Strategi Airbus Tawarkan Pesawat dengan Jajaran 10 Kursi

(Business Lounge – Business Insight) Airbus berencana untuk menawarkan maskapai penerbangan lebih banyak pilihan bagaimana cara mereka mengkonfigurasi pesawat mereka, dan memberikan kebebasan pada operator pesawat untuk memilih berbagai tingkat kenyamanan dalam kabin ekonomi mereka, demikian dijelaskan seorang eksekutif senior Airbus pada Rabu (8/4) seperti dilansir oleh Reuters.

Airbus juga berencana untuk mengatur kembali kapasitas jet berbadan lebar untuk meng-upgrade kelas ekonomi dan bisnis yang tradisional menjadi premium untuk mengenali tren pasar, demikian dikatakan Chris Emerson, kepala pemasaran Airbus, dalam sebuah wawancara telepon dengan Reuters.

Airbus sekarang menawarkan pola kursi berjajar 8 sebagai standar tata letak pada widebody A330, tetapi kini Airbus dapat menawarkan 9 kursi per baris apabila penerbangan ingin menawarkan produk yang lebih ramping dengan imbalan tarif yang lebih rendah.

Sembilan berjajar ini diminati oleh maskapai penerbangan Asia yang melayani pelanggan dengan harga yang sensitif, demikian dikatakan Emerson. Ada juga minat untuk 10 kursi berjajar A350 daripada tata letak 9 kursi untuk jet tersebut. “Sembilan puluh persen lalu lintas udara secara global diisi oleh segmen ekonomi,” demikian dikatakan Emerson seperti dilansir oleh Reuters.

Maskapai telah lama memiliki pilihan untuk mengkonfigurasi kabin mereka seperti yang mereka inginkan, tapi pilihan telah relatif sedikit. Emerson berkata bahwa maskapai penerbangan akan semakin menawarkan tingkat kenyamanan yang berbeda dalam kabin ekonomi. “Kami melihat lebih banyak dan lebih segmentasi di pasar.”

Selain menawarkan pilihan untuk penumpang, kursi telah lama menjadi pusat pertempuran yang lebih dalam antara Airbus dan Boeing. Masing-masing menuding yang lain mempersempit area penumpang untuk membuat pesawat mereka tampak lebih efisien di atas kertas. Klaim baru-baru ini cenderung untuk menghidupkan kembali hari-hari perdebatan menjelang interior jet utama dipertontonkan di Jerman.

Pada tahun 2013, Airbus meluncurkan kampanye untuk meyakinkan maskapai penerbangan untuk menuntut kursi kelas ekonomi yang setidaknya 18 inci lebih lebar, dengan alasan bahwa Boeing telah menghimpit penumpang dengan konfigurasi area yang sempit untuk kinerja ekonomi tetap stabil.

Pejabat Boeing menyangkal ini dan mengatakan saingan mereka telah kehilangan argumen karena badan pesawat yang lebih luas pada jet seperti 777 memungkinkan untuk lebih banyak kursi terdapat pada setiap baris, tanpa mengorbankan kenyamanan.

Meskipun Airbus masih mengatakan 18 inci adalah standar, Airbus memberikan bobot lebih untuk pilihan apakah akan menambah kepadatan dalam pesawat atau tidak. Semuanya dapat menjadi fleksibel. Airbus telah menciptakan istilah “Budget Economy” atau “Jajaran Maksimal” – untuk kursi vs Comfort Economy.

Saat ini, 10 persen dari pesawat berbadan lebar Airbus berada di konfigurasi “Jajaran Maksimal” demikian dikatakan Emerson. Dia mengatakan 60 persen dari pesawat Boeing dikonfigurasi dengan cara ini.

“Perbandingan tersebut tidak diterapkan karena pesawat Boeing dirancang dengan standar dan tingkat kenyamanan lebih tinggi,” demikian kata kata juru bicara Boeing.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image: Antara