(Business Lounge – News & Insight) Presiden Barack Obama diperkirakan pada Rabu (11/2) akan mengumumkan rencana untuk menarik sebagian besar pasukan Amerika yang ditugaskan untuk memerangi wabah Ebola di Afrika Barat. Obama menyatakan bahwa upaya militer AS telah berhasil, demikian dilansir oleh The Wall Street Journal. Keputusan ini merupakan sebuah sinyal untuk mengakhiri misi militer yang telah berlangsung selama lima bulan untuk membantu mencegah penyebaran virus yang mematikan itu di Afrika Barat.

Diperkirakan penarikan akan berlangsung pada minggu mendatang bahwa hampir sebagian besar dari 1.300 pasukan Amerika yang saat ini bekerja di Liberia dan Senegal akan ditarik kembali ke tanah air mereka. Sebelumnya Obama telah mencanangkan akan mengirimkan 3.000 personel militer Amerika ke Afrika Barat ketika kekuatiran tentang mengamuknya wabah Ebola mencapai puncaknya pada musim gugur lalu.

Militer AS telah membangun 10 unit perawatan Ebola dan membantu pembangunan empat unit lainnya di Afrika Barat. Menyusutnya lingkup epidemi Ebola mengubah rencana Amerika yang semula hendak mengirimkan tentara hingga 3.000 untuk kemudian menarik sebagian besar tentaranya. 

Para pejabat pertahanan juga mengatakan bahwa laboratorium yang didirikan oleh militer AS telah membantu mempercepat pengujian sampel Ebola. Laboratorium diharapkan akan diserahkan kepada kelompok-kelompok bantuan atau kontraktor pemerintah, demikian dikatakan para pejabat.

Oleh karena timbulnya kekhawatiran tentang menyebarnya Ebola pada waktu yang lalu maka lebih dari 10.000 dokter sipil, perawat, dan pekerja bantuan kemanusiaan telah diperbantukan untuk melakukan operasi di Afrika Barat. Penarikan militer AS ini akan mengurangi kekuatan personil militer secara signifikan. 

Lebih dari 9.000 orang telah tewas oleh wabah ebola ini demikian dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebelumnya telah dikatakan adanya pengurangan jumlah kasus namun pada Selasa (10/2) dikabarkan adanya peningkatan kasus di Afrika Barat dan dikuatirkan akan terus bertambah jika petugas medis tidak tetap waspada.

“Kemajuan yang baik sedang dibuat, namun wabah masih merupakan ancaman besar,” demikian dikatakan David Nabarro, utusan khusus PBB untuk wabah Ebola seperti dilansir oleh WSJ. Diperlukan kerja keras untuk menyelesaikan kasus ini.

Para pejabat pemerintah memuji rencana pengumuman Obama sebagai tanda kemampuan Amerika untuk bekerja dengan negara-negara lain.

Militer AS menghabiskan sekitar $ 400 juta dalam upayanya melawan Ebola, yang memicu kekhawatiran meluasnya wabah ini pada musim gugur yang lalu setelah seorang Amerika yang bepergian ke Liberia meninggal akibat virus. Departemen Pertahanan AS akan menempatkan personil militer yang kembali dari Afrika Barat di lokasi karantina untuk sementara waktu guna memastikan mereka tidak terinfeksi.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image: Antara

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.