McDonald’s: Fight for $15

(Business Lounge – Business Insight) McDonalds memang telah menyatakan bahwa perusahaan telah menyanggupi untuk menaikkan upah minimum para karyawannya dan juga memberikan beberapa benefit lainnya. (Baca: McDonald Naikkan Upah Minimum dan Berikan Beberapa Benefit). Namun hal ini tidak cukup menahan beberapa ratus orang yang merupakan karyawan restoran makanan cepat saji untuk tetap mogok dan berdemonstrasi di New York bergabung dengan para pengunjuk rasa lainnya. Pada Rabu (15/4) mereka menuntut upah minimum US $ 15 per jam supaya mereka dapat keluar dari kemiskinan. Padahal sebelumnya McDonald telah menaikkan upah minimum hingga diatas upah minimum federal.

Seperti dilansir oleh AFP bahwa unjuk rasa tidak hanya akan berlangsung di kota terbesar di Amerika ini, tetapi akan menyebar ke 200 kota di Amerika dan bergabung dengan petugas bandara, konstruksi, dan staf penitipan anak, serta orang-orang yang bekerja di bidang pendidikan. Aksi unjuk rasa ini akan menjadi yang terbesar yang pernah dimobilisasi oleh para pekerja bergaji rendah di AS.

Di New York, protes pertama dimulai sekitar 6:00 pagi di luar gerai McDonald di Brooklyn. Di Manhattan, pekerja makanan cepat saji bergabung dengan mahasiswa dan aktivis, menyebar di trotoar di area luar McDonald untuk menuntut gaji yang lebih baik, kata seorang fotografer AFP. Mereka mengangkat plakat yang bertuliskan:. “Why poverty – Kenapa kemiskinan,” “Fight for 15 – Berjuang untuk 15″ dan “Because the rent won’t wait – Karena sewa tidak akan menunggu”

Pekerja mengatakan mereka muak dengan pembayaran yang tidak akan membawa mereka keluar dari kemiskinan. Selain itu para pemberi kerja pun mengancam akan menunjukkan aksi permusuhan jika para pekerjanya ikut bergabung dengan unjuk rasa atau membentuk serikat pekerja.

Kenaikan Upah Minimum

Pada 1 April, McDonald memang telah mengatakan akan menaikkan gaji per jam sebesar US $ 1 di atas upah minimum lokal resmi untuk 90.000 karyawan yang bekerja pada restoran milik perusahaan serta memberlakukan timeoff berbayar. Tetapi hal ini tidak berlaku untuk 660.000 karyawan yang bekerja untuk restoran yang dimiliki oleh waralaba, yang terdiri dari 90 persen dari outlet 14.000 McDonald di seluruh Amerika Serikat.

“Daripada mencoba menenangkan karyawannya dengan pembayaran yang remeh malah menarik ejekan serta menginspirasi lebih banyak pekerja untuk bergabung dalam pemogokan,” demikian dikatakan penyelenggara mogok seperti dilansir oleh AFP.

Upah minimum di negara bagian New York adalah US $ 8,75 (sekitar 113,750 rupiah) per jam akan naik menjadi US $ 9 (sekitar 117,000 rupiah) pada tahun 2016. Sedangkan upah minimum federal US $ 7,25 (sekitar 94,250 rupiah) tetapi banyak negara bagian AS memiliki upah minimum mereka sendiri.

New York City Comptroller Scott Stringer mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Selasa (14/4) bahwa bahkan ketika disesuaikan dengan biaya hidup, upah minimum New York adalah yang terendah dari setiap kota besar di Amerika Serikat. Bayar US $ 15 per jam (sekitar 135,000 rupiah) akan menghemat pembayar pajak US $ 200 – US $ 500 juta per tahun dalam kupon makanan dan belanja Medicaid, kata laporan itu.

San Francisco dan Seattle keduanya mengadopsi upah minimum US $ 15.

Pada Agustus 2013, pekerja makanan cepat saji meluncurkan pemogokan buruh pertama mereka secara nasional sepanjang hari, di 60 kota, dan protes mereka semakin bergaung dalam politik nasional.

Presiden Barack Obama telah menghadapi oposisi Republik kaku dalam mendorongnya untuk peningkatan upah minimum US $ 10,10 untuk mengangkat ratusan ribu orang di atas garis kemiskinan.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image: youtube