Pentingnya Pemimpin Menghargai Waktu

(Business Lounge – Lead & Follow) Menjadi pemimpin harus tahu menghargai waktu. Sebab waktu bagi  seorang pemimpin banyak maknanya. Waktulah yang membuat seorang pengikut bertransformasi menjadi pemimpin. Waktulah yang membuat visi pemimpin menjadi kenyataan. Waktulah yang membuat pemimpin mampu memahami apa artinya menghargai setiap orang dalam hidupnya.  Seseorang yang mulai bekerja pada usia ke-24 misalnya, lalu menjadi seorang “general manager” setelah melewati 15 tahun bekerja, maka ia akan tahu kualitas waktu yang dilewatinya selama 15 tahun itu.

Mengapa Waktu Begitu Berharga?

Waktu sangatlah berharga karena waktu yang hilang tidak dapat tergantikan dengan apapun. Jika sudah kehilangan waktu, biasanya bukan hanya waktu tapi juga kehilangan banyak hal yang lain. Hal ini yang membuat kita menyadari bahwa waktu itu harus dihargai. Kalau perlu dijaga dari menit ke menit agar tidak ada waktu yang berlalu dengan sia-sia.

Waktu jugalah yang menjadi saksi atas sebuah kegagalan ataupun atas moment keberhasilan. Waktu sangat penting karena tidak dapat diputar kembali. Waktu dapat menjadi suatu penyesalan karena terbuang ataukah menjadi suatu kebanggaan karena dilewati dengan kerja keras dan  kesungguhan. Seorang anak SMU melewatti masa SMP hingga SMU dengan tidak mau belajar sehingga akhirnya tidak lulus ujian akhir SMU. Ia pun terpaksa harus membayar mahal waktu yang telah ia buang dengan percuma dengan merelakan masa depannya untuk masuk perguruan tinggi tepat pada waktunya sebab ia terpaksa mengulang satu tahun pelajaran. Kalau diuangkan maka kerugian yang dialami itu dapat dinilai sejumlah uang sekolah yang telah dibayarkan serta sejumlah penghasilan yang akan diterima apabila ia bekerja tepat pada waktunya setelah meraih gelar sarjananya.

Dimensi Waktu

Seorang  pemimpin harus pandai menghitung waktu dan mengerti benar memahami harga dari waktu. Bahwa waktu pasti ada batasnya, itu adalah sesuatu yang pasti. Seorang CEO perusahaan pastilah terbatas sampai pada usia pensiunnya. Kalau Anda mulai menjadi CEO perusahaan di usia 50 tahun maka berarti waktu yang Anda miliki untuk mewujudkan visi Anda mungkin hanyalah 10 tahun saja dan waktu itu dapat menjadi berat bagi Anda atau dapat menjadi sangat menyenangkan, semua adalah pilihan.

Dalam dimensi waktu ada yang namanya pilihan dan manusia seumur hidupnya harus selalu memilih, memilih, memilih, memilih, dan memutuskan pilihan dan menjalani pilihan. Itulah yang selalu ada pada waktu.

Penting untuk diingat bahwa setiap pilihan yang dibuat juga memiliki konsekuensi dengan waktu, akankah pilihan tersebut mengefektifkan waktu? Akankah pilihan tersebut justru membuang-buang waktu? Akan pilihan tersebut pada suatu waktu nanti berbuah manis ataukah sebaliknya?

Hidup adalah pilihan  dan pilihan dan itu dibuat dalam dimensi waktu. Ketika Anda menjadi seorang pemula Anda harus belajar apa yang namanya “decision making” yang merupakan suatu pelajaran soft skill yang penting untuk dipelajari semua orang dalam karirnya. Namun skill ini tidak akan terasah jika tidak ada prakteknya karena itu Anda harus sering berlatih untuk membuat diri Anda tajam dalam pengambilan keputusan yang terbaik.

Tips

Beberapa tips yang dapat dapat Anda latih untuk belajar memahami dimensi waktu dalam pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

  1. Jangan meremehkan waktu, hargailah setinggi mungkin sehingga tidak satu detikpun akan Anda buang sia-sia.
  2. Buatlah keputusan yang baik dalam waktu yang Anda jalani. Hal ini harus dimulai sejak pagi hari, misalnya ketika Anda memutuskan jam berapa Anda harus bangun di pagi hari, dan sebagainya.
  3. Ujilah keputusan Anda sesering mungkin, agar jika ternyata Anda salah memutuskan, Anda tidak perlu membuang lebih banyak lagi waktu. Berhenti di titik itu, berpikir dan ambil keputusan baru yang lebih menguntungkan.
  4. Hitunglah waktu yang Anda gunakan dengan melihat ujung keputusan Anda, misalnya ketika Anda memutuskan untuk membatalkan sebuah proyek, hitunglah kerugian apa yang timbul dan keuntungan apa yang akan Anda peroleh pada masa yang akan datang jika Anda mengubah keputusan Anda.
  5. Penyesalan atas kegagalan boleh tapi segeralah bangkit dengan optimis, sebab waktu terus berputar dan jangan biarkan diri Anda hanya hidup dalam penyesalan sebab Anda tidak akan melihat hari-hari baik di depan.

Vera Herlina Vera Herlina/VMN/BL/Managing Partner Leadership, Entrepreneurship and Strategic Management Vibiz Consulting