Seigo Dakgalbi

(Business Lounge – Fine Culinary) – Tidak seperti kebanyakan restoran Korea yang mengandalkan Korean BBQnya, Seigo Dakgalbi justru mengangkat Dak Galbi menjadi menu andalan mereka. Dak Galbi dapat diartikan sebagai “tulang rusuk ayam”, tetapi jangan berharap Anda menemukan tulang rusuk ayam dalam hidangan ini. Dak Galbi sendiri adalah masakan yang terbuat dari ayam yang ditumis dengan saus gochujang yang rasanya agak pedas bersama dengan irisan sayur-mayur yang segar. Pada umumnya, Dak Galbi dimasak di atas meja pemesannya langsung.

seigodakgalbi1
Restoran ini menempati lokasi yang cukup luas, separuh dari ruangannya didominasi oleh jendela-jendela kaca yang berukuran besar. Kesan minimalis serta bersih muncul saat memasuki Seigo, sentuhan warna biru dan merah pada furniture mempercantik ambiancenya. Panggangan juga tersedia hampir di setiap meja yang nantinya digunakan jika pengunjung memesan Dakgalbi.
seigodakgalbi2
Seigo Dakgalbi menyajikan aneka makanan dan street food khas dari Negeri Ginseng dalam menunya. Untuk citarasanya,  sebagian memang telah disesuaikan dengan orang Indonesia agar lebih cocok di lidah, tetapi tentu saja tidak menghilangkan rasa asli khas Korea. 
Nun Sungi Ice
nunsungiice
Saya memesan minuman yang menjadi salah satu rekomendasi disana. Nun Sungi Ice ini terbuat dari jelly ball serta jelly yang berbentuk mie dengan ice cream nangka. Rasanya lezat, creamy dengan manis yang tidak berlebihan serta terdapat rasa gurih dari es krim serta aroma wangi nangka yang samar-samar. 
Yu Cha Cha & Yache Juice
yuchacha
Yu Cha Cha adalah minuman yang terbuat dari jeruk lengkap dengan parutan kulitnya untuk menambah akan intens rasa dan aromanya. Rasanya asam manis menyegarkan! Sedangkan Yache juice adalah minuman sehat yang terdiri dari campuran buah dan sayur segar yang dijus. Saya kurang suka dengan minuman yang satu ini karena aroma & rasa sayurnya masih dominan. 
Odeng Duikim
odengduikim
Bola odeng yang berisi telur dan kemudian digoreng dan dimakan bersama dengan dengan saus pedas manis. Rasanya juga tidak terlalu istimewa. 
Sengson Duikim & Seewo Odeng
sengsonduikim
Sengson Duikim adalah daging fillet ikan yang digoreng tepung dengan saus mayo-lime. Mayo limenya tidak terlalu terasa, ikannya cukup enak, namun lagi-lagi tidak terlalu istimewa. Seewo Odeng merupakan udang yang dililit odeng dan kemudian digoreng. Udangnya cukup juicy tapi saya tidak terkesan dengan (lagi-lagi) odeng yang digoreng. Saus pedas manisnya mampu mengangkat rasa Seewo Odeng. 
Bulgogi
bulgogi
Bulgogi merupakan masakan khas Korea yang terbuat dari daging sapi yang dimasak mirip dengan yakiniku. Rasanya gurih manis dengan irisan paprika merah dan hijau yang bertaburan di antara dagingnya. Biasanya di Korea, bulgogi dimakan bersama dengan daun selada/daun wijen serta kimchi. 
Toekbuki
toekbuki
Toekbuki atau yang dikenal juga dengan tteokbokki/ddeokbokki merupakan salah satu dari Korean street food yang cukup terkenal. Biasanya toekbuki dibuat dari tepung beras dan bentuknya adalah silinder yang dipotong-potong. Teksturnya kenyal, disajikan bersama dengan saus khas dengan citarasa pedas manis. Saya menyukai akan rasa dan tekstur toekbukinya walaupun menurut saya kuah/sausnya masih terlalu encer. 

Sundubu Jigae

sundubujigae

Semacam sup tahu khas Korea yang berisi egg tofu, telur, bihun korea (dangmyeon), serta seafood dan dihidangkan di dalam hotbowl. Rasanya merupakan perpaduan antara gurih dan sedikit pedas. 

Kimbab Beef

kimbabbeef

Kalau Jepang memiliki sushi, maka Korea memiliki kimbab. Sebagai negara satu rumpun, maka wajar saja apabila beberapa masakan khas negara mereka juga hampir mirip. Kimbab ini adalah nasi yang digulung dengan nori dan berisi timun, irisan daging sapi, wortel, crabstick, odeng dan telur. Sebagai pengganti shoyu, Kimbab tersebut dinikmati dengan saus yang bercitarasa asin gurih. 

Bibimbab

bibimbap1

Bibimbab ini adalah nasi campur ala Korea. Hidangan ini berisi nasi, beef, wortel, tauge, pumpkin, jamur enoki serta pakcoy dengan tambahan saus korea dan juga telur setengah matang. Di beberapa restoran, seringkali telur yang disajikan merupakan telur mentah agar nanti menjadi matang dengan sendirinya saat diaduk di hotbowl. Saya suka dengan rasanya yang gurih manis dengan tekstur sayuran yang masih segar. 

Odeng

odeng

Seperti yang telah sempat dikatakan sebelumnya, odeng adalah makanan Korea yang dibuat dari tepung terigu serta daging ikan dan berbentuk lembaran. Odeng ini kemudian ditusuk dan direbus serta dihidangkan dengan kuah kaldu. Saya menyukai odengnya, rasanya yang gurih dan sedikit chewy serta gurihnya kaldu sangat cocok dimakan ketika cuaca sedang dingin. 

Dakgalbi

dakgalbi1

dakgalbi22

Belum pas rasanya jika berkunjung ke Seigo tanpa mencoba menu Dakgalbinya. Terdapat tiga macam Dakgalbi yaitu Original (ayam), Seafood (ayam, udang, dan cumi) serta Vegetables (toek/ rice cake) dengan dua ukuran, yaitu ukuran regular (2-3 orang) dan ukuran large (4-5 orang). Sebagai pelengkapnya, kita dapat memilih nasi, mie bahkan extra cheese agar rasanya semakin kaya. Rasanya gurih dengan rasa pedas yang cukup kuat. Saya sendiri sangat menikmati Dakgalbi ini. One of my favorite dish at Seigo. Jika kita akan memesan Dakgalbi ini maka sang chef akan langsung memasakkan di atas meja. Pengunjung restoran tidak diperbolehkan untuk memasak sendiri karena proses memasak Dakgalbi yang kurang tepat akan mengakibatkan kelezatannya tidak maksimal. Lokasi Seigo yang strategis dan juga mudah dijangkau ini juga menjadi nilai tambah dalam menarik penggemar kuliner Korea. Semoga Seigo dapat terus konsisten dalam mempertahankan kelezatan rasa dan kualitas dari masakannya. Kamsahamnida, Seigo Dakgalbi!

Aline Chandra/ Culinary Expert
All photos by Ms. Aline Chandra (Foolosophy)
Editor : Fanya Jodie