ios-8-vs-android-lollipop

Adopsi iOS 8 77%, Tinggalkan Android Lollipop di 3,3%

(Business Lounge – Tech & Gadget) Apple kembali meninggalkan rivalnya Google dalam catatan keberhasilan tingkat adopsi sistem operasi iOS 8.

Minggu ini, Apple kembali mengungkapkan statistik terbaru mengenai distribusi iOS 8. Menurut perusahaan Cupertino ini, iOS 8 telah berjalan pada 77 persen dari iPhone dan iPad yang terdaftar di App Store. Jika dibandingkan dengan bulan Februari, angka ini meningkat sekitar 5 persen, dan meningkat sekitar 2 persen dari minggu pertama bulan Maret. (Baca juga artikel Adopsi iOS 8 Sentuh 75%)

Tingkat adopsi iOS 8 merupakan yang cukup baik, setelah terjadi stagnasi pada awal Oktober 2014. Apple memiliki data bahwa pengguna perangkat iOS masih betah bertahan dengan iOS 7 untuk 20 persen perangkat dan sekitar 3 persen masih menggunakan iOS 6. Tentu saja, lonjakan tingkat adopsi sistem operasi ini disebabkan dari kesuksesan peluncuran iPhone 6 dan iPhone 6 Plus akhir tahun lalu.

Android masih menghadapi stagnasi

Berbeda dengan Apple, Google masih menanti lompatan adopsi sistem operasi terbaru miliknya Android 5.0 Lollipop, yang masih bertahan dengan 3,3 persen sejak 5 bulan peluncurannya. (Baca juga artikel Adopsi iOS 8 Melonjak, Android Lollipop Stagnan)

Pengguna perangkat Android paling banyak masih dengan versi KitKat yang mencapai 40 persen dari semua perangkat Android. Selain itu adalah Android 4.2 Jelly Bean dengan 19,4 persen, dan Jelly Bean 4.1 dengan 17,3 persen.

ios-lollipop
Kekontrasan antara iOS dan Lollipop dikarenakan Android digunakan oleh berbagai produsen smartphone dan tablet, dan biasanya setiap produsen memiliki penawaran tersendiri untuk pembaharuan sistem operasi. Bahkan untuk dua raksasa produsen smartphone dan tablet seperti Lenovo dan Acer sampai sekarang belum memberikan update untuk smartphonenya.

Di sini Apple lebih diuntungkan, karena perusahaan memiliki kontrol penuh atas perangkatnya, sehingga tidak perlu menunggu update dari mitra apapun.

Yusnia/VMN/BL/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Evi Fog