(Business Lounge – Lead & Follow) Dalam survei yang dilakukan oleh Deloitte maka banyak perusahaan mengatakan bahwa masalah yang paling penting dari manajemen sumber daya manusia pada tahun 2015 adalah masalah kepemimpinan yang harus dijawab oleh perusahaan. Bagaimanakah perusahaan bisa menjawab tantangan ini?

Pertama-tama patut disadari bahwa pengembangan kepemimpinan dalam sebuah perusahaan merupakan tanggung jawab pemimpin puncak atau seorang CEO pada perusahaan. Legacy adalah komitmen dari seorang CEO, perlu ada investasi baik waktu, tenaga, usaha bahkan biaya untuk melakukannya.

Kedua, tetapkan apa yang menjadi prioritas utama dalam bisnis dan kemudian kembangkan kerangka untuk melakukan seleksi, assessment, pengembangan dan suksesi yang mendefiniskan bagaimana pemimpin yang diinginkan untuk sekarang dan masa yang akan datang, menjadi model yang sederhana, dan menjadi bahasa untuk kepemimpinan di seluruh perusahaan.

Kembangkan pemimpin di setiap tingkatan organisasi adalah langkah yang ketiga. Ketika para eksekutif perusahaan kuatir mencari pengganti dari para pemimpin puncak, sesungguhnya para pemimpin pada lini menengah dan lini bawah sedang menggerakan perusahaan dan merupakan pemimpin masa depan. Mereka berinteraksi dengan pelanggan setiap hari. Bahkan mereka mendorong kinerja, memastikan perjanjian yang dijalankan dan meningkatkan retensi dari pelanggan. Hal ini memerlukan fokus pengembangan bagi mereka sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka yang unik

Langkah keempat adalah memberikan penghargaan kepada pemimpin yang mengembangkan penggantinya dan selalu membagikan keahlian yang dimiliki. Hal ini sangat penting sebagai proses menabur benih dan mengisi pipeline leadership dengan mereka yang terbaik. Tanpa proses ini maka investasi pada kepemimpinan tidak akan menghasilkan.

Langkah kelima adalah mengembangkan atau meningkatkan model kapabilitas, hal ini adalah tambahan pada langkah kedua sebagai integritas dari seluruh model pengembangan kapabilitas yang fokus pada model dan program kepemimpinan.

Langkah keenam yang penting adalah bagaimana menggunakan pihak-pihak di luar perusahaan untuk menciptakan dan mengembangkan pemimpin-pemimpin baru. Misalnya dengan para partner bisnis, universitas, juga dengan para pihak ketiga yang mendorong pengalaman memimpin, termasuk dalam program-program pengabdian masyarakat.

Langkah ketujuh, pemimpin memerlukan juga saat ketika mereka sendiri saja menghadapi situasi yang sulit yang dalam buku “Execution” karangan Larry Bossidy dan Ram Charand disebut dengan Emotional Fortitude. Hal ini tidak didapatkan di dalam kelas, namun ada pada saat mereka dilepas menghadapi masalah, umumnya proses ini terjadi pada saat para pemimpin puncak berani melakukan delegasi kepada para pemimpin muda.

Mentoring merupakan kebutuhan utama dalam seluruh proses pengembangan pemimpin, mentoring berbeda dengan coaching. Peristiwa ini adalah saat dimana pemimpin-pemimpin muda di motivasi untuk tetap berani menghadapi persoalan, juga bangkit saat menghadapai kegagalan yang berulangkali terjadi. Seluruh proses tujuh langkah yang dilakukan perusahaan dirangkum dalam proses mentoring yang dilakukan para pemimpin puncak.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/Regional Head-Vibiz Research Center

Related Posts

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.