise: Hal-hal menyebalkan yang dapat mempengaruhi proses pengiriman pesan pada penerima. Misalnya saja, telepon yang berdering-dering tidak berhenti. Atau jika Anda ada pada dunia industri kreatif, mood Anda dapat mempengaruhi komunikasi.

Perhatikan bahwa dua hal yang penting di dalam diagram ini sebenarnya adalah Encoding dan Decoding. Lancarnya komunikasi Anda akan sangat tergantung pada bagaimana Anda menyampaikan berita dan bagaimana pendengar mengerti berita. Kesalahan di dalam fase inilah yang menimbulkan friksi. Entah dalam bentuk kurang respect, ketidakpahaman, kesalahan pengertian, ataupun tersinggung tidak menentu.

Bagaimana agar ini terhindar? Saya akan bahas lebih dalam nanti.

Michael Judah Sumbayak/VMN/BL/Managing Director of Business Lounge
Editor: Ruth Berliana