PROTOTIPE Instrumen Visual Analog

(Business Lounge – Art) Mengawali tahun 2015, RURU Gallery menggandeng seorang perupa asal Surabaya, Benny Wicaksono yang menampilkan hasil kerja kreatifnya dalam pameran tunggal bertajuk PROTOTIPE: Instrumen Visual Analog. Menurut pantauan dari Ruang Rupa, seniman yang kerap kali bekerja dengan menggunakan media CCTV (Close Circuit Television) ini sudah banyak menciptakan karya yang berada pada wilayah digital, video, serta seni interaktif. Benny memang memiliki ketertarikan khusus pada usaha reparasi, modifikasi, bahkan kanibalisasi mesin-mesin analog. Ketertarikan ini nampak jelas dalam sketsa-sketsa mesin analog yang menjadi hasil karyanya.

IMG_8418

IMG_8420

IMG_8423

Namun, pameran ini juga secara khusus menghubungkan kemungkinan perilaku modifikasi yang kerap dilakukan Benny dengan munculnya fenomena budaya ‘ngoprek’ yang sudah muncul sejak lama di masyarakat. Hal ini terlihat jelas pada mall rongsok di Depok atau Pasar Genteng di Surabaya. Lalu bagaimana kedua hal tersebut dapat saling berpengaruh? Sejauh mana perilaku ini mengakar? Kolaborasi bersama Klub Karya Bulutangkis, sekelompok anak muda kreatif di Jakarta yang sering berkarya lintas medium mencoba menjawab pertanyaan itu melalui proses. Dengan demikian diharapkan terjadi transfer pengetahuan yang selalu muncul ketika perilaku ‘ngoprek’ terjadi di masyarakat.

IMG_8424

IMG_8425

IMG_8427

Benny Wicaksono adalah seniman suara dan visual, illustrator, desainer grafis, dan peneliti media independen. Benny juga merupakan pendiri VIDEO:WORK – Surabaya International Video Festival dan ELECTRO:WORK! – Festival Musik Elektronik. Ia aktif berpameran di dalam dan luar negeri, di sela waktunya menjadi pembicara dan pemateri untuk sejumlah kuliah tamu dan lokakarya seni media di berbagai kampus di Surabaya. Saat ini sedang aktif membangun institusi independennya, WAFT-Lab. Pameran ini akan berlangsung hingga 7 Februari 2015 di Ruang Rupa, Tebet, Jakarta Selatan.

IMG_8430

IMG_8429

IMG_8428

Sonang Elyas/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image: Sonang Elyas