Ketika CFO Tidak Bersama CEO

(Business Lounge – Manage Your Finances) Ada empat prinsip pokok yang menjadikan seorang CEO atau pemimpin perusahaan memiliki kapabilitas keuangan dengan keputusan-keputusan yang jitu dan menguntungkan perusahaan sekalipun tanpa bantuan ahli keuangan atau Chief Financial Officer (CFO).

Yang pertama adalah, bahwa memberikan peningkatan nilai perusahaan merupakan fungsi dari return of capital (ROC) dan pertumbuhan perusahaan. Apapun masalah yang sedang dihadapi oleh bagian keuangan perusahaan, pastikan keputusan yang akan diambil memberikan dampak kepada meningkatnya ROC dan meningkatnya pertumbuhan perusahaan. Ketika dihadapkan pada tawaran untuk melakukan merger & acquisition, secara sederhana hubungkan apakah keputusan yang akan diambil meningkatkan ROC dan pertumbuhan perusahaan? Kalau tidak memberi dampak, tidak perlu dilanjutkan lagi atau saat membandingkan alternatif-alternatif perusahaan yang akan diajak untuk merger & acquisition, bandingkan saja perusahaan yang memberikan dampak terbesar pada ROC.

Prinsip yang kedua adalah, CEO tidak perlu pusing dengan cara-cara financial engineering memecah-mecah kue dari keuangan perusahaan dengan macam-mcam cara, misalnya pembelian saham perusahaan kembali, atau rencana menggabungkan perusahaan, dan lain-lain. Perhatian penting CEO hanya pada satu hal yaitu bagaimana semua cara pada akhirnya akan meningkatkan cash flow, hanya peningkatan cash flow akan menciptakan nilai perusahaan lebih tinggi. Cash flow menjadi indikator utama saat keputusan-keputusan bisnis dilakukan, sebab apapun rencana perusahaan bila tidak memiliki cash flow yang baik hanya akan mengakibatkan kegagalan. Sebagus apapun strategi perusahaan, tanpa memiliki cash flow yang baik tidak mungkin dijalankan. Karena itu cash flow menjadi perhatian perusahaan pada saat melakukan keputusan-keputusan  keuangan.

Prinsip ketiga yang perlu diperhatikan oleh seorang CEO adalah treadmill expectation, prinsip ini  menjelaskan bagaimana pergerakan harga saham perusahaan mencerminkan perubahan dalam ekspektasi pasar saham tentang kinerja, bukan hanya kinerja aktual perusahaan (dalam hal pertumbuhan dan return of capital (ROC) yang diinvestasikan). Semakin tinggi harapan mereka, semakin baik perusahaan untuk mengikutinya. Perhatian CEO pada hal ini khususnya untuk perusahaan go public sangat diperlukan saat mengambil keputusan akan mempengaruhi harga saham, sehingga sebelum memutuskan perhatikan akibatnya kepada pergerakan harga saham.

Prinsip keempat yang perlu dimiliki, nilai sebuah perusahaan tergantung pada bagaimana cara pemilik perusahaan mengelolanya dan strategi apa yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Sehingga seorang CEO dalam keputusannya mengaitkan dengan strategi jitu yang dilakukan pemilik perusahaan.

Pengarang buku Value: The Four Cornerstones of Corporate Finance,  Richard Dobbs, Bill Huyett, dan Tim Koller memperlihatkan bagaimana applikasi prinsip-prinsip ini dalam bagan berikut ini:

ceo tanpacfo

Dari tabel di atas dapat terlihat bagaimana secara praktis prinsip-prinsip tersebut. Untuk prinsip pertama dicontohkan pada saat melakukan evaluasi proyek. Prinsip kedua, saat melakukan merger & acquisition. Prinsip ketiga, pada saat memberikan kompensasi bagi eksekutif, dan prinsip terakhir biasanya dalam memutuskan membeli atau bergabung dengan perusahaan, dalam istilah keuangan disebut divestitures.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/Regional Head-Vibiz Research Center