(Business Lounge – Empower People) Pada kesempatan ini, saya akan melanjutkan kembali pembahasan mengenai memotivasi diri sendiri. Pada tulisan sebelumnya saya sudah membahas poin pertama tentang Analisis Kerugian dan Manfaat, maka kini saya masuk dalam poin selanjutnya untuk Mengenali Situasi Genting (sense of urgency).

Mengenali Situasi Genting (Sense of Urgency)

Kenapa hal ini diperlukan untuk memotivasi diri? Apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan situasi genting itu sendiri? Genting dapat diartikan sebagai sesuatu yang penting dan mendesak, jadi bukan sekedar penting tapi juga ada satu kondisi dan situasi yang harus segera dilakukan atau diputuskan. Kesadaran atas situasi genting inilah yang membantu untuk mendorong diri Anda melakukan tindakan yang nyata dan real, jadi tidak berhenti pada rencana saja. Anda bisa membuat banyak rencana kerja dan rencana kegiatan, tetapi persoalan untuk menindaklanjuti apa yang sudah Anda rencanakan tersebut yang kadang menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri. Jadi jikalau Anda sendiri tidak merasa bahwa ada sesuatu yang bersifat ”genting” yang harus Anda kerjakan, maka jangan harapkan orang lain akan termotivasi untuk memulai atau mengerjakannya dengan cepat.

Contoh sederhana misalnya hal yang sehari-hari dapat kita lakukan yaitu urusan membersihkan rumah, ini sederhanakan? Setiap hari Anda pasti melihat kondisi dan situasi tersebut di rumah masing-masing, Anda dapat melihat apakah rumah dalam keadaan bersih, sedikit kotor, berantakan atau paling parahnya sering disebut seperti “kapal pecah”. Kalau Anda merasa membersihkan rumah yang sedikit kotor dan sedikit berantakan sebagai suatu hal yang kurang penting dan Anda berpikir “Ah, nanti saja deh”, ”hmm .. besok-besok saja sekarang lagi heboh yang lain, belum sempat”, maka suatu ketika Anda akan tiba pada situasi ketika Anda menemukan kondisi rumah yang sudah seperti kapal pecah. Kenapa bisa? Karena Anda tidak pernah melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang urgent dan genting. Anda tahu kondisi rumah kotor dan berantakan, tetapi tidak ada dorongan yang kuat untuk bertindak karena tidak adanya kesadaran atas situasi genting untuk membersihkan rumah.

Sekarang coba bandingkan dengan sikap Anda sewaktu menghadapi bencana alam, misalnya menghadapi ancaman banjir. Apa tindakan Anda begitu mendengar berita bahwa sungai yang dekat dengan rumah yang hanya berjarak sekitar 200 meter dikabarkan akan segera meluap airnya. Saya yakin sekali, Anda tidak akan tinggal diam, Anda pasti segera bertindak yang dapat disertai kepanikan. Tidak akan tinggal tenang, pasti akan ”heboh”, mulai mengemas dan menyelamatkan barang-barang berharga yang Anda punya, mengangkat barang, mencabut kabel listrik dari stop kontak, bahkan segala macam cara Anda usahakan untuk menyelamatkan rumah Anda dan tentunya diri Anda sendiri. Mengapa? Alasannya adalah Anda tahu bahwa situasinya genting, tidak bisa di tunda, harus segera ditindaklanjuti.

Inilah yang dimaksud dengan menumbuhkan ”kesadaran atas situasi genting”. Kesadaran ini yang akan menggerakkan Anda untuk segera mengambil tindakan nyata, tindakan yang real, tindakan yang konkrit, sehingga Anda tidak menunda-nunda.

Menyinggung masalah pekerjaan Anda, pastinya Anda semua ingin berkembang dalam karir Anda, berhasil dan sukses. Anda inginkan naik gaji, naik pangkat, dan jabatan, serta diberi kepecayaan oleh atasan, Anda ingin supaya ada perubahan dan pengembangan diri. Andaa ingin memperluas skill atau keahlian. Kesadaran sudah ada, itu baik, ini modal dasar, tetapi kalau Anda tidak menganggap hal itu sebagai hal yang ’genting’, percayalah Anda akan cenderung menunda-nunda bahkan melupakannya. Pada akhirnya, ketika  kesempatan pengembangan karir tiba, Anda hanya ’gigit jari’ karena Anda belum siap dan tidak memiliki skill dan kemampuan yang diperlukan akibatnya Anda tidak perform.

Karena itu, walau hal ini kelihatan sepele, sederhana, hanya menyadari situasi tertentu, tetapi lihatlah dampak dari tidak mengenali situasi genting akan memerangkap diri Anda sendiri. Karena kecenderungannya Anda selalu ingin ada dalam comfort zone, maunya yang tidak menyusahkan Anda, ingin tenang dan santai, kurang suka tantangan dan hal baru. Tetapi semua kondisi yang monoton atau rutinitas akan membawa Anda pada situasi yang tidak mengenali situasi genting yang akhirnya membuat Anda tidak berkembang.

Hal yang dapat Anda lakukan saat ini untuk dapat mengenali dan menciptakan kesadaran atas situasi genting adalah dengan menentukan apa yang menjadi target utama (goals) Anda. Selanjutnya buat kerangka waktu bagi tindakan atau kegiatan  yang akan Anda lakukan, yang konkrit dan dapat diukur dan dievaluasi. Anda harus bisa menyusun strategi dan menentukan tindakan apa yang akan Anda buat supaya dapat mencapai tujuan utama Anda dengan hasil yang seoptimal mungkin.

Contohnya, Anda ingin meningkatkan skill atau kemampuan Anda,  mulailah menyusun strategi atau caranya supaya Anda dapat meningkat, misalnya, siapa orang yang dapat Anda temui, Anda ajak bicara, dan gali ilmunya, lalu targetkan kapan akan mulai mempelajarinya dan mencobanya, sampai Anda akhirnya dapat menguasai apa yang mau Anda capai tersebut. Dengan adanya langkah-langkah konkrit yang akan Anda kerjakan ini, maka langkah Anda untuk mengembangkan skill jadi lebih terarah dan terukur.

Saya masih ingat, ketika pertama kali saya belajar renang, saya sama sekali bingung bagaimana caranya tubuh saya dapat mengambang tanpa saya takut tenggelam. Saya mulai mencari orang yang dapat membantu saya dan mengajari saya berenang. Saya targetkan dalam sebulan saya sudah harus bisa berenang dengan 2 gaya, saya ambil waktu belajar berenang seminggu 2x, setiap kali belajar selama 1 jam. Maka karena ada keinginan yang akan dicapai atau suatu tujuan yang pasti akhirnya saya berhasil mencapainya dan saya sudah bisa berenang. Ini tentu hal kecil dan sederhana, tetapi saya berharap hal ini cukup applicable untuk dapat diterapkan.

Saya sudah membahas dua point untuk memotivasi diri, yaitu dengan melakukan analisa Manfaat dan Kerugian dan yang kedua Mengenali Situasi Genting supaya tumbuh kesadaran akan situasi genting. Masih akan ada langkah ke tiga, yang penting untuk membuat kita tidak mudah berputus asa menghadapi rintangan. Apakah itu?

Ria Felisha/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana

Related Posts

No Responses

  1. wicaksono

    ada pekerjaan atau sesuatu yang sifatnya mendesak dan penting, ada yang penting ttp tidak mendesak, ada yang tidak penting tetapi mendesak.
    urgency dalam tulisan ini berarti penting dan mendesak

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.