Tidak Ada Perayaan Imlek bagi Keluarga Penumpang MH370

(Business Lounge – News & Insight) Seluruh etnis Tionghoa di seluruh dunia berkumpul bersama untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Tetapi tidak untuk para keluarga korban Malaysia Airlines MH370 penerbangan yang jatuh pada tahun lalu dan belum dapat ditemukan hingga saat ini. Bagi mereka perayaan hanya membangkitkan kenangan yang menyakitkan bagi orang-orang yang telah putus asa karena kehilangan orang-orang yang mereka cintai.

“Saya tidak tahu bagaimana untuk melewati Tahun Baru Cina ini,” demikian dikatakan salah seorang wanita yang suaminya menjadi salah satu penumpang MH370 seperti dilansir oleh Channel News Asia. Tahun baru adalah waktu untuk melakukan reuni keluarga, tetapi tidak untuk tahun ini, demikian dirasakan anggota keluarga para korban.

Sekelompok keluarga dari korban MH370 datang dari Beijing dan berkumpul di Kuala Lumpur selama seminggu sehubungan dengan dilakukannya pencarian untuk mendapatkan jawaban keberadaan pesawat MH370 tersebut. Hingga kini berbagai pertanyaan belum dapat terjawab.Apa yang terjadi dengan pesawat yang menghilang dari radar pada Maret tahun lalu? Sedangkan pemerintah Malaysia telah menyatakan insiden itu sebagai kecelakaan pada bulan Januari.

Malaysia telah memberikan jaminan kepada pihak keluarga bahwa upaya pencarian pesawat akan terus dilanjutkan meskipun pernyataan tersebut telah diberikan. Namun banyak pihak keluarga yang kurang yakin pada hal tersebut, demikian dilansir oleh Channel News Asia.

Untuk itu, banyak keluarga penumpang berupaya melakukan segala sesuatu yang mereka bisa. Beberapa telah menjual barang-barang mereka untuk membiayai perjalanan ini, menghabiskan hari dengan berkemah di depan markas Malaysia Airlines.

Pada perayaan Tahun Baru Imlek esok, mereka menaikkan permohonan mereka untuk dapat bertemu dengan pihak yang dapat memberikan bantuan pada mereka. Daripada mengadakan kumul keluarga dan makan bersama dengan kerabat, mereka memilih untuk makan bersama di depan Kantor Perdana Menteri Malaysia.

Sekelompok orang yang sebenarnya tidak saling mengenal kini berkumpul bersama seperti sebuah keluarga dan saling menguatkan pada masa-masa yang sulit ini.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana