AACC2015: Pameran Kerjasama Selatan-Selatan Triangular (KSST)

(Business Lounge – AACC2015) Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno L.P. Marsudi telah membuka secara resmi Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST)  pada 19 April 2015. Pada kesempatan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Sekretariat Negara dan Wakil Menteri Keuangan juga menyampaikan pernyataan mereka dalam hal Kerjasama Selatan-Selatan dan Indonesia. Pameran ini diselenggarakan oleh Tim Koordinasi Nasional dari Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) yang didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP) di bawah Indonesia – UNDP Partnership Framework Agreement dan sebagai salah satu realisasi komitmen bersama untuk meningkatkan kerjasama pembangunan. Diharapkan bahwa pameran ini akan memajukan peran Indonesia dalam lingkup global dan memenuhi visi Indonesia untuk menjadi mitra yang tampil dalam Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST).

Untuk negara-negara Asia dan Afrika, Kerjasama Selatan-Selatan merupakan perwujudan solidaritas di antara mereka yang memberikan kontribusi untuk kesejahteraan nasional mereka, kemandirian nasional, dan kolektif mereka dan pencapaian tujuan pembangunan yang disepakati secara internasional. Hal ini terutama karena agenda dan inisiatif dalam rangka Kerjasama Selatan-Selatan telah ditentukan oleh negara-negara Selatan, dipandu oleh prinsip-prinsip yang menghormati kedaulatan nasional, kepemilikan nasional, dan kemandirian, kesetaraan, tanpa-persyaratan, non-interferensi urusan dalam negeri dan saling menguntungkan.

Kerjasama Selatan-Selatan telah menjadi bagian tak terpisahkan bagi kemitraan antara negara-negara Asia dan Afrika yang saat ini memperingati Konferensi Asia Afrika ke-60 dan menganggap “Memajukan Kerjasama Selatan-Selatan” sebagai tema utama. Memang, negara-negara Asia dan Afrika telah menyaksikan peningkatan volume perdagangan Selatan-Selatan, arus investasi asing langsung Selatan-Selatan , dan kemajuan menuju integrasi regional, transfer teknologi, berbagi solusi dan ahli, dan bentuk lain dari pertukaran.

Untuk Indonesia, Kerjasama Selatan-Selatan merupakan kerangka kerja yang penting untuk membangun kemitraan dengan negara-negara berkembang untuk menanggapi tantangan global yang pada gilirannya akan mendorong perkembangan ekonomi kemiskinan antara negara-negara. Dalam hal ini, Indonesia telah mencapai tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat internasional dalam bidang Kerjasama Selatan-Selatan. Sejak tahun 1999 hingga 2014, Indonesia telah melakukan lebih dari empat ratus program dalam memperkuat kapasitas teknis dengan sekitar empat ribu peserta dari negara-negara Asia dan Afrika. Program-program ini mencakup bidang pendidikan, pertanian, perikanan, demokratisasi dan tata pemerintahan yang baik, dan manajemen risiko bencana.

Setelah komitmen kuat Indonesia untuk memajukan Kerjasama Selatan-Selatan, pada tahun 2010, pemerintah membentuk Tim Koordinasi Nasional (NCT) dari Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Tujuan utama pendirian ini adalah untuk mengkoordinasikan semua bantuan teknis Indonesia dan untuk memungkinkan Indonesia untuk memenuhi komitmennya untuk berkontribusi pada kesejahteraan global. Tim ini terdiri dari empat Kementerian, yakni Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas, Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara. Ini adalah tim ini yang telah menyelenggarakan Pameran Selatan-Selatan Indonesia dan Triangular Cooperation sebagai bagian dari acara Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika.

Di bawah Tim Koordinasi Nasional ini, enam sektor unggulan Kerjasama Selatan-Selatan di Indonesia telah diidentifikasi dan diimplementasikan lebih lanjut. Sebagaimana dikemukakan pada pameran, sektor-sektor ini adalah (i) Pertanian, Ketahanan Pangan & Perlindungan Sosial; (ii) Manajemen Risiko Bencana; (iii) Demokrasi – Tata Pemerintahan yang Baik; (iv) Perdagangan & Industri; (v) Infrastruktur; dan (vi) Pembangunan Manusia. Program pada sektor ini yang tersedia di pameran ini, antara lain; Program Pengurangan Risiko Bencana oleh Research Center Manajemen Risiko Bencana Tsunami dari Universitas Syiah Kuala, Badan Peningkatan Kapasitas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Inseminasi Buatan Singosari untuk Program Sapi, dan Peningkatan Kapasitas Kependudukan, Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Program oleh Populasi National dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana.

Pameran ini lebih menyajikan program-program Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) dari garis Kementerian/ lembaga seperti Penjualan Semen beku dari Inseminasi Buatan Singosari untuk Program Sapi, Mesin Pengolahan ikan matang & kering dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan promosi materi yang berhubungan dengan kontribusi Indonesia untuk Palestina oleh Departemen Luar Negeri.

Pameran Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) diadakan selama peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (19-23 April 2015) dan berlokasi di Pre Function Hall A, Jakarta Convention Centre.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image: Antara