(Business Lounge – News & Insight) Raja Salman, kini menjadi raja Saudi Arabia setelah wafatnya Raja Abdullah pada Jumat (23/1). Selama 79 tahun, Raja Salman telah menjadi bagian dari keluarga kerajaan dan terbukti berhasil mengubah ibu kota Riyadh selama ia menjadi gubernur selama setengah abad.

Seperti Abdullah, Salman dipandang sebagai moderat dengan reputasi dalam melakukan penghematan, kerja keras, dan disiplin, terutama dalam perannya mengawasi ratusan pangeran muda di keluarga kerajaan. Beberapa tahun terakhir kondisi kesehatannya cukup mengkuatirkan setelah operasi pada punggungnya, namun Salman justru semakin mengambil peranan penting setelah kesehatan Raja  Abdullah menurun.

Lahir pada 31 Desember 1935, Salman adalah putra ke-25 dari pendiri kerajaan gurun Abdulaziz bin Saud. Salman diangkat sebagai gubernur provinsi Riyadh pada usianya yang ke-20, sejalan dengan tradisi menempatkan anggota keluarga kerajaan yang bertanggung jawab pada provinsi kunci. Dia dianggap sebagai arsitek pembangunan Riyadh dari semula hanya gurun terpencil hingga menjadi sebuah kota metropolis modern, menyeimbangkan kekuatan bersejarah kota Laut Merah Jeddah.

Gubernur “memungkinkan dia untuk berperan sebagai mediator yang sangat dihormati oleh keluarga al-Saud, serta mengawasi lahirnya sebuah kota.” Salman memiliki reputasi dalam kejujuran dan bersih dalam hal uang, demikian dilansir oleh AFP.

Pada tahun 2011, Salman menjadi menteri pertahanan namun pada Juni 2012, kemudian setelah kematian putra mahkota sebelumnya, Nayef, ia pun dinobatkan sebagai putra mahkota dan melakukan serangkaian kunjungan ke negara-negara Barat dan Asia.

‘A MAN OF DIALOG’

Salman telah mengembangkan hubungan yang solid dengan pihak asing dan kemungkinan menjadi negara favorit bagi negara Barat yang ingin bermitra. Ia pun dikenal sebagai pekerja keras oleh karena selalu tiba di kantor pukul 7 pagi tepat, selain itu ia pun memiliki reputasi dalam hal aksesibilitas, serta tiga kali dalam seminggu ia pasti memimpin sidang.

“Dia adalah pria yang senang berdialog yang selalu lebih suka untuk memecahkan masalah secara damai,” demikian dikatakan Anwar Eshki, direktur Jeddah-based Middle East Institute for Strategic Studies. Salman lebih menyukai moderasi baik dalam kebijakan internal maupun luar negeri. Salman juga bertanggung jawab atas banyak pangeran muda di keluarga kerajaan, yang “hormat dan takut akan Dia.” Bahkan beberapa sumber mengatakan bahwa Salman bukanlah orang yang mengejar kekuasaan dan tahta.

Salah seorang putranya, Pangeran Abdul Aziz bin Salman, diangkat menjadi asisten menteri perminyakan pada tahun 2004 dan dianggap akan menjadi pengganti Menteri Perminyakan Ali al-Naimi. Anaknya yang paling terkenal adalah Pangeran Sultan, yang menjadi orang Saudi Saudi yang pergi ke luar angkasa ketika ia bergabung dengan sebuah misi 1985 dengan pesawat ulang-alik AS. Saat ini Pangeran Sultan adalah Ketua Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Purbakala.

uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana

No Responses

  1. linda

    Kita harapkan dengan raja yang baru hubungan dengan Indonesia tetap terjalin baik

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.