(Business Lounge – Lead & Follow) Pernahkah Anda sulit mendapatkan informasi apalagi  ilmu dari seorang pemimpin?  Saya pernah melihat seorang pengusaha perusahaan besar yang sangat takut karyawannya menjadi pintar. Sangking takutnya ia tidak pernah merekrut orang-orang professional. Dalam perekrutan, pendidikan tertinggi yang ia rekrut adalah SMU. Orang-orang yang ia rekrut ini berkembang bertahun-tahun dengan pengetahuan seadanya dan menjadi pintar melalui pekerjaan lapangan, yang loyal kemudian diangkat menempati posisi-posisi yang tinggi dalam perusahan.

Jangan Pelit

Sebagai pemimpin tidak boleh pelit ilmu. Kalau Anda hanya ingin pintar sendiri maka saya pastikan Anda tidak cocok menjadi pemimpin. Seorang pemimpin tidak bisa hanya mengandalkan kecerdasan dan kemampuannya sendiri. Katakanlah Anda seorang yang sangat pintar… tapi dengan kepintaran Anda, tetap saja kemampuan Anda terbatas. Anda hanya punya dua tangan dan dua kaki serta satu mulut untuk bekerja. Otak boleh sangat hebat tapi yang lainnya hanya segitu kemampuannya.

Seorang pemimpin yang cerdas justru tahu bagaimana mencerdaskan karyawannya. Memberikan ilmu yang mereka perlukan untuk menguasai bidang yang mereka kerjakan dan tidak akan pernah takut tersaingi atau dikalahkan.  Hal ini harus dimulai dari mental Anda sendiri yang “murah hati” untuk melakukan transferring knowledge. Apalagi sebagai pemimpin utama, maka sikap Anda akan mempengaruhi sikap perusahaan.

Kaderisasi

Adalah tugas seorang pemimpin untuk melakukan edukasi, memberikan training baik in class maupun on the job training, melakukan coaching serta memberikan kesempatan untuk maju. Di dalam sebuah perusahaan hal ini semuanya harus ada.

Pernahkah Anda mempelajari bisnis Bank? Semua karyawan yang direkrut wajib mengikuti sejumlah training yang meningkatkan skill mereka, baik itu hard skill maupun soft skill. Apakah ada yang setelah ditraining lalu pergi ke Bank lain? Tentu ada… banyak mungkin. Namun demikian mereka tetap menemukan bibit-bibit potensil, calon pemimpin baru yang loyal yang dapat meneruskan generasi sebelumnya.  Anggaplah 100 orang yang Anda training, maka 15% keluar tapi 85 % nya jadi sebagai pemimpin yang Anda harapkan. Proses pengkaderan berjalan terus tanpa pernah kosong atau terhenti.  Lebih menguntungkan bukan?  Dalam hal ini Anda harus menyadari bahwa pengkaderan terkait dengan sebuah proses menyiapkan pemimpin. Hal ini berarti termasuk proses menyiapkan baik hard skill maupun soft skill mereka yang juga termasuk di dalamnya leadership untuk suatu hari kelak mereka siap menjadi pemimpin.

Membeli Loyalitas

Orang yang salah berpikir mengira dengan transferring knowledge ia sedang membuka kesempatan dikhianati pengikutnya sendiri. Tapi justru dengan good transferring knowledge, Anda sedang membeli loyalitas karyawan Anda. Jangan salah berpikir! Ketika Anda menunjukkan integritas Anda.. walk the talk… dan memberikan transferring knowledge dengan fair maka karyawan menemukan bahwa Anda adalah figur yang sulit dicari duanya. Karyawan akan berpikir sulit untuk menemukan boss di tempat lain yang seperti Anda. Karyawan akan berpikir dua kali untuk pindah. Apalagi kalau jenjang karir di perusahaan Anda jelas dan ia tahu ia sedang meniti masa depan.

Jadi mari kita sebagai pemimpin tidak pelit ilmu, melainkan murah hati memberi ilmu. Percayalah, ini merupakan suatu nilai tambah bagi kepemimpinan Anda yang mampu membeli loyalitas pengikut!

Vera Herlina Vera Herlina/VMN/BL/Managing Partner Leadership, Entrepreneurship and Strategic Management Vibiz Consulting

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.