Universitas di Tiongkok akan Pasang CCTV

(Business Lounge – News & Insight) Menteri Pendidikan Tiongkok telah berjanji untuk melarang buku teks perguruan tinggi yang mempromosikan “nilai-nilai Barat”, demikian dikatakan media pemerintah seperti dilansir oleh kantor berita resmi Tiongkok Xinhua. Hal ini sebagai sebuah langkah penanaman ideologi Tiongkok di bawah Presiden Xi Jinping. Hingga saat ini ada 2 universitas terbesar di Tiongkok yang masuk ke dalam peringkat 50 besar dunia, yaitu Universitas Peking (peringkat ke-48 dunia atau peringkat 4 Asia) dan Universitas Tsinghua (peringkat ke-49 dunia atau peringkat 5 Asia) – versi timeshighereducation.co.uk.

“Jangan biarkan buku yang mempromosikan nilai-nilai Barat muncul dalam kelas kami,” demikian dikatakan menteri Yuan Guiren, pada Kamis (Jan 30) seperti dilansir oleh kantor berita resmi Tiongkok Xinhua. Pernyataan ini terutama ditujukan kepada semua pihak yang menolak kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok.

Universitas China dikelola oleh Partai Komunis yang saat ini berkuasa. Universitas ini erat mengontrol diskusi sejarah dan topik lain yang ditafsirkan sebagai potensi ancaman bagi kekuasaannya. Tiongkok telah memperketat kontrol pada akademisi sejak pemerintahan Presiden Xi bahkan beberapa profesor yang vokal akhirnya dipecat atau dipenjara.

Xia Yeliang, seorang profesor bidang ekonomi di Universitas Peking, dipecat dari jabatannya pada tahun 2013 setelah 13 tahun masa jabatannya kemudian dikaitkan dengan adanya perubahan politik di Tiongkok. Xia kemudian dipenjarakan dan bahkan tetap ditahan setelah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tetapi kemudian ia pindah ke Amerika Serikat pada tahun lalu setelah ia dilepaskan.

Sebuah provinsi di Tiongkok Cina pada bulan lalu mengumumkan rencana untuk memasang kamera CCTV di ruang kelas universitas. Namun hal ini memicu protes dari para pengacara yang mengatakan hal ini merupakan langkah pengekangan kebebasan akademik. Sebelumnya pemasangan video seperti ini sudah pernah dilakukan pada ruang-ruang kelas. Hal ini mengakibatkan seorang profesor yang paling terkenal, Ilham Tohti kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup untuk tuduhan melakukan separatisme pada bulan September.

Bukti dari kamera kelas digunakan untuk mendakwa para cendikiawan dan hal ini sering kali ditentang oleh berbagai kelompok hak asasi manusia.

Tiongkok telah sangat memperluas sistem pendidikan tingginya sehubungan dengna perekonomiannya yang telah berkembang, dengan jumlah universitas dan perguruan tinggi lebih dari dua kali lipat dalam dekade terakhir.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image: